DRAMA 120 MENIT! Sempat Tertinggal, Indonesia Akhirnya Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti dan Juara FIFA ASEAN Cup 2026

- Penulis

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SENTRALMERAHPUTIH.ID | JAKARTA – Tim Nasional (Timnas) Indonesia mencatat sejarah dengan menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti dalam laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.

Garuda memastikan gelar setelah pertandingan berlangsung dramatis selama 120 menit dengan skor 2-2. Dalam adu penalti, Indonesia menang 4-2 atas Thailand.

Hasil tersebut mengantarkan Indonesia menjadi tim pertama yang mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup sejak turnamen regional tersebut digelar di bawah naungan FIFA.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi malam bersejarah bagi sepak bola Indonesia.

Final yang disaksikan puluhan ribu suporter di SUGBK itu berlangsung ketat sejak menit pertama dan harus ditentukan melalui titik putih setelah kedua tim tidak mampu mencari pemenang hingga babak tambahan selesai.

Babak Pertama, Indonesia Dominan tetapi Gagal Membobol Gawang Thailand

Sejak pertandingan dimulai, Indonesia berusaha mengambil inisiatif serangan.

Garuda beberapa kali membangun serangan melalui sektor sayap dan lini tengah, sementara Thailand lebih banyak mengandalkan transisi cepat ketika mendapatkan kesempatan.

Pada menit-menit awal, Indonesia memperoleh sejumlah peluang.

Luke Vickery dan Mitchell Baker sempat memberikan ancaman ke pertahanan Thailand, tetapi kiper Saranon Anuin tampil sigap mengamankan gawangnya.

Indonesia terus berusaha membongkar pertahanan Thailand.

Namun, penyelesaian akhir dan penampilan Anuin membuat peluang-peluang tersebut belum menghasilkan gol.

Thailand juga bukan tanpa ancaman. Tim berjuluk Gajah Perang beberapa kali mencoba memanfaatkan celah di lini belakang Indonesia melalui serangan balik.

Hingga 45 menit pertama berakhir, kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.

Indonesia 0-0 Thailand.

Babak Kedua Mulai Memanas

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Thailand sempat memberikan tekanan, sedangkan Indonesia tetap berusaha mengontrol permainan.

Drama besar terjadi memasuki 10 menit terakhir pertandingan.

Thailand harus bermain dengan 10 pemain setelah bek Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Ole Romeny di sekitar kotak penalti.

Kartu kuning kedua tersebut membuat Mickelson langsung diganjar kartu merah dan harus meninggalkan lapangan pada menit ke-81.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Indonesia.

Pada menit ke-84, Indonesia memperoleh tendangan bebas.

Dean James maju sebagai eksekutor.

Sepakan Dean James meluncur ke arah gawang, tetapi bola terlebih dahulu mengenai pemain Thailand Iklas Sanron sehingga berubah arah dan mengecoh kiper Saranon Anuin.

Bola masuk ke gawang.

Indonesia unggul 1-0.

Gol tersebut langsung disambut ledakan sorak puluhan ribu penonton di SUGBK.

Presiden Prabowo Subianto yang menyaksikan pertandingan dari tribun VIP juga terlihat bangkit dan merayakan gol tersebut.

Namun, keunggulan Indonesia hanya bertahan sekitar tiga menit.

Pada menit ke-87, Thailand mampu menyamakan kedudukan. Berawal dari umpan silang Seksan Ratree, Iklas Sanron berada di posisi yang tepat dan melepaskan tembakan dari jarak dekat yang gagal dihentikan Emil Audero.

Indonesia 1-1 Thailand.

Ironisnya, Iklas menjadi pemain yang sebelumnya membuat Thailand kebobolan karena bola tendangan bebas Dean James membentur tubuhnya, tetapi beberapa menit kemudian ia justru menjadi pencetak gol penyama kedudukan bagi Thailand.

Hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol.

Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Extra Time: Thailand Berbalik Unggul

Indonesia memasuki babak tambahan dengan keuntungan jumlah pemain. Garuda bermain dengan 11 pemain, sementara Thailand hanya diperkuat 10 pemain setelah kartu merah Mickelson.

Baca Juga:  Kapolri dan Presiden Kenakan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama Saat Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-79

Namun, keunggulan jumlah pemain tidak otomatis membuat Indonesia mudah mencetak gol.

Pada 15 menit pertama extra time, Indonesia terus mencoba menekan. Beberapa peluang tercipta, tetapi belum mampu mengubah skor.

Thailand juga tetap berbahaya melalui serangan balik.

Memasuki babak kedua extra time, pertandingan semakin menguras tenaga kedua kesebelasan.

Justru Thailand yang berhasil membuat kejutan.

Pada sekitar menit ke-110/111, Peeradol Chamrasamee memanfaatkan kesalahan lini belakang Indonesia dalam situasi serangan balik. Sepakannya berhasil menaklukkan Emil Audero.

Thailand berbalik unggul.

Indonesia 1-2 Thailand.

Situasi tersebut membuat Indonesia berada dalam tekanan besar.

