Soekarno Cup U-17 2026 Buka Jalan Talenta Muda Menuju Klub Profesional dan Timnas

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | SURABAYA – Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup U-17 2026 resmi dibuka di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 400 talenta muda dari 16 provinsi ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung pada 10-24 Agustus 2026 tersebut.

Pembukaan Soekarno Cup 2026 berlangsung meriah dengan atraksi drum band yang membawakan musik tradisional dari berbagai daerah.

Suasana semakin semarak dengan pertunjukan seni tradisional seperti reog, bantengan, jaranan, hingga tarian kontemporer yang disaksikan lebih dari 7.000 masyarakat.

Pertandingan Soekarno Cup 2026 digelar di sejumlah venue di Jawa Timur, yakni Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.

Kompetisi ini menjadi ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan dan mental sebagai atlet.

Juru Bicara Soekarno Cup yang juga legenda Timnas Indonesia, Anang Ma’ruf, mengatakan kompetisi usia muda memiliki peran penting dalam membangun fondasi sepak bola nasional.

“Kompetisi menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membentuk mental dan karakter sebagai atlet,” ujar Anang, di Surabaya, Senin (10/8/2026).

Menurut mantan pemain Timnas Indonesia dengan 31 penampilan tersebut, pembinaan pemain muda tidak cukup hanya melalui latihan teknis.

Para pemain perlu mendapatkan pengalaman kompetisi agar terbiasa menghadapi tekanan, menjaga sportivitas, bekerja sama, serta memiliki mental untuk terus berkembang.

Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, mengatakan atraksi budaya dalam pembukaan menjadi simbol keberagaman Indonesia.

Setiap kontingen membawa identitas daerah masing-masing, tetapi bertemu dalam satu arena melalui sepak bola.

“Atraksi tersebut menghadirkan pesan tentang keberagaman Indonesia. Setiap kontingen membawa identitas daerahnya masing-masing, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu arena melalui sepak bola,” kata Komarudin.

Ia menambahkan, perpaduan olahraga dan budaya juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi sebagai atlet, tetapi memiliki karakter, rasa kebersamaan, serta kepedulian terhadap budaya bangsa.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengatakan kehadiran 400 pemain dari 16 provinsi menunjukkan besarnya potensi sepak bola usia muda di Indonesia.

“Ada 400 talenta muda dari 16 provinsi yang datang ke sini. Mereka membawa karakter dan gaya bermain dari daerah masing-masing. Ini kesempatan yang sangat baik bagi mereka untuk saling belajar,” ujar Said.

Menurutnya, Soekarno Cup diharapkan menjadi wadah bagi pemain muda untuk menemukan pengalaman, kepercayaan diri, serta membangun mimpi menjadi pesepak bola yang lebih baik.

Harapan serupa disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Ia mengatakan pelaksanaan Soekarno Cup di Jawa Timur menjadi kesempatan untuk menemukan talenta-talenta muda yang selama ini belum mendapatkan ruang untuk berkembang.

Baca Juga:  Dibuka Ketum KONI Surabaya, 100 Atlet Anggar Bersaing di Piala KONI 2025

“Harapan kami dengan Soekarno Cup ini memberikan semangat kepada talenta-talenta muda. Mereka yang selama ini belum mendapatkan tempat bisa mendapatkan tempat untuk jenjang kariernya,” kata Eri.

Eri mengungkapkan, proses pencarian pemain dilakukan hingga ke pelosok desa. Menurutnya, sejumlah peserta memiliki perjuangan panjang untuk bisa menekuni sepak bola, bahkan ada pemain yang harus bekerja terlebih dahulu untuk membeli sepatu dan ada pula yang berjalan kaki saat berlatih.

“Kami berharap dari Soekarno Cup ini lahirlah talenta-talenta muda yang bisa masuk ke Tim Nasional Indonesia,” imbuhnya.

Eri juga menyebut keberhasilan Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026 menjadi tambahan motivasi bagi pembinaan sepak bola di Jawa Timur.

Ia berharap klub-klub profesional di Surabaya dan Jawa Timur dapat memantau pemain yang tampil di Soekarno Cup sehingga kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai ajang pertandingan, tetapi menjadi bagian dari jalur regenerasi pemain.

