sentralmerahputih.id | SERANG – Dua personel Satuan Brimob Polda Banten mengalami luka-luka akibat dugaan pengeroyokan dan pembacokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah debt collector (DC) di Jalan Raya Serang–Cilegon Km 3,5, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (2/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat terjadi upaya penarikan kendaraan milik salah seorang personel Satbrimob Polda Banten.
Situasi kemudian berkembang menjadi adu argumen antara kedua belah pihak yang berujung keributan di lokasi kejadian.
Dalam insiden tersebut, dua personel Brimob dilaporkan menjadi korban.
Korban pertama, Bripda M. Fajar Dwi, mengalami luka akibat benda tajam pada bagian kepala dan tangan. Saat ini ia menjalani perawatan di IGD Rumah Sakit Bhayangkara.
Sementara korban kedua, Bripda Ahmad Yani, mengalami pendarahan pada bagian hidung dan kaki serta dislokasi bahu kiri. Korban menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang.
Menurut hasil penyelidikan awal, di tengah keributan salah seorang terduga pelaku diduga mengambil kapak dari dalam kendaraan Toyota Fortuner berpelat nomor D 1213 ADN.
Tidak lama kemudian terjadi aksi kekerasan yang mengakibatkan kedua personel Brimob mengalami luka serius dan harus dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Usai kejadian, sekitar 30 personel Satbrimob Polda Banten mendatangi lokasi untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat.
Para terduga pelaku disebut melarikan diri menggunakan dua unit Toyota Fortuner berwarna hitam dengan nomor polisi B 2164 BJB dan D 1213 ADN.
Dalam perkembangan penanganan kasus, aparat telah mengamankan dua orang terduga pelaku. Keduanya masing-masing berinisial FN (29) dan YSB (40).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua terduga pelaku saat ini juga menjalani perawatan di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.
Saat ini kasus tersebut ditangani Tim Resmob Polda Banten. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Selain melakukan penyelidikan, personel kepolisian juga masih melakukan pencarian terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dan melarikan diri pasca-insiden.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polda Banten terkait status hukum para terduga pelaku maupun motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan seluruh fakta dalam kasus tersebut.(*)












