KONI Jatim Petakan Kekuatan 8 Cabor Jelang PON Bela Diri 2026 di Manado

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Timur, Dudi Harjantoro. Foto/Ist

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Timur, Dudi Harjantoro. Foto/Ist

sentralmerahlutih.id | SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai memetakan kekuatan delapan cabang olahraga (cabor) yang akan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara.

Ajang olahraga nasional khusus bela diri itu dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.

Langkah awal yang dilakukan KONI Jatim bukan langsung menggelar seleksi atlet, melainkan melakukan pemetaan internal terhadap potensi dan prospek atlet Jawa Timur yang dinilai berpeluang meraih prestasi.

Delapan cabor yang masuk dalam agenda PON Bela Diri 2026 tersebut meliputi Tinju, Hapkido, Anggar, Kabaddi, IBC MMA, Kickboxing, Muaythai, dan Kurash.

Dari jumlah tersebut, lima cabor menjadi perhatian khusus KONI Jatim karena dinilai belum maksimal dan masih minim pengalaman bertanding di ajang multievent sekelas PON. Kelima cabor itu yakni Tinju, Hapkido, Anggar, Kabaddi, dan IBC MMA.

Berbeda dengan Muaythai, Kickboxing, dan Kurash yang relatif matang serta memiliki rekam jejak prestasi, lima cabor tersebut dinilai masih membutuhkan pemetaan potensi yang lebih cermat, realistis, dan terukur.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Timur, Dudi Harjantoro, mengatakan bahwa tahap awal persiapan akan difokuskan pada inventarisasi atlet, bukan seleksi terbuka. Proses tersebut direncanakan berlangsung pada awal Januari 2026.

“Yang kita lakukan bukan seleksi, tetapi inventarisasi atlet. Kita akan memanggil delapan cabor untuk mendata siapa saja atlet yang benar-benar berpotensi, terutama peraih emas dan perak pada PON sebelumnya,” ujar Dudi.

Menurut Dudi, pendekatan ini menjadi krusial, terutama bagi cabor-cabor yang belum memiliki pengalaman kuat di PON Bela Diri.

Baca Juga:  Dedik Irianto Resmi Pimpin POSSI Surabaya Periode 2025-2029

KONI Jawa Timur tidak ingin mengirim atlet dalam jumlah besar tanpa peluang medali yang jelas.

“Untuk cabor yang belum maksimal, kita akan lihat apakah bisa dikembangkan secara cepat. Waktunya hanya sekitar empat bulan. Kalau tidak memungkinkan, ya tidak kita kirim,” tegasnya.

Ia mencontohkan capaian KONI Jatim pada PON Bela Diri sebelumnya yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.

Saat itu, Jawa Timur hanya mengirim 79 atlet, namun mampu meraih 62 medali.

Persentase keberhasilan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan provinsi lain seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Artinya, efektivitas jauh lebih penting. Kita tidak akan mengirim satu cabor dengan jumlah penuh di setiap kelas. Semua disesuaikan dengan potensi dan peluang medali,” jelas Dudi.

Setelah proses inventarisasi rampung, KONI Jatim akan menentukan jumlah atlet yang dikirim dari masing-masing cabor.

Selain itu, perhitungan kebutuhan anggaran serta penyusunan jadwal latihan intensif atau pemusatan latihan daerah (puslatda) juga akan dilakukan.

“Paling telat latihan intensif dimulai empat bulan sebelum pertandingan, sekitar Februari atau Maret, tergantung anggaran dari pemerintah provinsi. Dari sisi kesiapan atlet, Jawa Timur siap,” tambahnya.

Dengan strategi yang lebih selektif dan berbasis potensi, KONI Jawa Timur berharap lima cabor yang selama ini minim pengalaman dapat tampil lebih terukur, sekaligus menjaga target prestasi Jawa Timur tetap optimal pada PON Bela Diri 2026.(*)

Berita Terkait

Kejurnas Muaythai Indonesia 2026 Dimulai, PBMI Targetkan Lahir Juara Baru
Gol Yuran Fernandes Antar Persebaya ke Final Piala Presiden 2026
Muaythai Jatim Bidik Juara Umum Kejurnas IMC 2026, 87 Atlet Diterjunkan
Kesehatan Mental Atlet Jadi Sorotan, KONI Jatim Luncurkan Gerakan Atlet Laki-Laki Berani Bercerita
PBMI Pastikan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 Siap Digelar, Bekasi Matangkan Seluruh Persiapan
Baso Juherman: Penataran Jadi Kunci Lahirkan SDM Muaythai Berkualitas di Jawa Timur
KONI Jatim Dukung Sport Intelligence, Pembinaan Atlet Kini Berbasis Data
Rakor Bersama Cabor Berjalan Lancar, Ketua KONI Surabaya Pastikan Keluhan Fasilitas Latihan Langsung Ditindaklanjuti
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty Perkuat Sinergitas dengan Insan Pers Lewat Piramida “Ngopi Bersama Awak Media”

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Police Goes to School, Satlantas Ngawi Tanamkan Tertib Lalu Lintas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Polres Gresik Amankan Dua Tersangka Edarkan Sabu Jaringan Bangkalan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Kapolresta Malang Kota Cek Dua SPPG Polri, Pastikan Standar Pemenuhan Gizi dan Pengelolaan Limbah Berjalan Optimal

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Polres Lumajang Buat Fire Break Darurat Antisipasi Karhutla TNBTS Meluas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Wakapolri Dorong Personel Berinovasi, Bripda Muhammad Putra Aulia Jadi Contoh Nyata

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Kapolres Kediri Kota Jalin Silaturahmi dengan Ponpes Wali Barokah, Pererat Sinergi Polri dan Ulama

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Bhabinkamtibmas Polres Magetan Ikuti Pelatihan Penanganan Kebakaran, Siap Jadi Garda Terdepan di Desa

Berita Terbaru

BERITA POLRI

Police Goes to School, Satlantas Ngawi Tanamkan Tertib Lalu Lintas

Kamis, 6 Agu 2026 - 10:54 WIB