sentralmerahputih.id | JAKARTA — Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) terus menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan tim nasional menghadapi ajang bergengsi IFMA Senior World Championship dan IFMA School World Championship 2026 yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada bulan Juni mendatang.
Melalui program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Mandiri, PBMI telah memanggil atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia untuk menjalani persiapan intensif di daerah masing-masing.
Program ini dirancang untuk memastikan kesiapan optimal seluruh atlet, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental, sebelum bertanding di level dunia.
Ketua Umum PBMI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan bahwa fokus utama organisasi saat ini adalah pembinaan atlet secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa setelah mendapatkan kepercayaan untuk memimpin kembali sebagai ketua umum, seluruh energi PBMI diarahkan pada peningkatan kualitas atlet dan sistem pembinaan nasional.
“Fokus kami hari ini sangat jelas, yaitu mempersiapkan atlet sebaik mungkin untuk tampil di kejuaraan dunia. Kami ingin memastikan bahwa setiap atlet yang berangkat membawa kesiapan terbaik, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan teknik. Ini adalah tentang membangun standar baru bagi Muaythai Indonesia,” ujar LaNyalla, Kamis (30/4/2026).
Jumlah atlet yang dipersiapkan terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Selain daftar atlet yang telah dipanggil secara resmi, PBMI juga menerima data tambahan atlet susulan yang kini tengah diproses, sehingga total sementara mencapai sekitar 30 atlet.
Tidak hanya itu, PBMI juga menyiapkan penguatan dari sisi perangkat pertandingan dengan menambah empat orang untuk pelatihan wasit dan juri, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas ekosistem olahraga Muaythai secara menyeluruh.
Di samping itu, terdapat pula atlet-atlet muda potensial yang diproyeksikan untuk tampil dalam kejuaraan di Malaysia sebagai bagian dari strategi regenerasi nasional.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan berjenjang dan berkelanjutan.
Menurut LaNyalla, keikutsertaan Indonesia dalam ajang tahun ini mencatatkan sejarah tersendiri.
Untuk pertama kalinya, Indonesia mengirimkan jumlah atlet yang sangat besar ke kejuaraan dunia Muaythai, sebuah pencapaian yang mencerminkan perkembangan pesat pembinaan di dalam negeri.
“Ini adalah rekor dan sebuah kebanggaan. Untuk pertama kalinya Indonesia hadir dengan jumlah atlet yang besar di kejuaraan dunia Muaythai. Ini bukan sekadar kuantitas, tetapi menunjukkan bahwa sistem pembinaan kita berjalan, bahwa daerah bergerak, dan bahwa atlet-atlet kita siap bersaing di level tertinggi,” tegasnya.
Pria yang juga Senator asal Jawa Timur itu juga menambahkan bahwa PBMI tidak hanya berorientasi pada hasil instan, melainkan membangun fondasi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan baru di kancah Muaythai dunia.
“Kami tidak sedang membangun tim untuk satu kejuaraan saja, tetapi membangun masa depan Muaythai Indonesia. Atlet-atlet muda yang kita siapkan hari ini adalah investasi jangka panjang. Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan semua pihak, saya yakin Indonesia akan semakin diperhitungkan di tingkat internasional,” tutup LaNyalla.
Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, PB Muaythai Indonesia optimistis dapat meraih hasil maksimal sekaligus menorehkan prestasi membanggakan bagi bangsa di ajang dunia yang akan datang.(*)












