Beri Kuliah Umum di PAMU, LaNyalla Singgung Ancaman Hedonisme

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | MALANG – Disrubsi teknologi informasi membawa dampak perubahan pola hidup dan interaksi manusia. Termasuk memudarnya nilai-nilai luhur budaya bangsa. Manusia dipaksa menjadi individualis. Memuja materialisme dan hidup dengan gaya hedonisme.

Demikian disampaikan Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat memberikan kuliah umum dengan tema Budaya Spiritual yang diselenggarakan Pirukunan Purwa Ayu Mardi Utama (PAMU) dalam rangka Pendadaran Juru Pitutur se-Jawa Timur yang diselenggarakan di Dau, Malang, Kamis (7/5/2026) malam.

Dikatakan LaNyalla, doktrin falsafah Indonesia melalui Pancasila adalah sebaliknya. Pancasila mengajarkan bahwa manusia Indonesia adalah makhluk sosial. Interaksi dilakukan dengan tepo sliro dan gotong royong. Budaya kita adalah budaya kekeluargaan. Dan nilai dasar kita adalah ketuhanan atau spiritualisme.

“Oleh karena itu, saya berikan apresiasi kepada PAMU yang tetap eksis menjaga akar budaya tradisi dan budaya spiritual yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tanah Nusantara ini,” ungkap Ketua DPD RI ke-5 tersebut.

Masih menurutnya, makna kata “Pirukunan” yang menjadi identitas PAMU bukanlah sekedar nama organisasi. Tetapi adalah sebuah mandat untuk hidup dalam harmoni. Pirukunan berarti kita terikat dalam satu rasa, satu tujuan, dan satu nafas kebajikan. Inilah yang membuat PAMU tetap eksis hingga saat ini.

“Apalagi di dalam keluarga besar PAMU, terdapat struktur yang saling menguatkan. Ada Sesepuh sebagai akar penguat. Ada Pinisepuh sebagai penimbang kebijaksanaan. Ada Juru Pitutur sebagai penyambung pesan luhur, dan para Kadang sebagai pelaku di lapangan. Sinergi inilah yang membuat PAMU tetap kokoh,” urainya.

Baca Juga:  Polisi Berhasil Ungkap Jaringan Curanmor di Jember Empat Pelaku dan Penadah Diamankan 15 unit Motor Disita

LaNyalla berharap, Budaya Spiritual dalam ajaran PAMU seharusnya dimaknai dengan merawat tradisi dan memperkokoh jati diri bangsa Indonesia. Karena pada hakikatnya, jati diri bangsa Indonesia adalah bagian dari semangat spiritual itu sendiri. Sehingga sikap Purwa menjadi sangat penting dijaga, agar bangsa ini berpijak kepada asal-usulnya. Tidak kehilangan jati diri.

“Karena itu penting untuk mengamalkan Pancasila. Karena manusia yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila pasti adalah manusia Indonesia yang berketuhanan. Manusia yang memanusiakan manusia. Manusia yang memiliki dorongan untuk menjaga persatuan. Manusia yang memilih jalan musyawarah dan mau mendengar pendapat para hikmat. Serta manusia yang memperjuangkan keadilan sosial,” tandasnya.

LaNyalla berharap, keluarga besar PAMU ikut mendorong agar bangsa ini kembali membumikan Pancasila. Sekaligus kita tanamkan dalam hati, bahwa budaya adalah cara kita merawat raga dan perilaku. Sedangkan spiritualitas adalah cara kita merawat jiwa.

Di tempat yang sama, Direktur BKMA Kementerian Kebudayaan, Sjamsul Hadi, berharap DPD RI, ikut mendorong lahirnya regulasi yang memenuhi hak konstitusional para penghayat kepercayaan dan masyarakat adat.

Menurutnya, penguatan budaya harus mencakup perlindungan hukum, pengakuan identitas, dan ruang ekspresi bagi masyarakat hukum adat, termasuk komunitas lokal seperti suku Tengger di Lumajang, Jatim.

Turut memberikan kuliah umum, Ketua Umum DPP PAMU Ki Cokro Wibowo Sumarsono, Jajuk Rendra Kresna (Anggota DPRD Jawa Timur), Endah Budi Heryani (Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur Kementerian Kebudayaan) dan Asep Kusnidar Kepala BAKORWIL III Malang. (*)

Berita Terkait

Ledakan Ruko San Antonio Pakuwon City Mulyorejo, Lima Orang Luka Bakar dan 41 Bangunan Terdampak
Kapolda dan Wakapolda Jatim Berganti, Irjen Dekananto Eko Purwono Gantikan Nanang Avianto, Pasma Royce Jadi Kapolda Bali
Kejagung Didesak Terima Pengajuan Justice Collaborator Mantan Waka BGN SS
Kejati Jatim Bongkar Dugaan Korupsi Perizinan di Dinas ESDM, Tiga Pejabat Ditetapkan Tersangka, Rp2,36 Miliar Disita
Puncak HPN 2026 PWI Jatim, 24 Tokoh Raih Penghargaan
Bakesbangpol Jatim Tegaskan Sudah Tindaklanjuti Dugaan Pelecehan, Terduga Pelaku Disebut Turun Pangkat
Kejari Tanjung Perak Geledah Kantor PD Pasar Surya, Sita Ratusan Dokumen Terkait Dugaan Korupsi
Polres Gresik Ringkus Pelaku Pembunuhan Driver Ojol Sevi Ayu Claudia, Ternyata Sudah Kenal Sejak 2021
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:44 WIB

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:43 WIB

Gandeng Tokoh Agama, Polres Kediri Perkuat Pesan Damai Melalui Pengukuhan Dai Kamtibmas

Sabtu, 7 November 2026 - 19:42 WIB

Polres Blitar Lindungi Pelajar dari Bahaya Judol dan Kejahatan Siber melalui Program Polidik

Sabtu, 7 November 2026 - 16:56 WIB

Polsek Kartoharjo Bersama TNI dan Warga Pulihkan Rumah Korban Angin Kencang, 20 Warga Terima Bansos

Sabtu, 7 November 2026 - 14:19 WIB

Subuh Keliling : Kapolresta Tuban Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Layanan Gratis Call Center 110

Sabtu, 7 November 2026 - 13:40 WIB

Kapolres Bojonegoro Tinjau Korban Puting Beliung dan Salurkan Bantuan

Sabtu, 7 November 2026 - 13:21 WIB

Subuh Keliling di Surabaya, Kapolda Jatim Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

Sabtu, 7 November 2026 - 13:18 WIB

Polresta Malang Kota Petakan Wilayah Rawan Bencana, 357 Personel Gabungan Disiagakan

Berita Terbaru