Dugaan Bocornya Keuangan Negara di Balik Perpanjangan Kontrak Sewa Lahan Marina Boom Banyuwangi oleh PT PPI

- Penulis

Jumat, 7 Maret 2025 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | Banyuwangi – Perpanjangan kontrak sewa lahan Marina Boom Banyuwangi yang dilakukan oleh PT Pelindo Properti Indonesia (PT. PPI) menuai sorotan tajam.

Proses perpanjangan yang dibalut dengan sistem lelang tender yang penawarannya dibuka sejak tanggal 5 Maret 2025 dan ditutup tanggal 10 Maret 2025 ini diduga tidak transparan dan berpotensi merugikan negara, Jum’at (7/3/2025).

Perlu diketahui nilai sewa yart marina boom Banyuwangi yang rencananya akan di tenderkan ini pada tahun-tahun sebelumnya memiliki nilai sewa hingga 68 Juta perbulan atau 816 Juta pertahun atau 4 Milyar 80 juta per 5 Tahun kontrak.

Berdasarkan temuan awal, terdapat indikasi bahwa hasil dari lelang tender ini tidak sepenuhnya disetorkan ke kas negara melalui induk perusahaan yakni PT. Pelindo III Cabang Tanjungwangi.

PT. PPI diduga hanya menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tanpa membayar kewajiban lainnya yang seharusnya masuk ke pendapatan negara, dan hal tersebut adalah hasil dari retribusi penarikan tiket masuk saja senilai 5.000 rupiah perorang nya dan naik menjadi 7.500 rupiah perorangnya.

Menurut catatan laporan keuangan PT. PPI tahun sebelumnya jumlah kunjungan ke Pantai marina boom sendiri bisa mencapai 440 ribu pengunjung pertahunnya dan sudah berjalan sejak tahun 2015 berdasarkan Perjanjian kerjasama hingga saat ini tahun 2025.

Hal ini berpotensi menyebabkan kebocoran keuangan negara yang cukup signifikan.

Baca Juga:  Sosialisasi Empat Pilar, LaNyalla Ajak Generasi Muda Maknai Pancasila sebagai Navigasi Kehidupan Bangsa

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya sebut saja inisial (M), mengatakan bahwa, mekanisme tender yang digunakan dalam perpanjangan kontrak ini tidak dilakukan secara terbuka dan hanya melibatkan pihak-pihak tertentu.

“Kami melihat ada indikasi kuat bahwa proses ini hanya formalitas, padahal sejatinya sudah ada kesepakatan sebelumnya terhadap pihak tertentu yang tidak menguntungkan negara,” ujar M kepada wartawan, Jumat (7/3/2025).

Sejumlah pihak mendesak agar Kementerian terkait dan aparat penegak hukum turun tangan untuk menyelidiki potensi penyimpangan ini.

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan aset negara, khususnya dalam penyewaan lahan strategis seperti Marina Boom Banyuwangi, harus ditingkatkan guna mencegah praktik-praktik yang dapat merugikan kepentingan publik.

Masyarakat berharap agar pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap perpanjangan kontrak ini dan memastikan bahwa setiap rupiah yang berasal dari aset negara benar-benar masuk ke kas negara, bukan hanya PNBP yang nilainya jauh lebih kecil dibandingkan potensi pendapatan yang seharusnya diperoleh.

Dari Pihak PT. PPI maupun PT. Pelindo III Cabang Tanjungwangi sendiri hingga saat ini belum menjawab klarifikasi maupun belum memberikan pernyataan resmi ke media terkait dugaan ini.

Namun, publik menunggu langkah tegas dari pihak berwenang untuk menindaklanjuti permasalahan ini agar tidak menjadi preseden buruk dalam pengelolaan aset negara di masa depan.(*)

Berita Terkait

Perizinan Menara Telekomunikasi di Bojonegoro Disebut Terhambat, Pelaku Usaha Harapkan Kejelasan dari DPMPTSP
Hari Bhayangkara ke – 80, Polres Ngawi Bedah Dua Rumah Jadi Layak Huni, Hadirkan Senyum dan Harapan Warga
Ratusan Personel Polres Magetan Kawal Pengesahan Warga Baru PSHT, Pastikan Berjalan Aman dan Kondusif
Kabag Ops Polres Kediri Kota Pimpin Pengamanan Terpadu, Rangkaian Tasyakuran Warga Baru PSHT Pusat Madiun Berlangsung Kondusif
Penataan atau Penggusuran Terselubung? Pedagang Unggas Surabaya Pertanyakan Arah Kebijakan Pemkot
Antisipasi Konvoi dan Kriminalitas, Polres Magetan Gencarkan Patroli Malam
Dukung Sukses Penyelenggaraan Haji 2026, Polri Terima Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Polres Ponorogo Gelar Bhayangkara Run 2026 Diikuti 1.500 Pelari
Berita ini 10 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 19:14 WIB

Perizinan Menara Telekomunikasi di Bojonegoro Disebut Terhambat, Pelaku Usaha Harapkan Kejelasan dari DPMPTSP

Senin, 6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Hari Bhayangkara ke – 80, Polres Ngawi Bedah Dua Rumah Jadi Layak Huni, Hadirkan Senyum dan Harapan Warga

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:53 WIB

Kabag Ops Polres Kediri Kota Pimpin Pengamanan Terpadu, Rangkaian Tasyakuran Warga Baru PSHT Pusat Madiun Berlangsung Kondusif

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:48 WIB

Penataan atau Penggusuran Terselubung? Pedagang Unggas Surabaya Pertanyakan Arah Kebijakan Pemkot

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:52 WIB

Antisipasi Konvoi dan Kriminalitas, Polres Magetan Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:46 WIB

Dukung Sukses Penyelenggaraan Haji 2026, Polri Terima Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:40 WIB

Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Polres Ponorogo Gelar Bhayangkara Run 2026 Diikuti 1.500 Pelari

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:14 WIB

Aktivitas Proyek Sumur Minyak Tawun Dipersoalkan Warga, Perusahaan Diminta Segera Sosialisasi

Berita Terbaru