IMI Surabaya Minta Pengelolaan Sirkuit Bung Tomo Diperketat dan Terklaster

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | SURABAYA – Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya, Samsurin, menyoroti pengelolaan dan pemanfaatan Sirkuit Bung Tomo yang dinilai masih belum optimal.

Ia menegaskan perlunya pengaturan yang lebih jelas dengan sistem klasterisasi pengguna, agar sirkuit dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.

Menurut Samsurin, penggunaan sirkuit harus dibedakan antara atlet berprestasi, atlet binaan, dan masyarakat umum yang hanya bersifat penghobi.

“Perlu ada pengelompokan. Penghobi tetap bisa menggunakan, tetapi harus menjadi tanggung jawab IMI karena sudah ada regulasi nasional olahraga bermotor yang mengatur,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak bisa menggunakan sirkuit secara sembarangan tanpa mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Penggunaan fasilitas olahraga, termasuk Sirkuit Bung Tomo, harus mengacu pada aturan yang sama seperti penggunaan Gelora Bung Tomo maupun Gelora 10 November.

“Tidak bisa masyarakat umum tiba-tiba menyewa sirkuit tanpa prosedur yang jelas. Ini fasilitas olahraga yang harus dijaga standar dan keamanannya,” tegasnya.

Samsurin juga menilai pengawasan terhadap Sirkuit Bung Tomo selama ini masih lemah.

Akibatnya, manfaat pembangunan sirkuit belum sepenuhnya dirasakan oleh komunitas otomotif yang aktif dan konsisten.

Ia meminta Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), untuk mengoptimalkan penerapan regulasi terkait sewa dan tarif sirkuit, yang diatur dalam Perwali dan Perda yang berlaku.

“Sirkuit Bung Tomo secara fasilitas sudah bisa dikategorikan sebagai sirkuit berstandar internasional dan menjadi barometer bagi sirkuit lain di Jawa Timur. Dari sini lahir sirkuit-sirkuit di daerah seperti Blitar, Madiun, hingga Magetan,” jelasnya.

Baca Juga:  IMI Surabaya Gelar Open Call Latber, Siapkan Database dan Sekolah Balap Atlet Muda

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran IMI di tingkat daerah dalam mendorong perkembangan olahraga otomotif, termasuk dalam mengakses dukungan anggaran di masing-masing wilayah.

Samsurin juga mengapresiasi penurunan angka balap liar di Surabaya yang dinilai cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Hal ini, menurutnya, tidak lepas dari meningkatnya minat komunitas terhadap kegiatan latihan bersama (latber) di sirkuit.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa potensi tersebut harus segera direspons oleh pemerintah.

Jika tidak, peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor olahraga otomotif bisa terlewatkan.

“Kalau ini tidak dikelola dengan baik, maka potensi PAD tidak akan maksimal. Padahal ini juga bagian dari amanah wali kota untuk meningkatkan prestasi dan fasilitas olahraga,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi sistem Surabaya Single Window dalam proses penyewaan sirkuit.

Sosialisasi kepada komunitas otomotif dinilai masih perlu ditingkatkan agar tidak terjadi penyalahgunaan.

“Jangan sampai yang terdaftar hanya dua atau tiga motor, tapi di lapangan bisa lebih dari 100 motor. Ini rawan penyalahgunaan wewenang dan berpotensi menimbulkan praktik yang tidak transparan,” pungkasnya.

Samsurin berharap pengelolaan Sirkuit Bung Tomo ke depan dapat lebih tertib, transparan, dan memberikan manfaat maksimal, baik untuk pembinaan atlet maupun masyarakat otomotif di Kota Surabaya, terutama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.(*)

Berita Terkait

IMI Surabaya Siapkan Unity Ride 2026, Angkat Pariwisata Lewat SUNMORI
Kapolres Gresik Pimpin Pengamanan Piala AFF U-17, Laga Perdana Berlangsung Aman
Saring Bibit Unggul Daerah, 70 Atlet Siap Tampil di Kejurprov Loncat Indah Jatim
Halal Bihalal KONI Kabupaten Kediri Jadi Momentum Bidik Lima Besar Porprov Jatim 2027
Menuju Porprov 2027, 40 Cabor Ikuti Kejuaraan Piala Wali Kota Surabaya
LaNyalla Kembali Terpilih Sebagai Ketum PB Muaythai Indonesia 2026-2030
Rakernas Muaythai Indonesia 2026, Menpora Apresiasi Kepemimpinan LaNyalla dan Dorong Prestasi serta Industri Olahraga
Ketua PSSI Surabaya Soroti Terbitnya SK Pengurus PSSI Jatim
Berita ini 3 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:59 WIB

Indonesia Siap Gelar AVC Men’s Champions League 2026 di Pontianak, Momentum Kebangkitan Voli Asia

Rabu, 11 Maret 2026 - 03:40 WIB

Ketum KONI Jatim Hormati Proses Hukum Ketua KBI Jatim yang Diduga Terjerat Kasus Asusila

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:38 WIB

Sahurun 30K : Polres Magetan Wadahi Komunitas Pelari di Bulan Ramadhan

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:12 WIB

Bupati Gresik Serahkan Bonus Rp 9,3 milliar Kepada Atlet, Pelatih, Asisten Pelatih dan Official Porprov IX Jatim

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:10 WIB

KONI Jatim Jajaki Kerja Sama dengan Jepang, Targetkan Prestasi Atlet Naik ke Level Dunia

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:50 WIB

KONI Jatim Bentuk Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Atlet dan Insan Olahraga

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:42 WIB

Perkuat Sport Science, KONI Jatim dan Hope Physiotherapy Lanjutkan Kolaborasi Penanganan Cedera Atlet

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:34 WIB

Cetak Pelatih Berkualitas, PBVSI Malang Gelar Pelatihan Pelatih Bola Voli 2026

Berita Terbaru