sentralmerahputih.id | SURABAYA — Sejumlah organisasi masyarakat dan komunitas pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Independent (KOPI) menggelar aksi kolektif memperingati tiga momentum penting sekaligus, yakni Hari Bumi, Hari Buruh, dan Hari Pendidikan Nasional, pada 2 Mei 2026 di Surabaya.
Melalui pernyataan sikap yang dirilis, koalisi yang terdiri dari berbagai elemen seperti Arek Arek Nusantara, WANADHARA, hingga kelompok pelajar dan warga rusun ini menyoroti keterkaitan antara isu lingkungan, ketenagakerjaan, dan pendidikan dalam konteks tantangan global dan nasional saat ini.
Ketua KOPI, Habib Murari, menyatakan bahwa dinamika geopolitik global yang tidak stabil berpotensi memicu dampak luas hingga ke tingkat lokal, mulai dari krisis lingkungan hingga ketimpangan sosial.
“Situasi global saat ini menjadi alarm bagi kita semua. Dampaknya tidak hanya pada ekonomi dan politik, tetapi juga pada pendidikan, lingkungan, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Tiga Momentum, Satu Seruan
Dalam pernyataannya, KOPI menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi (22 April), Hari Buruh (1 Mei), dan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi kolektif atas perjuangan rakyat di berbagai sektor.
Pada isu lingkungan, mereka mendorong penguatan gerakan pelestarian alam melalui pengurangan penggunaan plastik, penghijauan, serta penghematan energi sebagai respons terhadap krisis iklim.
Sementara pada momentum Hari Buruh, koalisi ini mengingatkan kembali sejarah panjang perjuangan pekerja untuk mendapatkan hak-haknya, mulai dari upah layak hingga jaminan keselamatan kerja.
Adapun dalam konteks pendidikan, mereka menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan yang adil dan berkualitas, terutama bagi kelompok masyarakat kurang mampu.
Lima Tuntutan Utama
Dalam aksi tersebut, KOPI bersama organisasi yang tergabung menyampaikan lima tuntutan utama sebagai bentuk sikap kolektif:
Menghentikan eksploitasi lingkungan dan memperkuat upaya pelestarian alam
Mendorong regulasi ketenagakerjaan yang berpihak pada kesejahteraan buruh
Menjamin akses pendidikan gratis dan merata dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi bagi masyarakat miskin
Mewujudkan reforma agraria dengan prinsip “tanah untuk rakyat”
Memperkuat perlindungan anak perempuan serta mendorong kesetaraan gender
Sorotan: Keterhubungan Isu
Aksi ini juga menekankan bahwa ketiga isu utama lingkungan, buruh, dan pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan.
Kerusakan lingkungan, misalnya, berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat, sementara akses pendidikan yang terbatas mempersempit peluang mobilitas sosial.
Koalisi menilai, tanpa kebijakan yang berpihak pada rakyat, ketimpangan akan terus melebar.
Mendorong Partisipasi Generasi Muda
Selain menyuarakan tuntutan, aksi ini juga bertujuan membangun kesadaran generasi muda agar lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
“Gerakan ini adalah upaya menjaga api perjuangan agar tetap hidup. Kami ingin generasi muda tidak apatis, tetapi terlibat aktif dalam memperjuangkan hak-hak rakyat,” ujar Habib.
Dengan mengusung semangat solidaritas lintas sektor, KOPI berharap aksi kolektif ini dapat menjadi pemicu gerakan yang lebih luas dalam memperjuangkan keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta akses pendidikan yang setara di Indonesia.(*/rif)












