Pasutri Spesialis Curanmor Diringkus Polisi, Begini Sepak Terjangnya

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | Surabaya – Suasana kedai kopi di kawasan Gwalk, Sambikerep, Surabaya, yang biasanya penuh dengan obrolan santai dan tawa pengunjung, mendadak berubah tegang pada Selasa (24/3/2026).

Di tempat itulah, pasangan suami istri LD(46) dan WP (38) menjalankan aksi yang akhirnya menjadi pintu masuk bagi polisi membongkar sepak terjang mereka sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor lintas kota.

LD, warga Karah, Jambangan, dan WP, warga Nginden Jangkungan, Surabaya, selama ini dikenal oleh tetangga sebagai pasangan biasa yang menjalani kehidupan rumah tangga seperti kebanyakan orang.

Namun di balik penampilan yang sederhana dan kehidupan yang tampak tenang, tersimpan aktivitas gelap yang telah lama meresahkan masyarakat.

Dengan menggunakan motor Honda Karisma, keduanya berkeliling mencari sasaran yang cocok. LD berperan sebagai eksekutor yang melakukan pencurian, sementara WP bertugas mengawasi situasi sekitar untuk memastikan tidak ada orang yang mencurigakan atau polisi yang lewat.

Kapolsek Lakarsantri, Kompol Imam Solikin, mengungkapkan bahwa modus operandi mereka sederhana namun cukup efektif.

“Tersangka mencuri motor Honda Vario milik korban dengan cara merusak kunci setir menggunakan kunci T. Setelah itu, motor dibawa kabur dan kemudian dijual ke penadah,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan kasus, polisi menemukan bahwa delapan lokasi berbeda di Surabaya dan Kediri pernah menjadi ajang kejahatan mereka.

Setiap aksi yang mereka lakukan direncanakan dengan cukup matang, meskipun modusnya sederhana.

Motor curian tersebut kemudian dijual dengan harga Rp2,5 juta kepada penadah berinisial S di Kedung Cangkring, Sidoarjo.

Uang hasil penjualan motor curian itu digunakan oleh mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mereka mengaku terdesak ekonomi, namun alasan itu tidak bisa membenarkan tindakan kriminal yang mereka lakukan. Kejahatan tetaplah kejahatan, dan pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” tambah Kompol Imam Solikin.

Di balik kasus ini, terselip kisah yang menyentuh sekaligus mengingatkan kita tentang bagaimana tekanan hidup bisa menjerumuskan seseorang ke dalam jalan yang salah.

WP, yang seharusnya menjadi penopang keluarga dan memberikan arahan yang baik, justru ikut terlibat aktif dalam kejahatan ini.

Baca Juga:  Peduli Kaum Rentan Polrestabes Surabaya Amankan Tersangka KDRT yang Sempat Viral di Medsos

Perannya sebagai pengawas menunjukkan bahwa aksi pencurian yang mereka lakukan bukan sekadar spontanitas, melainkan hasil kerja sama yang terencana dan berkelanjutan.

Bagi para korban, kehilangan motor bukan hanya soal kerugian materi semata.

Motor adalah sarana mobilitas yang penting bagi banyak orang, alat untuk mencari nafkah, bahkan sering kali menjadi simbol kemandirian.

Dampak psikologis dan sosial dari pencurian kendaraan bermotor sering kali lebih besar dan lebih mendalam daripada nilai jual motor itu sendiri.

Korban bisa merasa tidak aman, kehilangan kepercayaan pada lingkungan, dan bahkan mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kini, pasangan ini harus menghadapi konsekuensi hukum yang berat atas perbuatan mereka.

Polisi masih terus menelusuri jaringan penadah dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Penangkapan mereka menjadi pengingat yang kuat bahwa kejahatan bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh pasangan yang tampak biasa dan tidak mencurigakan di mata masyarakat.

Kasus LD dan WP bukan hanya sekadar cerita kriminal yang menarik perhatian, tetapi juga merupakan potret tentang rapuhnya kehidupan rumah tangga ketika dihadapkan pada tekanan ekonomi yang berat.

Di satu sisi, masyarakat menuntut keadilan atas kerugian yang telah mereka alami dan mengharapkan pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Di sisi lain, kisah ini juga membuka mata kita bahwa pencegahan kejahatan tidak hanya bisa dilakukan melalui penindakan hukum semata, tetapi juga perlu menyentuh akar persoalan sosial yang mendasar, seperti kemiskinan, kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi, dan lemahnya kontrol keluarga.

Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, baik untuk tetap waspada terhadap kejahatan di sekitar kita, maupun untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial masyarakat dan berupaya mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang bisa menjerumuskan seseorang ke dalam jalan yang salah.(*/leh)

Berita Terkait

Maling Motor Dimassa Warga di Ngagel Rejo Surabaya
Polsek Krembangan Tangkap Residivis Usai Diduga Bacok Pria di TPU Mbah Ratu Kurang dari 24 Jam
6 Pelaku Judi Online Diamankan Polres Ngawi
Polisi Gerebek Rumah Produksi Petasan di Pamekasan
Polres Ngawi Ungkap 4 Kasus Peredaran Pil Koplo, 4 Tersangka Diamankan
Polisi Memeriksa 86 Cctv Untuk Dapatkan Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Uang Palsu, Target Edarkan Miliaran Saat Lebaran
Bareskrim Polri Ungkap Peredaran Daging Domba Impor Kadaluwarsa di Tangerang
Berita ini 2 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:29 WIB

Momentum Lebaran, Kapolres Kediri Kota Bangun Kedekatan dengan Ulama Lirboyo

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:36 WIB

Bengkel Gratis SETIA Hadir di Pos Pam Omah Jowo Sarangan, Siap Bantu Masyarakat yang Alami Kendala Kendaraan

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:36 WIB

Kapolres Mojokerto Tinjau Objek Wisata di Libur Lebaran Pastikan Keamanan Pengunjung

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:58 WIB

Polres Lumajang Bersama Forkopimda Sidak SPPBE, Cegah Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:56 WIB

Sigap dan Humanis Polisi Bantu Pemudik yang Tersesat di Ngawi

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:05 WIB

Polda Jatim Terapkan Mobile Reader di Gerbang Tol Situbondo Barat

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:02 WIB

Polres Blitar Intensifkan Patroli Pemukiman Rumah Kosong Selama Ops Ketupat 2026

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:59 WIB

Anggota Ditlantas Polda Metro Jaya Gugur Usai Tugas Pengamanan Mudik

Berita Terbaru