Warga Wisma Tengger Minta PT Suka Jadi Logam Ditutup, Ini Kata DPR RI dan Wawali

- Penulis

Senin, 15 September 2025 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | Surabaya – Ratusan warga Wisma Tengger, Kandangan, Benowo melakukan unjuk rasa di depan PT Suka Jadi Logam yang berada di Jalan Wisma Tengger RT 04 RW 06, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Senin (15/9/2025).

Mereka menuntut agar pabrik peleburan emas itu ditutup, karena terletak di kawasan padat penduduk.

Selain itu, masyarakat mengeluhkan aroma yang kurang sedap ketika malam hari, mengingat kawasan tersebut merupakan pemukiman padat penduduk, dan berdekatan dengan sekolah dasar SDN kandangan III Surabaya.

Ibnu perwakilan dari warga menyatakan bahwa mereka tak mau berlarut-larut menunggu. Ia mengatakan masyarakat memberi waktu hanya 2×24 jam agar PT Suka Jadi Logam itu ditutup.

“Kalau Rabu tidak ada keputusan tegas saat rapat final, warga siap turun langsung. Kami sudah terlalu lama menghirup bau dari aktivitas pabrik ini,” ujarnya.

Ibnu juga menyebut pihak perusahaan sempat menyatakan kesediaan untuk menutup operasional.

Namun, warga butuh keputusan resmi dan tertulis, bukan sekadar janji.

“Kalau di tutup sesuai kesepakatan, warga juga tenang. Tapi kalau tidak ada kejelasan, jangan salahkan kami kalau bertindak,” tegasnya.

Anggota DPR RI, Bambang Haryo, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, ketika berada di lokasi PT Suka Jadi Logam yang berada di Wisma Tengger, Kandangan, Benowo, Surabaya, Senin (15/9/2025). Foto/Ist

Anggota DPR RI Komisi VIII Bambang Haryo Soekartono (BHS) yang mendatangi lokasi PT Suka Jadi Logam menegaskan bahwa operasional di kawasan perumahan Wisma Tengger, Benowo, Surabaya, harus segera dihentikan.

Ia menilai aktivitas pabrik peleburan emas tersebut terlalu berisiko dan sudah menimbulkan keresahan panjang di tengah warga.

“Kalau masyarakat sudah meminta di tutup, ya harus di tutup. Tidak ada alasan lain. Perusahaan ini sudah berdiri tujuh tahun, dan baru sekarang ledakan masalahnya muncul. Sangat disayangkan,” tegas BHS saat melakukan sidak, Senin (15/9/2025).

Baca Juga:  LaNyalla Tegaskan Jatim Dukung Penuh Japto di Mubes XI Pemuda Pancasila

Menurutnya, peleburan emas bukan sekadar soal izin usaha, tapi menyangkut langsung keselamatan lingkungan dan kesehatan warga.

Limbah beracun seperti merkuri dan natrium sianida bisa mencemari air dan tanah, bahkan berdampak fatal.

“Racun seperti itu bisa membunuh secara perlahan. Ini bukan hal sepele. Lingkungan tercemar, masyarakat sekitar bisa kehilangan nyawa,” tegasnya.

BHS menyatakan siap melaporkan kasus ini ke Menteri Lingkungan Hidup jika pemerintah daerah tidak segera menindak tegas.

“Kalau penutupan tidak kunjung dilakukan, saya akan kirim laporan ke Kementerian. Kasus seperti ini jangan sampai terjadi di daerah lain,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah kota akan melakukan tindakan tegas bahkan penutupan terhadap PT Suka Jadi Logam apabila tidak bisa menunjukan surat ijin dan lain sebagainya.

Karena, menurutnya tidak tepat dan melaggar aturan jika di kawasan padat penduduk dan berdekatan dengan sekolah dasar di jadikan produksi dan peleburan emas.

“Pemkot Surabaya akan melakukan tindakan tegas berupa penutupan jika PT Suka Jadi Logam. Menurut Saya ini (lokasi PT Suka Jadi Logam.red) sangat tidak tepat karena berada di kawasan padat penduduk dan berdekatan dengan Sekolah Dasar, ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat kota surabaya dan generasi muda,” kata Cak Ji sapaan akrab Wakil Wali Kota Surabaya.(*/yul)

Berita Terkait

Satu Korban Tewas Akibat Ledakan LPG 3 Kg di Kapas Madya, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
UMKM Bergerak Sendiri, Kinerja Dinas Koperasi Surabaya Dipertanyakan
Koalisi KOPI Surabaya Serukan 5 Tuntutan Rakyat di Peringatan Hari Bumi, Buruh, dan Pendidikan
RPP Anak Ranting Pemuda Pancasila Surabaya Digelar, Perkuat Struktur Organisasi hingga Tingkat Akar Rumput
Terdakwa Kasus Jambret Maut Kusuma Bangsa Divonis 11 Tahun Penjara
Pelantikan DPD LPKAN Jatim Jadi Momentum Penguatan Integritas Pengawasan
GRIB JAYA Banyuwangi Dukung TNI-POLRI, Tekankan Evaluasi Bukan Pelemahan
“GJLI Hadir sebagai Harapan Baru: Membangun Jurnalisme Bermartabat di Era Digital”
Berita ini 103 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:20 WIB

Mayoritas Pengurus Desak KBI Jatim Segera Gelar Musprovlub

Senin, 4 Mei 2026 - 09:05 WIB

Draf Raperda Keolahragaan Jatim Picu Polemik, Posisi KONI Terancam Melemah

Kamis, 30 April 2026 - 15:42 WIB

Fokus Kejuaraan Dunia di Malaysia, PB Muaythai Indonesia Cetak Rekor Pengiriman Atlet

Selasa, 28 April 2026 - 19:15 WIB

Persebaya Hajar Arema 4 Gol Tanpa Balas di Pulau Dewata, Rivera Jadi Bintangnya

Selasa, 28 April 2026 - 13:05 WIB

Menuju Porprov 2027, Eri Cahyadi Genjot Infrastruktur Olahraga: Sirkuit Grasstrack hingga Motocross Disiapkan

Selasa, 21 April 2026 - 09:21 WIB

Lifter Muda Bersinar, Jatim Raih 4 Emas di Kejurnas Angkat Besi Senior 2026

Senin, 20 April 2026 - 21:21 WIB

Kolaborasi Internasional, KONI Jatim dan Jepang Fokus Pembinaan Atlet Bela Diri

Senin, 20 April 2026 - 17:45 WIB

Jelang Final Muaythai Piala Wali Kota Surabaya 2026 dan Liga Jatim Seri II, Ratusan Atlet Siap Bertanding di CITO

Berita Terbaru