“Banyak klub yang sudah melihat turnamen Soekarno Cup ini untuk mencari bakat-bakat pemain. Semoga Soekarno Cup ini bisa menciptakan pemain-pemain muda dan bakat mereka bisa diambil oleh klub-klub profesional,” jelasnya.

Eri juga mendorong adanya sinergi dengan PSSI Jawa Timur, terutama untuk mendukung regenerasi pemain menghadapi agenda Porprov 2027 dan PON 2028.

Menurutnya, kolaborasi dengan PSSI penting agar proses pencarian dan pendataan pemain dapat berjalan lebih terarah.

Ia mencontohkan penyelenggaraan Soekarno Cup yang memiliki aturan terkait pemain Elite Pro Academy (EPA) dan bekerja sama dengan PSSI dalam proses verifikasi pemain.

“Kami membutuhkan kerja sama yang kuat dengan PSSI untuk Porprov besok sekaligus untuk PON. Semoga ini menjadi kerja sama yang luar biasa untuk menciptakan dan mencari talenta-talenta muda untuk menjadi pemain profesional,” katanya.

Bagi para pemain, Soekarno Cup U-17 2026 juga menjadi kesempatan membangun pengalaman dan persahabatan lintas daerah.

Pemain Banteng Jatim FC U-17, Gema Farand, mengaku senang dapat kembali mengikuti turnamen tersebut setelah sebelumnya tampil pada Soekarno Cup 2025 di Bali.

“Kami bersyukur bisa ikut di Soekarno Cup. Di sini kami dikenalkan dengan budaya Nusantara dan berkenalan dengan teman-teman dari seluruh penjuru Tanah Air. Jadi selain bermain bola, kami juga membangun persahabatan tanpa melihat suku, agama, dan daerah,” ujar Gema.

Soekarno Cup sendiri telah digelar sejak 2023 di Jakarta, kemudian berlanjut di Bali pada 2025. Tahun ini, Jawa Timur menjadi tuan rumah setelah sebelumnya menjadi salah satu daerah dengan prestasi menonjol dalam kompetisi tersebut.(her)

Berita Terkait

Terpilih Kembali Sebagai Ketua Pengprov Muaythai Jatim, Baso Juherman Siapkan Langkah Besar Menuju PON 2028
Mudhazir Salam Raih Juara I Ju-Jitsu Surabaya Rising Champion 2026
Budo Festival 2026 di Unesa, Perkuat Kerjasama Olahraga Jepang-Jatim
KONI Jatim Matangkan Persiapan PON Pantai 2026
Wawali Malang Evaluasi Jalur Mandiri Popda, Hasilnya Dua Atlet Dipastikan Berangkat
DRAMA 120 MENIT! Sempat Tertinggal, Indonesia Akhirnya Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti dan Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Muaythai Surabaya Jadikan SRC Seri 3 Ajang Pembibitan Atlet Menuju Porprov 2027
Raih 10 Emas, FAJI Jatim Juarai Kejurnas Arung Jeram 2026 di Bali
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:01 WIB

Polres Lumajang Berangkatkan Personel dan Paket Sembako, Bantu Warga Terdampak Banjir Tempursari

Jumat, 6 November 2026 - 11:59 WIB

Polres Gresik Ungkap Peredaran Narkoba Sita 57,96 Gram Sabu dari Tangan Residivis

Jumat, 6 November 2026 - 11:58 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Kerja Bakti dan Penanaman Pohon, Dorong Green Policing

Jumat, 6 November 2026 - 07:42 WIB

Kapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan

Jumat, 6 November 2026 - 07:39 WIB

Kapolda Jatim Silaturahmi ke PWM Gandeng Ulama Perkuat Kamtibmas dan Berantas Narkoba

Kamis, 5 November 2026 - 18:49 WIB

12 Rumah Rusak Diterjang Angin, Polsek Temayang Bersama Koramil dan Instansi Terkait Bantu Warga

Kamis, 5 November 2026 - 17:17 WIB

Polsek Geneng Amankan Popda XV Jawa Timur 2026 Cabang Basket Di GOR Bung Hatta Ngawi

Kamis, 5 November 2026 - 15:44 WIB

Kapolda Jatim Silaturahmi ke PWNU, Perkuat Sinergi Kamtibmas dan Perlindungan Santri

Berita Terbaru