sentralmerahputih.id | KEDIRI KOTA — Kesuksesan pengamanan kegiatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh banyaknya personel yang diterjunkan, melainkan juga oleh kepemimpinan di lapangan yang mampu membaca dinamika situasi secara cepat, komprehensif dan mengambil langkah yang tepat. Pendekatan itulah yang tampak dalam pengamanan rangkaian Tasyakuran Warga Baru PSHT Pusat Madiun Cabang Kota dan Kabupaten Kediri yang berlangsung di Lapangan Kelurahan Pojok, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026).
Kepala Bagian Operasional Polres Kediri Kota, Kompol Iwan Setyo Budhi, memimpin langsung pola pengamanan terpadu yang memadukan pengamanan statis di sekitar dan tempat berlangsungnya acara, serta dengan pengamanan dinamis pada jalur mobilitas peserta. Skema pengamanan tersebut diterapkan sejak kegiatan berlangsung hingga seluruh rombongan kembali ke daerah masing-masing pada Sabtu malam.
Dalam pelaksanaannya, Kompol Iwan Setyo Budhi turun langsung ke lapangan menggunakan sepeda motor untuk memantau kondisi sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan rombongan peserta yang hadir dari berbagai daerah. Kehadiran petugas baik dari unsur TNI maupun Polri di berbagai titik strategis menjadi bagian dari langkah antisipatif guna memastikan arus kepulangan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Saat rangkaian acara telah selesai, dan peserta mulai meninggalkan lokasi kegiatan, Kompol Iwan kembali berada di garis depan. Bersama personel lintas satuan fungsi, ia mengatur arus lalu lintas, mengurai kepadatan kendaraan, sekaligus memastikan setiap rombongan bergerak secara tertib sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Pengamanan kemudian dilanjutkan melalui pola pengawalan bergerak yang melekat pada rombongan peserta hingga melewati wilayah hukum Polres Kediri Kota. Strategi tersebut terbukti efektif mampu meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui.
Di sela-sela pelaksanaan tugas, Kompol Iwan juga secara berulang menyampaikan imbauan kepada seluruh peserta agar menjadikan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta penghormatan terhadap pengguna jalan lain sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga situasi keamanan.
Menurut Kompol Iwan Setyo Budhi, pengamanan kegiatan masyarakat harus dibangun melalui pendekatan yang mengedepankan profesionalisme, komunikasi, dan kolaborasi seluruh elemen yang terlibat.
“Pengamanan tidak semata-mata dimaknai sebagai kehadiran petugas, baik dari TNI maupun Polri, dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Lebih dari itu, pengamanan merupakan proses manajemen risiko yang menuntut kemampuan membaca dinamika lapangan secara komprehensif, mengintegrasikan seluruh sumber daya yang tersedia, serta membangun komunikasi yang persuasif dengan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terpelihara,” ujar Kompol Iwan Setyo Budhi, Minggu ( 05/07 )
Perwira satu melati emas di pundaknya ini menambahkan, keberhasilan pengamanan merupakan hasil sinergi antara TNI, Polri, panitia penyelenggara, serta seluruh peserta yang menunjukkan kedisiplinan selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengapresiasi sikap kooperatif seluruh peserta dan pihak penyelenggara. Kesadaran untuk menaati aturan, menjaga ketertiban, serta menghormati kepentingan masyarakat pengguna jalan menjadi modal utama dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” katanya lagi.
Melalui pola pengamanan terpadu yang mengombinasikan pengamanan statis, patroli dinamis, pengaturan lalu lintas, pengawalan bergerak, serta komunikasi humanis kepada peserta, rangkaian Tasyakuran Warga Baru PSHT Pusat Madiun Cabang Kota dan Kabupaten Kediri berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Pendekatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Polres Kediri Kota dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang Presisi ( Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan ).












