Kunjungan Maraton Menteri Wihaji Fokuskan Pengentasan Stunting

- Penulis

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | SURABAYA – Kemendukbangga/BKKBN — Upaya pemerintah mempercepat penurunan stunting kembali ditegaskan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melalui kunjungan kerja maraton di Kabupaten Lamongan, Kamis (4/12/2025).

Dari meninjau langsung kondisi keluarga berisiko stunting hingga meresmikan pusat konsultasi keluarga di pesantren, Wihaji memastikan langkah-langkah intervensi dilakukan secara konkret dan menyentuh masyarakat paling membutuhkan.

Agenda padat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.

Kegiatan dimulai dari Dusun Sekar Putih, Desa Rancang Kencono, Kecamatan Sekaran, lokasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) Genting.

Di titik pertama ini, Menteri Wihaji meninjau langsung kondisi rumah seorang ibu hamil delapan bulan yang masuk kategori keluarga risiko tinggi.

“Saya cek dapurnya, cek airnya, cek kondisi rumahnya. Memang layak dibantu. Insya Allah rumahnya akan kami bangunkan, ekonominya kami bantu modal, dan karena motornya hilang, insya Allah akan kami ganti,” ujar Wihaji.

Ia menegaskan bahwa kunjungan lapangan merupakan perintah langsung Presiden agar penanganan stunting dilakukan secara konkret, tanpa banyak seminar atau diskusi berkepanjangan.

“Menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi. Negara harus hadir,” tegasnya.

Dari Sekaran, rombongan bertolak menuju Pendopo Kabupaten Lamongan untuk menghadiri Peluncuran Program SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya, Wujud Cinta Nyata).

Program ini menjadi bagian dari penguatan layanan untuk lansia agar tetap produktif dan berdaya secara sosial maupun ekonomi.

Rangkaian kegiatan berlanjut menuju titik kedua KRS Genting di Desa Siman, Kecamatan Sekaran.

Di lokasi ini, Menteri Wihaji kembali meninjau keluarga risiko stunting, termasuk ibu hamil dan keluarga dengan baduta.

Selain perbaikan rumah, bantuan ekonomi juga diberikan agar keluarga dapat mencapai standar hidup sehat.

Baca Juga:  Polres Lamongan Atensi Perlintasan Kereta Api Sebidang Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026

Menjelang sore, rombongan melanjutkan agenda menuju Pondok Pesantren Al-Fattah, Desa Siman. Di sana, Menteri Wihaji melaksanakan shalat Magrib dan Isya berjamaah, serta bersilaturahmi dengan para pengurus ponpes.

Pada kesempatan itu, ia secara resmi meresmikan Pusat Konsultasi Keluarga Sakinah (PKKS), yang ditujukan sebagai pusat pendampingan dan edukasi keluarga bagi para santri dan masyarakat sekitar.

Kegiatan dilanjutkan dialog bersama 1.000 santri, membahas peran generasi muda dalam membangun keluarga dan bangsa.

“Negara ini akan baik bila dimulai dari unit terkecil: keluarga. Maka keluarga-keluarga harus dipersiapkan menjadi keluarga yang kuat dan baik agar melahirkan generasi penerus Indonesia yang berkualitas,” ujar Wihaji.

Malam harinya, Menteri bersama rombongan bermalam di Pondok Pesantren Al-Fattah sebagai bentuk penghormatan dan kedekatan dengan kalangan pesantren.

Dalam kunjungan ini, Menteri Wihaji didampingi Anggota DPR RI Labib, serta Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.EK.

Bupati Yuhronur menjelaskan bahwa Lamongan terus memperkuat program penanganan stunting melalui berbagai kolaborasi.

“Beberapa program sudah kami jalankan, termasuk program Genting yang melibatkan pengusaha dan orang tua asuh,” ujar Bupati.

Dalam setiap titik kunjungan, Wihaji menegaskan bahwa bantuan untuk keluarga risiko stunting tidak boleh dipersulit oleh birokrasi.

“Kalau layak dibantu, ya dibantu. Tidak perlu syarat yang rumit. Itu bedanya dengan pemerintah daerah yang sering butuh banyak berkas,” ujarnya disambut tawa masyarakat.

Rangkaian kunjungan Mendukbangga/BKKBN di Lamongan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan program pengentasan stunting dan pembangunan keluarga berjalan tepat sasaran.

“Dari pagi sampai malam, inilah bentuk komitmen kami. Insya Allah besok kami lanjutkan kembali pengecekan lapangan,” tutup Wihaji.(*/hms)

Berita Terkait

Garda Semeru Nusantara Sosialisasi P4GN di Desa Tanggul
Kelurahan Ngrowo Lolos Seleksi Tahap II BIA 2026, Optimistis Tembus 10 Besar
GSN Hadiri Semarak HUT RI ke-81 Desa Jumputrejo, Edukasi Warga Bahaya Narkoba
Syaiful Baiturrahman Ditunjuk Sebagai Ketua Umum PWRK Nusantara
Kades Sidokerto: Pengelola TPST Harus Dipilih Melalui Musyawarah Desa
Lomba Pop Singer HUT ke-48 GM FKPPI Resmi Dibuka, Diikuti 75 Peserta
Pemuda Pancasila Surabaya Prioritaskan Ngopi Bareng untuk Perkuat Kaderisasi
Bhabinkamtibmas Polsek Plandaan Dampingi Warga Dukung Ketahanan Pangan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:53 WIB

Respons Cepat Diapresiasi, Dua Polisi Bojonegoro Diganjar Penghargaan

Senin, 21 September 2026 - 15:07 WIB

Polri Sukses Gelar Dua Kejuaraan Indoor Skydiving Internasional di Wind Tunnel Brimob

Senin, 21 September 2026 - 15:04 WIB

Polres Pasuruan Bangun Sumur Bor untuk Masyarakat di Randugong, Atasi Dampak Kemarau

Senin, 21 September 2026 - 09:06 WIB

450 Polisi Wanita dari 43 Negara Berkumpul di Bali, Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026

Senin, 21 September 2026 - 09:02 WIB

Cegah Karhutla, Polres Kediri Siagakan Ratusan Personel Gabungan di Lereng Kelud

Minggu, 20 September 2026 - 20:38 WIB

IAWP 2026, Kapolri: Perempuan Bukan Sekadar Bagian dari Perubahan

Minggu, 20 September 2026 - 20:36 WIB

AKBP Hety Raih Penghargaan “Leadership” Di Ajang IAWP 2026

Minggu, 20 September 2026 - 20:33 WIB

Gerak Cepat Polres Nganjuk dan Tim Gabungan Jinakkan Api, Karhutla di Gunung Wilis Padam

Berita Terbaru