sentralmerahputih.id | GRESIK – Prestasi membanggakan ditorehkan Dojo Wijaya Putra dalam ajang Kejuaraan Daerah/Kejuaraan Provinsi (Kejurda/Kejurprov) Ju-Jitsu Piala Gubernur Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Kabupaten Gresik, 29–30 Agustus 2026.
Mengirimkan 72 atlet, Dojo Wijaya Putra tampil produktif dengan mengoleksi 30 medali emas, 22 perak, dan 11 perunggu dari berbagai kelas umur yang dipertandingkan.
Total 63 medali tersebut menjadi kontribusi penting bagi kontingen Ju-Jitsu Surabaya dalam ajang tingkat Jawa Timur tersebut.
Capaian itu sekaligus menjadi gambaran bahwa pembinaan atlet di tingkat dojo mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kekuatan kontingen daerah.
72 Atlet, 63 Medali
Turunnya 72 atlet Dojo Wijaya Putra bukan sekadar mengejar jumlah peserta.
Persiapan yang dilakukan sebelum kejuaraan menjadi salah satu faktor yang dinilai berpengaruh terhadap capaian para atlet di atas matras.
Pelatih Dojo Wijaya Putra, Eddy Suprijanto mengatakan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari keseriusan para siswa dalam menjalani persiapan sebelum menghadapi kompetisi.
Menurutnya, latihan yang dilakukan secara konsisten menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.
“Prestasi ini tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan para siswa sebelum mengikuti ajang ini. Mereka berlatih dan mempersiapkan diri dengan serius,” ujar pelatih Dojo Wijaya Putra, Eddy Suprijanto, Selasa (1/9/2026).
Selain kerja keras atlet dan pelatih, ia menilai dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasi para atlet.
“Peran serta orang tua juga tidak bisa dianggap sepele. Dukungan mereka menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang prestasi para siswa,” tambahnya.
Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk pembiayaan dan kebutuhan perlengkapan latihan maupun pertandingan, tetapi juga memberikan motivasi kepada atlet untuk menjalani proses latihan secara konsisten.
Persaingan Ketat, 700 Atlet Turun di Gresik
Kejurda/Kejurprov Ju-Jitsu Piala Gubernur Jawa Timur 2026 bukan kompetisi dengan skala kecil.
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari di WEP Gresik tersebut diikuti sekitar 700 atlet dari 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Para atlet bertanding dalam sejumlah nomor, termasuk Fighting System dan Ne-Waza System. Kejuaraan tersebut juga menjadi ajang uji tanding sekaligus pemantauan kemampuan atlet daerah.
Bukan Sekadar Medali
Bagi Dojo Wijaya Putra, capaian di Gresik tersebut diharapkan tidak berhenti pada perolehan medali.
Keberhasilan 30 atlet meraih emas, 22 atlet membawa pulang perak dan 11 lainnya memperoleh perunggu menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan mental bertanding.
Lebih jauh, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan olahraga prestasi membutuhkan ekosistem yang melibatkan banyak pihak mulai dari atlet, pelatih, orang tua, dojo, organisasi cabang olahraga hingga pemerintah daerah.
Jika pola pembinaan seperti ini dapat dipertahankan dan dikembangkan, bukan tidak mungkin para atlet muda yang tampil di Gresik 2026 akan menjadi bagian dari kekuatan Surabaya dan Jawa Timur pada Porprov 2027 maupun PON 2028.
Bagi Dojo Wijaya Putra, pekerjaan berikutnya bukan sekadar mempertahankan jumlah medali, melainkan memastikan para atlet terus berkembang, memiliki mental juara, serta mampu bersaing ketika level kompetisi semakin tinggi.(*/yul)












