SENTRALMERAHPUTIH.ID | BANJARMASIN – Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa memasuki hari kedua, Senin (14/9/2026).
Kapal rute Surabaya–Banjarmasin tersebut sebelumnya hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Laut Jawa.
Berdasarkan perkembangan terbaru yang disampaikan Kementerian Perhubungan, dari total 243 orang yang berada di kapal, sebanyak 114 orang telah ditemukan.
Rinciannya, 108 orang berhasil diselamatkan dan enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR hingga Senin masih terus dilakukan untuk menemukan para korban yang belum diketahui keberadaannya.
Memasuki hari kedua, operasi pencarian melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur.
Kapal-kapal SAR, TNI AL, Polairud, serta unsur lainnya terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kecelakaan.
Basarnas juga memperkuat operasi dengan mengerahkan unsur udara. Selain itu, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan Basarnas Special Group (BSG) disiapkan untuk mendukung pencarian di bawah permukaan air.
Namun, kondisi laut yang masih menjadi tantangan membuat proses pencarian tidak mudah.
Gelombang tinggi, angin kencang dan kondisi kapal yang terbalik menjadi sejumlah kendala dalam upaya menjangkau bagian-bagian kapal maupun wilayah sekitar lokasi kejadian.
Data terbaru menunjukkan terdapat 114 orang yang telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan enam korban meninggal dunia.
Dengan total 243 orang dalam manifes, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan.
Angka tersebut menjadi fokus utama operasi SAR hari kedua. Tim gabungan terus berupaya memperluas area pencarian dengan memanfaatkan kapal dan armada udara.
Sementara itu, sejumlah korban selamat telah dibawa menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Para korban selanjutnya mendapatkan penanganan dan pendataan oleh petugas.
Penguatan operasi juga datang dari Basarnas Makassar. KN SAR Kamajaya diberangkatkan dari Makassar menuju lokasi kecelakaan dengan membawa 35 personel gabungan.
Personel tersebut terdiri dari kru KN SAR Kamajaya, tim rescue Basarnas Makassar, kru KN 212 dan tenaga medis. Kapal tersebut bertolak pada Minggu malam untuk bergabung dengan armada SAR gabungan di Laut Jawa.
Pengerahan tambahan armada tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan penyisiran sekaligus mempercepat proses pencarian terhadap korban yang masih hilang.
Basarnas sebelumnya mengungkap bahwa gelombang yang menghantam sisi kanan kapal turut berkontribusi terhadap kondisi kapal yang miring hingga akhirnya terbalik.
Virgo Transport 8 sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin ketika menghadapi kondisi cuaca buruk di Laut Jawa.
Kapal kemudian ditemukan dalam posisi terbalik.
Penyebab pasti kecelakaan masih menjadi bagian dari proses investigasi dan tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan kondisi cuaca.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga memastikan kapal tidak mengalami kelebihan kapasitas.
Hingga Senin, 14 September 2026, fokus utama pemerintah dan tim SAR adalah menemukan 129 orang yang masih dinyatakan hilang.
Kondisi laut yang belum sepenuhnya bersahabat membuat operasi dilakukan secara hati-hati. Tim penyelam juga belum sepenuhnya dapat bekerja maksimal karena faktor keselamatan dan kondisi perairan.
Kementerian Perhubungan menegaskan pencarian dan evakuasi penumpang menjadi prioritas utama pada hari kedua operasi.
Hingga berita ini ditayangkan, data terbaru mencatat 108 orang selamat, enam meninggal dunia, dan 129 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang berada di KMP Virgo Transport 8. Operasi SAR gabungan masih terus berlangsung.(red)












