sentralmerahputih.id | SURABAYA — Ambisi Surabaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 tidak hanya soal prestasi, tetapi juga kesiapan infrastruktur.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk menutup seluruh kekurangan venue, termasuk pembangunan sirkuit grasstrack dan motocross yang selama ini belum dimiliki kota tersebut.
Komitmen itu disampaikan dalam forum silaturahmi bersama KONI Surabaya dan 57 pengurus cabang olahraga di Graha Sawunggaling, Selasa (28/4/2026).
Dalam forum tersebut, isu utama yang mengemuka adalah keterbatasan fasilitas untuk beberapa cabang olahraga, terutama otomotif.
“Kalau tidak ada sirkuit, kita buatkan. Kalau belum ada lapangan, kita siapkan. Saat menjadi tuan rumah, semua venue harus ada di Surabaya,” tegas Eri.
Tantangan Lama: Ketergantungan pada Daerah Lain
Selama ini, sejumlah cabang olahraga di Surabaya masih bergantung pada fasilitas di luar kota untuk pelaksanaan kejuaraan.
Kondisi tersebut dinilai menjadi kelemahan jika Surabaya ingin tampil sebagai tuan rumah Porprov yang mandiri dan kompetitif.
Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, secara terbuka mengakui bahwa cabang otomotif seperti grasstrack dan motocross belum memiliki venue representatif.
“Kesiapan venue menjadi kunci. Untuk beberapa cabang, terutama otomotif, kita masih punya pekerjaan rumah,” ujarnya.
Instruksi Langsung: Percepatan Pembangunan Venue
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota langsung menginstruksikan perangkat daerah, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Surabaya, untuk mempercepat pembangunan dan penyiapan seluruh fasilitas olahraga.
Langkah ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem olahraga kota. Dengan tersedianya venue yang lengkap, pembinaan atlet dinilai akan lebih optimal dan berkelanjutan.
Momentum Kebangkitan Olahraga Otomotif
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Surabaya, Samsurin, menyambut positif rencana pembangunan sirkuit tersebut.
Menurutnya, selama ini olahraga otomotif di Surabaya berkembang, namun belum didukung fasilitas yang memadai.
“Ini menjadi angin segar bagi kami. Dengan adanya sirkuit, pembinaan atlet bisa lebih terarah dan kompetisi bisa digelar di dalam kota,” ujarnya.
Ia juga menilai sinergi antara pemerintah kota, KONI, dan pengurus cabang olahraga mulai menunjukkan arah yang solid dalam menyongsong Porprov 2027.
Lebih dari Sekadar Tuan Rumah
Penguatan infrastruktur olahraga yang digagas Pemerintah Kota Surabaya tidak hanya bertujuan sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga membangun warisan jangka panjang (legacy).
Venue yang dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pembinaan atlet, event regional hingga nasional, serta mendorong sport tourism.
Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar satu tahun lebih, tantangan terbesar terletak pada konsistensi realisasi pembangunan dan koordinasi lintas sektor.
Namun, dengan komitmen politik yang kuat dari kepala daerah serta dukungan organisasi olahraga, Surabaya optimistis mampu menjawab tantangan tersebut.
Porprov 2027 pun diproyeksikan bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum transformasi infrastruktur olahraga di Kota Pahlawan.(*/hr)












