sentralmerahputih.id | TUBAN – Aktivitas reaktivasi sumur minyak tua di Lapangan Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, menuai protes dari warga setempat. Sebagai bentuk penyampaian aspirasi, masyarakat memasang spanduk tuntutan di depan lokasi proyek dan meminta aktivitas pengeboran dihentikan sementara hingga dilakukan sosialisasi secara terbuka.
Warga meminta PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE), selaku mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Pertamina EP, segera menggelar sosialisasi di Balai Desa Kumpulrejo. Menurut mereka, masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai legalitas proyek, potensi dampak lingkungan, aspek keselamatan kerja, hingga manfaat yang akan diterima warga sekitar.
Selain menyoroti belum adanya sosialisasi, warga juga mengeluhkan kondisi jalan poros kecamatan yang mulai mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang mengangkut peralatan proyek menuju lokasi pengeboran.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan kendaraan proyek hampir setiap hari melintas membawa alat berat sehingga mempercepat kerusakan jalan.
“Setiap hari kendaraan proyek melintas membawa alat berat. Kondisi jalan mulai rusak dan pengguna jalan juga merasa terganggu,” ujarnya.
Menurut warga, ukuran kendaraan yang besar juga kerap menghambat arus lalu lintas karena ruas jalan relatif sempit. Pengendara dari arah berlawanan sering kali harus mengalah hingga turun ke bahu jalan, sehingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan, terutama pada jam-jam sibuk.
Pemerintah Desa Kumpulrejo berharap pihak perusahaan segera membuka ruang dialog dengan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, warga ingin memperoleh penjelasan mengenai dokumen lingkungan, langkah mitigasi dampak lalu lintas, serta komitmen perusahaan terhadap perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan yang terdampak aktivitas proyek.
Salah seorang warga bernama Ali (42) menjelaskan bahwa pemasangan spanduk merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai. Ia berharap perusahaan segera memberikan respons dengan menemui masyarakat untuk berdiskusi.
“Harapan kami sederhana, perusahaan datang, berdialog dengan masyarakat, menjelaskan rencana kegiatan, serta membahas perbaikan jalan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE) maupun PT Pertamina EP belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari kedua pihak dan memberikan ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Bud)












