sentralmerahputih.id | Surabaya — Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya akan menggelar latihan bersama yang melibatkan pembalap liar dan komunitas penghobi motor di Sirkuit Kenjeran Park (Kenpark) pada 18 Januari 2026.
Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari strategi IMI untuk merangkul pelaku otomotif akar rumput, sekaligus menekan angka balap liar di Kota Surabaya dan memperkuat program pembinaan serta pembibitan atlet lokal.
Sekretaris Umum Pengkot IMI Kota Surabaya Yusnah Siregar menegaskan bahwa agenda ini merupakan upaya organisasi untuk hadir lebih dekat di tengah ekosistem otomotif masyarakat.
“Ini adalah upaya untuk mendekatkan program-program IMI kepada masyarakat otomotif, khususnya pecinta otomotif di Kota Surabaya,” kata Yusnah dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa IMI Kota Surabaya akan memfokuskan pembinaan atlet pada periode 2026–2027, dengan target melahirkan pembalap berprestasi dari warga Surabaya.
“Tahun 2026 hingga 2027, kami fokus dalam pembinaan dan pembibitan atlet, khususnya warga Kota Surabaya. Event seperti latihan bersama ini sangat dibutuhkan, dan kami sangat support sekali,” ujarnya.
Menurut Yusnah, latihan bersama di Kenpark akan digelar dua kali, termasuk menjelang pergantian tahun, sebagai langkah preventif mengurangi balap liar.
“Nanti menjelang tahun baru, ini untuk menekan balap liar yang ada di Surabaya. Paling tidak bisa diminimalisir,” jelasnya.
Terkait pemilihan Sirkuit Kenpark sebagai lokasi latihan, yang sempat dipertanyakan publik karena bukan digelar di Sirkuit GBT, Yusnah menilai bahwa Kenpark merupakan alternatif strategis yang tetap sejalan dengan misi pembinaan.
“Enggak apa-apa, ini tempat alternatif. Semakin banyak tempat latihan di Surabaya, semakin menunjukkan bahwa kota ini punya potensi besar mencetak atlet, baik di tingkat Jawa Timur, nasional, bahkan internasional. Semakin banyak tempat, semakin bagus,” tegasnya.
Selain latihan bersama, IMI Kota Surabaya juga menyiapkan program lanjutan setelah libur tahun baru, termasuk agenda yang disebut diklat lanjutan untuk pembinaan pembalap yang lebih terstruktur.
IMI Kota Surabaya berharap, melalui pendekatan kolaboratif ini, budaya otomotif di Surabaya dapat lebih tertata, berprestasi, dan berorientasi pada pengembangan atlet, sekaligus menciptakan ruang aman bagi pembalap dan penghobi motor untuk menyalurkan minatnya di jalur resmi.(*)












