Kejati Jatim Bongkar Dugaan Korupsi Perizinan di Dinas ESDM, Tiga Pejabat Ditetapkan Tersangka, Rp2,36 Miliar Disita

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | Surabaya – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengungkap dugaan praktik korupsi dalam proses perizinan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur.

Dalam perkara ini, tiga pejabat aktif ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menemukan indikasi kuat praktik pemerasan yang berlangsung sistematis.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat, khususnya para pemohon izin yang mengeluhkan terhambatnya proses administrasi meski telah memenuhi syarat.

Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim kemudian melakukan penyelidikan tertutup sebelum meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Wagiyo, menyatakan penyidik bergerak cepat sejak 14 April 2026 dengan menggelar penggeledahan di kantor ESDM Jatim serta sejumlah lokasi lain yang terkait.

“Penyidik melakukan penggeledahan secara maraton, mengamankan sejumlah pihak untuk dimintai keterangan, serta menyita dokumen-dokumen penting,” ujar Wagiyo dalam konferensi pers di Kejati Jatim, Jumat (17/4/2026).

Dari hasil penyidikan awal, terungkap adanya modus memperlambat proses penerbitan izin bagi pemohon yang tidak memberikan sejumlah uang.

Sebaliknya, pemohon yang bersedia membayar diduga mendapat percepatan layanan.

Praktik ini menyasar perizinan sektor strategis, khususnya pertambangan dan pengusahaan air tanah.

Padahal, mekanisme resmi perizinan telah diatur secara transparan melalui sistem Online Single Submission.

Dugaan penyimpangan ini menunjukkan adanya celah pengawasan dalam implementasi sistem tersebut.

Adapun besaran pungutan liar yang terungkap bervariasi, antara lain:

Percepatan izin pertambangan: Rp50 juta–Rp100 juta.
Pengajuan izin baru pertambangan: Rp50 juta–Rp200 juta.
Izin pengusahaan air tanah (SIPA): Rp5 juta–Rp20 juta.

Baca Juga:  Polri Lakukan Penyelidikan Terhadap Peristiwa Gugurnya Anggota Polri Tertembak Saat Patroli di Yalimo

Dalam gelar perkara, tiga tersangka yang ditetapkan yakni: AM (Kepala Dinas ESDM Jatim), OS (Kepala Bidang Pertambangan), dan N (Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah).

Ketiganya diduga berperan aktif dalam praktik pemerasan terhadap pemohon izin.

Penggeledahan yang dilakukan penyidik menghasilkan penyitaan uang dan aset dengan nilai total sekitar Rp2,36 miliar.

Rinciannya meliputi sekitar Rp494 juta dari AM, Rp1,64 miliar dari OS, dan Rp229 juta dari N.

Barang bukti tersebut terdiri dari uang tunai sekitar Rp1,9 miliar serta saldo rekening sekitar Rp465 juta.

Selain itu, penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen perizinan yang kini tengah dianalisis untuk memperkuat pembuktian serta menelusuri kemungkinan aliran dana ke pihak lain.

Untuk kepentingan penyidikan, ketiga tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan.

Penahanan dilakukan guna mencegah potensi penghilangan barang bukti maupun pengulangan tindak pidana.

Kejati Jatim menegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti pada tiga tersangka.

Pengembangan perkara masih terus dilakukan, termasuk membuka peluang adanya pihak lain yang turut terlibat dalam praktik korupsi di sektor perizinan tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut sektor strategis yang berkaitan langsung dengan investasi dan pelayanan publik.

Praktik dugaan “jual-beli izin” dinilai tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berpotensi menghambat iklim usaha serta mencederai prinsip transparansi birokrasi.(*/hr)

Berita Terkait

Puncak HPN 2026 PWI Jatim, 24 Tokoh Raih Penghargaan
Bakesbangpol Jatim Tegaskan Sudah Tindaklanjuti Dugaan Pelecehan, Terduga Pelaku Disebut Turun Pangkat
Kejari Tanjung Perak Geledah Kantor PD Pasar Surya, Sita Ratusan Dokumen Terkait Dugaan Korupsi
Polres Gresik Ringkus Pelaku Pembunuhan Driver Ojol Sevi Ayu Claudia, Ternyata Sudah Kenal Sejak 2021
Diduga Peras Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Dua Oknum Aktivis Diamankan Polda Jatim
Khofifah Diperiksa KPK Selama 8 Jam di Mapolda Jatim, Terkait Dana Hibah 2021-2022
Gagalkan Pencurian,47 HP Berhasil Diamankan Polisi Saat Konser Musik di Tulungagung
Ratusan Botol Diamankan, Polres Mojokerto Kota Grebek Rumah Produksi Miras Ilegal
Berita ini 40 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:58 WIB

Satgas Pangan Polres Pasuruan Gelontorkan 9,6 Ton Minyakita untuk Stabilkan Harga

Kamis, 16 April 2026 - 15:47 WIB

Polresta Sidoarjo Gelar Curhat Kamtibmas Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Warga

Kamis, 16 April 2026 - 15:44 WIB

11 Ribu Peserta Siap Meriahkan Kemala Run 2026 di Bali

Rabu, 15 April 2026 - 18:38 WIB

Polda Jatim Ungkap Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi Belasan Tersangka Diamankan

Rabu, 15 April 2026 - 18:35 WIB

Wakapolri Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan SDM pada Rakernis Humas Polri 2026

Rabu, 15 April 2026 - 15:43 WIB

Humas Polri Jadi Penjaga Kebenaran di Tengah Derasnya Arus Informasi

Rabu, 15 April 2026 - 10:07 WIB

Kini Juga Hadir di KBRI Paris, Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Kenalkan MBG Indonesia ke Masyarakat Perancis

Rabu, 15 April 2026 - 10:06 WIB

Halal Bihalal dengan Buruh, Kapolri Komitmen Perkuat Soliditas dengan Buruh, Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

Berita Terbaru

Headline

Puncak HPN 2026 PWI Jatim, 24 Tokoh Raih Penghargaan

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:57 WIB