Tergiur Jadi ASN, 14 Warga Gresik Tertipu hingga Rp1,5 Miliar, Polisi Dalami Dugaan Jaringan dan Korban Baru

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | GRESIK — Praktik penipuan bermodus pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali mencuat.

Polres Gresik mengungkap kasus pemalsuan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK dan PNS yang diduga merugikan korban hingga miliaran rupiah.

Kasus ini tidak hanya menyoroti kerugian materiil, tetapi juga membuka celah kerentanan dalam proses rekrutmen yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Pelaku berinisial AT (46), warga Cerme, Gresik, diamankan setelah serangkaian penyelidikan berdasarkan dua laporan polisi pada April 2026. Ia ditangkap di Kalimantan Tengah setelah aparat berkoordinasi lintas wilayah.

Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan sembilan orang yang mendatangi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gresik dengan membawa fotokopi legalisir SK pengangkatan ASN.

“Setelah diverifikasi, dokumen tersebut tidak sesuai dengan produk resmi yang dikeluarkan BKPSDM. Dari situ kasus ini berkembang,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (27/4/2026).

Modus: Janji Lolos ASN dengan SK Palsu

Hasil penyidikan mengungkap, tersangka menawarkan “jalan pintas” menjadi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Ia meyakinkan korban dengan menunjukkan SK pengangkatan palsu yang dibuat seolah-olah resmi.

Sebanyak 14 orang tercatat menjadi korban dengan nilai kerugian bervariasi antara Rp70 juta hingga Rp350 juta per orang.

Total keuntungan yang diraup pelaku diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, menyebutkan bahwa pelaku memanfaatkan minimnya literasi masyarakat terkait mekanisme rekrutmen ASN.

“Pelaku membangun kepercayaan dengan dokumen yang tampak meyakinkan. Ini yang membuat korban percaya dan menyerahkan uang,” jelasnya.

Terungkap dari Verifikasi BKPSDM

Kasus ini terkuak setelah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gresik menemukan kejanggalan pada dokumen yang dibawa para korban.

SK tersebut tidak tercatat dalam sistem resmi.

Baca Juga:  Polres Gresik Tangkap Bank Plecit Yang Diduga Aniaya Dua Perempuan di Kebomas

Kepala BKPSDM Kabupaten Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen ASN dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya.

“Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu, itu sudah pasti tidak benar. Masyarakat harus selalu mengecek ke kanal resmi pemerintah,” ujarnya.

Penangkapan Lintas Provinsi dan Barang Bukti

Setelah mengetahui keberadaan pelaku di Kalimantan Tengah, tim Satreskrim Polres Gresik berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan penangkapan. AT akhirnya diamankan di sebuah rumah kontrakan di Kabupaten Seruyan.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu unit telepon seluler yang digunakan untuk berkomunikasi dengan korban serta satu kartu ATM atas nama istrinya yang diduga menjadi sarana transaksi.

Indikasi Jaringan dan Potensi Korban Baru

Meski pelaku telah diamankan, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat maupun korban tambahan.

Polisi tidak menutup kemungkinan praktik serupa telah berlangsung lebih luas.

“Penyidikan terus kami kembangkan. Bisa jadi masih ada korban lain yang belum melapor,” kata AKBP Ramadhan.

Imbauan: Waspadai “Jalan Pintas” Jadi ASN

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa tingginya minat masyarakat menjadi ASN kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Janji instan tanpa prosedur resmi menjadi pintu masuk utama praktik penipuan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk hanya mengakses informasi rekrutmen melalui jalur resmi pemerintah serta tidak tergiur iming-iming kelulusan instan.

“Kami minta masyarakat tidak mudah percaya pada tawaran yang menjanjikan kelulusan dengan cara tidak sah. Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan,” tegas Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.

Dengan terungkapnya kasus ini, aparat berharap kesadaran publik meningkat sekaligus mendorong transparansi dalam sistem rekrutmen, agar praktik serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.(*/hr)

Berita Terkait

Olah TKP Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: Polisi Temukan Serpihan Tulang hingga Mesin Penggiling
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Jasad Korban Diduga Dibakar dan Dimasukan Mesin Penggiling Daging
Polres Tanjung Perak Bongkar Peredaran Sabu di Surabaya, Pria 36 Tahun dan BB 5,65 Gram Berhasil Diamankan
Sabu 17,11 Gram Diselundupkan dalam Ayam Goreng ke Lapas Porong, Polisi Tetapkan Empat Tersangka
Mengaku Jadi Korban Teror DC Pinjol, Perempuan Ini Menangis di SPKT Polsek Manyar, Ini Respon Kapolres Gresik
Wajah Terduga Maling Motor di Karangpilang Terekam CCTV, Korban Berharap Polisi Segera Tindaklanjuti
Edarkan 8,4 Gram Sabu, Pria 51 Tahun di Sawah Pulo Ditangkap Polres Tanjung Perak
Tiga Anggota DPRD Diamankan dalam Kasus Narkoba, Polrestabes Surabaya Pilih Jalur Restorative Justice
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:12 WIB

Siaga Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Bojonegoro : Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Rabu, 4 November 2026 - 16:08 WIB

Usai Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Kapolda Jatim Perkuat Sinergi TNI–Polri dan Terima Brevet Kavaleri Korps Marinir

Rabu, 4 November 2026 - 16:07 WIB

Hasil Tes DNA Pastikan Identitas Korban, Polda Jatim Serahkan Jenazah Ibu dan Anak Kasus Pembunuhan Madiun

Rabu, 4 November 2026 - 15:55 WIB

Tatap Muka dan Arahan Kapolres Jombang Kepada Personel Polsek Ploso dan Polsek Plandaan

Rabu, 4 November 2026 - 12:36 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gandeng Sekolah Bentengi Pelajar dari Bahaya Narkoba

Rabu, 4 November 2026 - 12:35 WIB

Polda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Kapolda: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Rabu, 4 November 2026 - 12:33 WIB

POLINDIK: Polresta Malang Kota Edukasi Siswa Cegah Paham Radikal

Rabu, 4 November 2026 - 12:30 WIB

Siaga Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Lumajang Tegaskan Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama

Berita Terbaru