Pantau Arus Balik dari Udara, Kapolda Jatim : “Alhamdulillah Berjalan Lancar”

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | SITUBONDO – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, memastikan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Timur terpantau aman dan lancar berdasarkan hasil pemantauan udara, mulai dari perbatasan Jawa Timur–Jawa Tengah hingga Banyuwangi.

“Kami melakukan pemantauan dari udara mulai Tol Ngawi yang berbatasan dengan Jawa Tengah hingga ke wilayah Banyuwangi. Secara umum, arus balik terpantau lancar,” ujar Irjen Nanang Avianto saat berada di kawasan Pantai Utama Raya, Banyuglugur, Situbondo, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, keberadaan tol fungsional di wilayah Situbondo turut berkontribusi signifikan dalam mengurai kepadatan kendaraan selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

“Tol fungsional ini sangat membantu memperlancar arus kendaraan, baik saat mudik maupun arus balik,” ungkapnya.

Selain memantau arus lalu lintas, Kapolda Jatim juga meninjau aktivitas masyarakat di destinasi wisata Pantai Utama Raya. Terlihat ratusan pengunjung memadati lokasi dan menikmati suasana libur Lebaran dengan aman dan tertib.

Baca Juga:  Polres Jombang Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, 86 Personel Jalani Tradisi Siraman Air Kembang

“Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan lancar. Masyarakat dapat menikmati wisata dengan aman karena adanya kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban,” tambahnya.

Kapolda Jatim juga mengimbau para pengendara untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta memanfaatkan fasilitas pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang telah disiagakan di sepanjang jalur nasional maupun jalan tol.

“Silakan manfaatkan pos-pos yang tersedia untuk beristirahat agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, arus balik Lebaran 2026 di Jawa Timur diperkirakan masih tersisa sekitar 30 persen. Pihak kepolisian memastikan seluruh personel tetap siaga memberikan pelayanan hingga berakhirnya Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Kami imbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan tidak kembali secara bersamaan guna menghindari penumpukan, mengingat masih tersedia waktu hingga akhir pekan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Locusdelictinews Genap 2 Tahun: Abdul Munif Tegaskan Media Ini Tak Bisa Diintervensi Siapa Pun
Gebyar UMKM Kali Mati Bersinar Berjalan Sukses
Diklat Pratama Resmi Ditutup, Pemuda Pancasila Jatim Siapkan Kader Tangguh dan Berintegritas
KH Tamam Apresiasi Program Polisi Bersama Masyarakat
Jaga Kondisi Psikologis Warga Binaan, Rutan Kelas I Surabaya Sediakan Wartelsuspas
Perampokan Berdarah Toko Emas Murni Jember, Ibu dan Anak Dibacok, Dua Terduga Pelaku Diburu Polisi
Touring Religi Hari Santri Nasional 2026, PCNU Kota Kediri Napak Tilas Jejak Ulama dan Sejarah Islam
Bang Yahya Desak Banyuwangi Bentuk Crisis Center Anti-Bullying, Korban Jangan Dibungkam!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:44 WIB

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:43 WIB

Gandeng Tokoh Agama, Polres Kediri Perkuat Pesan Damai Melalui Pengukuhan Dai Kamtibmas

Sabtu, 7 November 2026 - 19:42 WIB

Polres Blitar Lindungi Pelajar dari Bahaya Judol dan Kejahatan Siber melalui Program Polidik

Sabtu, 7 November 2026 - 16:56 WIB

Polsek Kartoharjo Bersama TNI dan Warga Pulihkan Rumah Korban Angin Kencang, 20 Warga Terima Bansos

Sabtu, 7 November 2026 - 14:19 WIB

Subuh Keliling : Kapolresta Tuban Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Layanan Gratis Call Center 110

Sabtu, 7 November 2026 - 13:40 WIB

Kapolres Bojonegoro Tinjau Korban Puting Beliung dan Salurkan Bantuan

Sabtu, 7 November 2026 - 13:21 WIB

Subuh Keliling di Surabaya, Kapolda Jatim Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

Sabtu, 7 November 2026 - 13:18 WIB

Polresta Malang Kota Petakan Wilayah Rawan Bencana, 357 Personel Gabungan Disiagakan

Berita Terbaru