SURABAYA, SENTRAL MERAH PUTIH – Arek-Arek Nusantara menggelar kegiatan kebudayaan dan spiritualitas bertajuk “Merawat Warisan Leluhur, Meneguhkan Kebangkitan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa” di Alas Nambas Kelingan Nusantara, Surabaya, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada 7 November sekaligus menyambut peringatan Hari Pahlawan pada 10 November.
Ketua Arek-Arek Nusantara, Ki Ageng Kinco, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen untuk menjaga, merawat, dan melestarikan kebudayaan serta ajaran leluhur yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Menurut Ki Ageng Kinco, keberadaan penghayat kepercayaan beserta tradisi dan ajaran leluhur merupakan kekayaan kebudayaan Nusantara yang harus dihormati, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui seremonial atau mengenang sejarah masa lalu.
Namun, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, pembelajaran, pengamalan, serta upaya menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
“Warisan leluhur jangan sampai hilang ditelan zaman. Kebudayaan harus tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Karena menjaga kebudayaan berarti menjaga jati diri bangsa,” kata Ki Ageng Kinco melalui rilisnya, Sabtu (7/11/2026).
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diisi dengan kerja bakti membersihkan tujuh tempat sakral, suguh tumpeng, ibadah bersama, serta diskusi budaya.
Adapun tujuh tempat sakral yang menjadi sasaran kegiatan bersih-bersih meliputi Sanggar Agung Pamujan Nusantara, Mbah Oyot, Sanggar Manunggal Jati, Nyai Kembar Asem Sari, Pringgodani, Dewi Sri, serta Singgasana Kunti dan Pandu.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan suguh tumpeng dan ibadah bersama di Sanggar Agung Pamujan Nusantara.
Sementara diskusi budaya dilaksanakan di Sanggar Joko Berek Alas Nambas Kelingan Nusantara.
Ki Ageng Kinco juga menyoroti pentingnya regenerasi dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan dan ajaran leluhur.
Menurutnya, generasi penerus tidak boleh hanya mengenal sejarah dan tradisi, tetapi juga harus memahami serta mengamalkan ajaran budi pekerti luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut tumbuh generasi muda yang memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, patriotisme, militansi, serta semangat progresif dan revolusioner yang tetap berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.
Lebih lanjut, momentum Hari Pahlawan pada 10 November menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti setelah kemerdekaan berhasil direbut dan dipertahankan.
Perjuangan juga harus dilanjutkan melalui upaya menjaga identitas bangsa, merawat kebudayaan, serta mempertahankan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat.
Sebagai organisasi yang membawa semangat Arek-Arek Nusantara di Surabaya, yang dikenal sebagai Kota Pahlawan, Ki Ageng Kinco memandang bahwa semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya melalui perjuangan kebudayaan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Melalui diskusi budaya, pihaknya juga ingin membuka ruang pertukaran pemikiran, memperkuat kesadaran budaya, serta membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya melestarikan warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.
“Menyiapkan generasi penerus berarti memastikan nilai-nilai luhur Nusantara tetap hidup sepanjang zaman. Kami ingin generasi muda tidak kehilangan jati dirinya, memiliki budi pekerti luhur, serta mempunyai jiwa patriotik dan semangat perjuangan sebagaimana karakter para pejuang bangsa,” pesan Ki Ageng Kinco.
Arek-Arek Nusantara berharap kegiatan ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan warisan hidup yang harus dirawat dan diteruskan.
Melalui semangat Hidup Pemuda, Hidup Rakyat, Arek-Arek Nusantara mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghormati warisan leluhur, menjaga keberagaman budaya, serta membangun generasi bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan berbudi pekerti luhur.
Kegiatan yang berlangsung di Alas Nambas Kelingan Nusantara, Surabaya, tersebut menjadi salah satu bentuk perjuangan kebudayaan dalam menjaga identitas dan nilai-nilai luhur Nusantara.(*)






