Kesehatan Mental Atlet Jadi Sorotan, KONI Jatim Luncurkan Gerakan Atlet Laki-Laki Berani Bercerita

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | Surabaya – KONI Jatim menaruh perhatian serius terhadap isu kesehatan mental atlet, terutama atlet laki-laki yang dinilai masih kurang memiliki ruang aman untuk menyampaikan tekanan dan persoalan yang mereka hadapi selama proses pembinaan.

Ketua Umum KONI Jatim, M. Nabil, menyebut masih ada fenomena yang jarang dibicarakan secara terbuka, yakni kecenderungan anak laki-laki, termasuk atlet, untuk memendam masalah dibandingkan mengungkapkannya kepada orang tua maupun orang terdekat.

“Ini fenomena yang belum banyak dibahas. Anak laki-laki ketika menghadapi masalah sering tidak menyalurkannya kepada orang tua. Di dunia olahraga, mereka lebih banyak berinteraksi dengan pelatih. Jika semua dipendam, tentu akan menghambat perkembangan dan prestasi,” kata Nabil, di Kantor Sekretariat KONI Jatim, Senin (3/8/2026).

Sebagai upaya pencegahan, KONI Jatim berencana menginisiasi deklarasi yang mendorong atlet laki-laki untuk lebih berani menyampaikan keluhan, tekanan, maupun persoalan kepada pelatih sebagai figur terdekat dalam proses pembinaan.

Dalam agenda tersebut, KONI Jatim akan melibatkan pelatih serta perwakilan atlet dari berbagai cabang olahraga.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya budaya komunikasi yang lebih sehat di lingkungan olahraga.

Nabil juga menegaskan bahwa bullying di dunia olahraga tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga mencakup tekanan psikologis yang muncul dari tuntutan prestasi.

“Bullying tidak selalu fisik. Target juara, tuntutan pelatih, ekspektasi orang tua, hingga tekanan dari diri sendiri juga bisa menjadi beban psikologis yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, atlet menghadapi tekanan dari berbagai sisi, mulai dari target pribadi, harapan pelatih, keluarga, rekan satu tim, hingga masyarakat.

Kondisi ini dialami baik oleh atlet pemula maupun atlet berprestasi yang sudah sering meraih juara.

Baca Juga:  Budo Festival 2026 di Unesa, Perkuat Kerjasama Olahraga Jepang-Jatim

“Justru atlet yang sudah sering menang memiliki tekanan lebih besar untuk mempertahankan prestasi. Sementara atlet pemula juga tertekan untuk bisa menjadi juara. Keduanya sama-sama memiliki beban mental,” jelasnya.

Rencana deklarasi ini juga sejalan dengan kampanye “Ayah Bunda, Anak Laki-Lakimu Butuh Kamu” yang diinisiasi DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Surabaya bersama RSD Prof. dr. Moeljono.

Kampanye tersebut mengajak orang tua untuk memberikan ruang aman bagi anak laki-laki dalam mengekspresikan emosi tanpa stigma.

Ketua DPC FPPI Kota Surabaya, Nenny W. Gunarso, menambahkan bahwa masih banyak orang tua yang menganggap anak laki-laki tidak boleh mudah mengeluh.

Padahal, kebiasaan memendam emosi dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental.

“Sering kali anak laki-laki diminta untuk tidak mengadu. Padahal memendam rasa sakit atau kecewa itu bisa berbahaya,” ujarnya.

KONI Jatim bersama FPPI dan RSD Prof. Dr. Moeljono Surabaya juga akan menandatangani MoU sekaligus deklarasi pada Selasa, 11 Agustus 2026 di Gedung KONI Jawa Timur sebagai bentuk komitmen membangun ekosistem olahraga yang lebih sehat secara mental.

KONI Jatim menargetkan gerakan ini dapat diperluas ke berbagai daerah di Jawa Timur dan menjadi bagian dari pembinaan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

“Harapan kami, tidak ada lagi anak laki-laki yang memendam masalah sendiri. Pelatih harus menjadi tempat yang aman bagi atlet untuk bercerita, agar persoalan bisa diselesaikan lebih cepat dan tidak mengganggu perkembangan maupun prestasi mereka,” pungkas Nabil.(*)

Berita Terkait

Terpilih Kembali Sebagai Ketua Pengprov Muaythai Jatim, Baso Juherman Siapkan Langkah Besar Menuju PON 2028
Mudhazir Salam Raih Juara I Ju-Jitsu Surabaya Rising Champion 2026
Budo Festival 2026 di Unesa, Perkuat Kerjasama Olahraga Jepang-Jatim
KONI Jatim Matangkan Persiapan PON Pantai 2026
Wawali Malang Evaluasi Jalur Mandiri Popda, Hasilnya Dua Atlet Dipastikan Berangkat
DRAMA 120 MENIT! Sempat Tertinggal, Indonesia Akhirnya Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti dan Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Muaythai Surabaya Jadikan SRC Seri 3 Ajang Pembibitan Atlet Menuju Porprov 2027
Raih 10 Emas, FAJI Jatim Juarai Kejurnas Arung Jeram 2026 di Bali
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:32 WIB

Urai Konflik Agraria, BRAN Dorong Integrasi Satu Data Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Bappenas dan BRAN Bersinergi: Percepat Pemerataan dan Kesejahteraan Rakyat, 23 Ribu Hektare Tanah Siap Diredistribusi

Selasa, 3 November 2026 - 09:28 WIB

Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Senin, 2 November 2026 - 19:17 WIB

Giant Sea Wall Pantura Disiapkan, BRAN Kawal Kepastian Tanah dan Perlindungan Nelayan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kapolda Ungkap Alasan Brimob Gerebek Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo, Buru DPO Pembakaran Warung Mi Babi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal Rp 1 Triliun Bagi Daerah Pendukung Program MBG

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:15 WIB

BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BRAN Gandeng Akademisi, Matangkan Regulasi Reforma Agraria

Berita Terbaru