Kejagung Didesak Terima Pengajuan Justice Collaborator Mantan Waka BGN SS

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | Jakarta – Pencopotan dan penetapan status tersangka terhadap mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, SS, menuai sorotan tajam. SS diduga sengaja dijadikan “tumbal” dan dikorbankan oleh oknum tertentu setelah dirinya berani membongkar praktik lancung jual beli titik lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

​Sebelum resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 3 Juni 2026, SS tercatat pernah mengungkap adanya dugaan praktik jual beli titik lokasi dapur SPPG pada Mei 2026 lalu. Namun ironisnya, SS justru dicopot dari jabatannya atas dugaan kasus yang sama, yang hingga saat ini diklaim sama sekali tidak terbukti.

​Merespons kriminalisasi tersebut, SS secara resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) guna membongkar tuntas akar korupsi di tubuh BGN pusat.

​”Kasus ini harus dibuat terang benderang. Mantan Waka BGN SS hanyalah ‘wayang’ yang sengaja ditumbalkan. Dengan pengajuan Justice Collaborator ini, kita menanti keberanian Jaksa Agung untuk mengambil langkah tegas demi mengungkap dalang utama di balik rantai korupsi sistemik ini,” ujar salah satu pengamat politik

Baca Juga:  Polri Pastikan Klaim KKB Soal Pencurian Dua Senjata adalah Hoax

​Selain kejanggalan hukum, struktur kepemimpinan di BGN Pusat saat ini juga mendapat kritik keras. Demi perbaikan dan independensi lembaga, posisi strategis di BGN seharusnya diisi oleh figur yang memiliki latar belakang akademik mumpuni serta keahlian di bidang gizi.

​Kenyataan bahwa Kepala BGN Pusat saat ini tidak memiliki latar belakang yang sesuai dengan bidang kerja lembaga tersebut, semakin memperkuat indikasi adanya faktor kepentingan politis yang kuat di balik penangkapan dan penyingkiran SS.

​Kini, publik menunggu langkah nyata dari Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menerima pengajuan JC dari SS demi membongkar siapa saja aktor intelektual dibalik rantai korupsi di tubuh BGN Pusat.(Tim)

Berita Terkait

Ledakan Ruko San Antonio Pakuwon City Mulyorejo, Lima Orang Luka Bakar dan 41 Bangunan Terdampak
Kapolda dan Wakapolda Jatim Berganti, Irjen Dekananto Eko Purwono Gantikan Nanang Avianto, Pasma Royce Jadi Kapolda Bali
Beri Kuliah Umum di PAMU, LaNyalla Singgung Ancaman Hedonisme
Kejati Jatim Bongkar Dugaan Korupsi Perizinan di Dinas ESDM, Tiga Pejabat Ditetapkan Tersangka, Rp2,36 Miliar Disita
Puncak HPN 2026 PWI Jatim, 24 Tokoh Raih Penghargaan
Bakesbangpol Jatim Tegaskan Sudah Tindaklanjuti Dugaan Pelecehan, Terduga Pelaku Disebut Turun Pangkat
Kejari Tanjung Perak Geledah Kantor PD Pasar Surya, Sita Ratusan Dokumen Terkait Dugaan Korupsi
Polres Gresik Ringkus Pelaku Pembunuhan Driver Ojol Sevi Ayu Claudia, Ternyata Sudah Kenal Sejak 2021
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:32 WIB

Urai Konflik Agraria, BRAN Dorong Integrasi Satu Data Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Bappenas dan BRAN Bersinergi: Percepat Pemerataan dan Kesejahteraan Rakyat, 23 Ribu Hektare Tanah Siap Diredistribusi

Selasa, 3 November 2026 - 09:28 WIB

Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Senin, 2 November 2026 - 19:17 WIB

Giant Sea Wall Pantura Disiapkan, BRAN Kawal Kepastian Tanah dan Perlindungan Nelayan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kapolda Ungkap Alasan Brimob Gerebek Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo, Buru DPO Pembakaran Warung Mi Babi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal Rp 1 Triliun Bagi Daerah Pendukung Program MBG

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:15 WIB

BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BRAN Gandeng Akademisi, Matangkan Regulasi Reforma Agraria

Berita Terbaru