Advokat Cak Sholeh Berpulang; Sosok “No Viral No Justice” Tinggalkan Jejak Perjuangan Mencari Keadilan

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | SURABAYA – Dunia advokat dan penegakan hukum Indonesia kembali berduka. Advokat H. Muhammad Sholeh, S.H., yang akrab disapa Cak Sholeh dan dikenal luas melalui slogan “No Viral No Justice”, meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) pukul 03.30 WIB.

Kabar wafatnya Cak Sholeh pertama kali menyebar melalui grup komunitas No Viral No Justice dan kemudian dikonfirmasi oleh sejumlah media.

Dalam pesan duka yang beredar, keluarga dan rekan-rekan sejawat mengajak masyarakat mendoakan almarhum.

“Assalamualaikum. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah pulang ke rahmatullah saudara kita Muhammad Sholeh. Semoga husnul khatimah. Segala amal ibadahnya diterima Allah SWT, segala dosa dan khilafnya diampuni Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin.”

Dalam informasi tersebut juga disebutkan bahwa jenazah H. Muhammad Sholeh, S.H. akan dimakamkan di Pondok Pesantren Singa Putih, Prigen, Kabupaten Pasuruan, setelah disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Lebak Rejo Utara II Nomor 49-51, Surabaya.

Kepergian Cak Sholeh meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga kalangan advokat, aktivis, jurnalis, hingga masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pengacara yang vokal mengawal berbagai perkara yang menyita perhatian publik.

Nama Cak Sholeh melejit di ruang publik melalui slogan “No Viral No Justice”, sebuah ungkapan yang lahir sebagai kritik terhadap fenomena penegakan hukum yang dinilai kerap bergerak lebih cepat ketika suatu perkara menjadi perhatian luas di media sosial.

Melalui berbagai kesempatan, Cak Sholeh kerap menyampaikan bahwa setiap warga negara sejatinya berhak memperoleh keadilan tanpa harus membuat kasusnya viral.

Baca Juga:  Harkamtibmas, Polres Jember Gelar KRYD Patroli Kerahkan Tim Raimas

Namun dalam realitas yang ia amati, tekanan publik melalui media sosial sering kali menjadi faktor yang mendorong percepatan penanganan suatu perkara.

Ungkapan tersebut kemudian berkembang menjadi slogan yang melekat erat dengan sosoknya dan dikenal luas di kalangan masyarakat.

Sepanjang perjalanan kariernya sebagai advokat, Cak Sholeh aktif mendampingi masyarakat dalam berbagai perkara hukum, khususnya kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.

Ia juga dikenal sebagai narasumber yang kerap memberikan pandangan kritis mengenai dinamika penegakan hukum di Indonesia.

Bagi sebagian kalangan, Cak Sholeh bukan hanya seorang pengacara, tetapi juga simbol keberanian menyuarakan kritik terhadap sistem hukum yang dinilai masih membutuhkan banyak pembenahan.

Meski slogan “No Viral No Justice” memunculkan beragam tanggapan, gagasan yang dibawanya telah membuka ruang diskusi mengenai pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan kesetaraan akses masyarakat terhadap keadilan.

Kepergian Cak Sholeh menjadi kehilangan bagi dunia advokasi Indonesia.

Sosoknya meninggalkan pesan bahwa hukum semestinya hadir bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan apakah suatu perkara menjadi perhatian publik atau tidak.

Warisan terbesar yang ditinggalkannya bukan sekadar slogan “No Viral No Justice”, melainkan semangat untuk terus mengawal penegakan hukum agar lebih adil, transparan, dan berpihak kepada pencari keadilan.

Selamat jalan, H. Muhammad Sholeh, S.H. Dedikasi, keberanian, dan gagasan yang telah Anda perjuangkan akan tetap dikenang sebagai bagian dari perjalanan panjang upaya membangun sistem hukum Indonesia yang lebih berkeadilan.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.(her)

Berita Terkait

Asap Karhutla Masih Terpantau di Gunung Lawu, 67 Relawan Magetan Bergabung Bantu Pemadaman
Sinergi Pengawasan Pelayanan, Rutan Surabaya Terima Kunjungan Ombudsman RI
Kapolri: Pengabdian Polri Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat
Polri Terus Perkuat Penanganan Karhutla, Tambahan Personel Brimob Dikirim dari Luar Daerah
Tragis! Rombongan Suporter PSS Sleman Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Orang Dikabarkan Meninggal Dunia
Silaturahmi dengan Ulama se-Jatim, Kapolri Ajak Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Ratusan Personel Gabungan Gerebek Jalan Kunti Surabaya, Belasan Orang Diamankan
Miris! Belum Kantongi Tiket Pulang, 11 Jemaah Umrah Asal Suramadu Tertahan di Jeddah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:12 WIB

Siaga Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Bojonegoro : Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Rabu, 4 November 2026 - 16:08 WIB

Usai Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Kapolda Jatim Perkuat Sinergi TNI–Polri dan Terima Brevet Kavaleri Korps Marinir

Rabu, 4 November 2026 - 16:07 WIB

Hasil Tes DNA Pastikan Identitas Korban, Polda Jatim Serahkan Jenazah Ibu dan Anak Kasus Pembunuhan Madiun

Rabu, 4 November 2026 - 15:55 WIB

Tatap Muka dan Arahan Kapolres Jombang Kepada Personel Polsek Ploso dan Polsek Plandaan

Rabu, 4 November 2026 - 12:36 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gandeng Sekolah Bentengi Pelajar dari Bahaya Narkoba

Rabu, 4 November 2026 - 12:35 WIB

Polda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Kapolda: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Rabu, 4 November 2026 - 12:33 WIB

POLINDIK: Polresta Malang Kota Edukasi Siswa Cegah Paham Radikal

Rabu, 4 November 2026 - 12:30 WIB

Siaga Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Lumajang Tegaskan Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama

Berita Terbaru