sentralmerahputih.id | SURABAYA — Upaya meningkatkan kesejahteraan atlet terus diperkuat. KONI Surabaya resmi menjalin kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Ubaya serta BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi atlet di Kota Pahlawan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di RS Ubaya, Sabtu (25/4/2026). Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memastikan para atlet dapat berlatih dan bertanding tanpa dibayangi risiko biaya medis akibat cedera.
Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, menegaskan bahwa jaminan kesehatan merupakan faktor penting dalam menunjang prestasi atlet.
“Dengan adanya perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan dan dukungan fasilitas RS Ubaya, atlet bisa lebih fokus berlatih tanpa rasa khawatir terhadap risiko cedera,” ujarnya, melalui pers rilis, Minggu (26/4/2026).
Menurut Arderio, sebagian besar atlet yang tergabung dalam Pusat Latihan Cabang (Puslatcab) kini telah terdaftar dalam program jaminan sosial.
Ia juga mendorong para pegiat olahraga untuk mulai menyadari pentingnya perlindungan sejak dini.
“Jangan menunggu kejadian. Perlindungan harus disiapkan sejak awal sebagai bentuk antisipasi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RS Ubaya, dr Wenny Retno Sarie Lestari, memastikan kesiapan pihaknya dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif bagi atlet. Mulai dari pencegahan cedera, penanganan medis, hingga proses rehabilitasi.
“Kami memiliki tim sport clinic yang siap menangani atlet secara cepat dan profesional, sehingga mereka bisa kembali bertanding sesuai kapasitasnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini menciptakan sistem perlindungan yang terintegrasi. BPJS Ketenagakerjaan bertindak sebagai penjamin biaya, sementara RS Ubaya menjadi pelaksana layanan medis di lapangan.
Di sisi lain, Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Surabaya, Andi Asmar Isa, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk mengurangi beban ekonomi atlet, terutama saat mengalami cedera serius.
“Biaya penanganan cedera, apalagi sampai operasi, bisa mencapai ratusan juta rupiah. Melalui program ini, kami ingin memastikan atlet tidak menanggung beban tersebut sendiri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada atlet agar memahami manfaat jaminan sosial, khususnya dalam menghadapi risiko kecelakaan saat latihan maupun kompetisi.
Dengan adanya sinergi antara KONI Surabaya, Rumah Sakit Ubaya, dan BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan ekosistem olahraga di Surabaya semakin kuat.
Tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjamin keselamatan dan masa depan para atlet secara berkelanjutan.(*)