Waktu pertandingan semakin menipis dan Thailand yang bermain dengan 10 orang justru berada satu gol di depan.

Namun, Garuda tidak menyerah.

Pada menit ke-116, Indonesia akhirnya kembali menyamakan kedudukan.

Rizky Ridho mengirimkan umpan ke area kotak penalti. Bola kemudian disambar Elkan Baggott yang berhasil mengubah peluang tersebut menjadi gol.

Indonesia 2-2 Thailand.

Sisa waktu extra time tidak menghasilkan gol tambahan.

Setelah 120 menit pertandingan, skor tetap 2-2 dan pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Adu Penalti Menjadi Penentu

Drama kemudian berlanjut ke titik putih.

Indonesia akhirnya menunjukkan ketenangan dalam adu penalti dan berhasil menang dengan skor 4-2.

Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Garuda menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026.

Hasil itu menjadi klimaks dari perjuangan Indonesia sejak fase grup hingga partai puncak. Sebelumnya, Indonesia memastikan tiket final setelah menang telak 9-2 atas Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A.

Kemenangan besar tersebut membuat Indonesia unggul dalam produktivitas gol dan mengamankan posisi puncak grup.

Thailand sendiri lolos sebagai juara Grup B setelah lebih dahulu memastikan tempat di final.

Prabowo, Infantino dan Erick Thohir Saksikan Langsung

Final bersejarah tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting sepak bola dan pemerintahan.

Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung di SUGBK untuk menyaksikan laga final.

Prabowo tiba sekitar pukul 19.55 WIB dengan mengenakan jaket putih bertuliskan “Indonesia” dan didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kedatangannya disambut Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Presiden FIFA Gianni Infantino Serahkan Piala Bersama Presiden Prabowo

Sebelum pertandingan, Infantino bersama Erick Thohir menemui Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup serta perkembangan sepak bola Indonesia.

Infantino menyebut Indonesia telah menjadi tuan rumah yang luar biasa bagi penyelenggaraan turnamen perdana tersebut.

Rangkaian penutupan kemudian berlangsung di SUGBK setelah pertandingan final.

Kehadiran Presiden FIFA, Presiden RI, dan Ketua Umum PSSI untuk menyerahkan tropi FIFA ASEAN Cup 2026 menambah nilai historis ketika Indonesia akhirnya mengangkat trofi perdana FIFA ASEAN Cup.

Indonesia Cetak Sejarah

Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi catatan penting bagi perjalanan Timnas Indonesia.

Bukan hanya karena berhasil mengalahkan Thailand di partai final, tetapi juga karena Indonesia menjadi juara pertama dalam sejarah FIFA ASEAN Cup.

Perjalanan tersebut berakhir dengan cara yang dramatis: tertinggal, menyamakan kedudukan, kembali tertinggal di extra time, kemudian bangkit sebelum akhirnya memenangkan adu penalti.

Dari skor 0-0 di babak pertama, keunggulan 1-0, disamakan 1-1, tertinggal 1-2, hingga kembali menjadi 2-2 dan menang 4-2 melalui adu penalti.

Malam di SUGBK pun menjadi saksi lahirnya juara pertama FIFA ASEAN Cup.

Indonesia adalah juara FIFA ASEAN Cup 2026.(her)

Berita Terkait

Muaythai Surabaya Jadikan SRC Seri 3 Ajang Pembibitan Atlet Menuju Porprov 2027
Raih 10 Emas, FAJI Jatim Juarai Kejurnas Arung Jeram 2026 di Bali
Joachim Gunawan Kalahkan Petenis Australia Paul Hardjawana di Ajang ITF Widjojo Soejono 2026
Kaylee Tandjung Berhasil Pecundangi Petenis Australia Abigail Chan di Ajang ITF Widjojo Soejono 2026
Emas Asian Games dan Rekor Dunia Rahmat Erwin, LaNyalla Apresiasi Kontribusi Atlet Jatim
500 Peserta Siap Bertarung di Kejurprov IBCA MMA Jatim Sirkuit 3 Blitar
Silaturahmi ke Pemkot, Ketua IMI Surabaya Tegaskan Komitmen Prestasi Porprov 2027
Surabaya Rising Champion 2026 Jadi Ajang Pemetaan Kekuatan Floorball
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Moment HUT TNI ke-81, Kapolres Jombang Beri Kejutan kepada Kodim 0814, Sat Radar 405 Ploso dan Subdenpom Jombang

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Tak Sekadar Hadiri Upacara, Kapolres Bojonegoro Bawa Kejutan untuk TNI

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme, Ada Temuan Latihan Tembak

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Polsek Waru Bongkar Arena Sabung Ayam di Bungurasih Utara

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Polri Perkenalkan Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat”, Tegaskan Arah Pengabdian yang Berorientasi pada Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Polres Ngawi Percepat Pembentukan Agen Perlinsos, Capaian Tembus 100 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Tekan Kriminalitas, Polres Malang Intensifkan Razia Miras

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Libur Akhir Pekan, Polres Magetan Gaspol Patroli Malam Antisipasi Balap Liar dan Kriminalitas

Berita Terbaru