DPC GRIB Jaya Banyuwangi Serukan Ajakan Solidaritas dan Empati dalam Menghadapi Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya

- Penulis

Sabtu, 5 Juli 2025 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | Banyuwangi – Musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali Rabu 02 Juli 2025 bukan sekadar catatan kecelakaan laut biasa. Ini adalah duka mendalam bagi Banyuwangi dan Indonesia, terutama bagi para keluarga korban yang saat ini masih berharap cemas akan kabar orang-orang tercinta mereka. Tragedi ini seharusnya menjadi momen untuk bersatu dalam empati, bukan justru dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok atau narasi yang menyesatkan,Jum’at 04 juli 2025.

Ketua DPC GRIB Jaya Banyuwangi, Bang Yahya, menyampaikan sikap tegas dan penuh kebijaksanaan menyikapi insiden ini. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya semua pihak untuk menahan diri, bersabar, dan menunjukkan empati yang tulus terhadap para korban dan keluarganya. Ia berharap tidak ada pihak yang menunggangi musibah ini untuk kepentingan tertentu, apalagi menciptakan kegaduhan yang justru akan memperkeruh situasi yang sudah sangat berat.

“Kita semua merasakan duka yang sama. Jangan ada gerakan yang membelokkan perhatian dari inti persoalan—yakni upaya penyelamatan, pencarian korban, dan evaluasi menyeluruh dari pihak berwenang. Mari kita beri ruang dan kepercayaan kepada petugas SAR, TNI, Polri, Basarnas, serta seluruh otoritas terkait untuk bekerja secara maksimal. Setelah semua korban ditemukan dan situasi sudah tenang, barulah kita bersama-sama mengevaluasi dan mengambil sikap,” ujar Bang Yahya.

Pernyataan tersebut bukan hanya bentuk solidaritas, tetapi juga seruan moral bagi masyarakat dan semua elemen yang terlibat. Dalam kondisi seperti ini, prioritas utama adalah keselamatan manusia dan penghormatan terhadap nyawa yang hilang. Setiap suara yang tidak berdasar, setiap opini liar yang mengarah pada provokasi, hanya akan melukai perasaan keluarga korban dan mengganggu proses penanganan oleh pihak berwenang.

Baca Juga:  Cegah Pelanggaran, Sat Lantas Polres Magetan Edukasi Pengunjung Telaga Sarangan dalam Ops Zebra 2025

KMP Tunu Pratama Jaya adalah bagian dari urat nadi transportasi yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, melalui Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk. Maka, wajar jika kelayakan armada penyebrangan menjadi sorotan. Namun, GRIB Jaya Banyuwangi dengan bijak menegaskan bahwa semua itu akan dikaji dan dibahas secara objektif setelah kondisi darurat berakhir.

“Ketika semua korban telah ditemukan dan proses penyelidikan selesai, saat itulah publik bisa secara terbuka dan adil mengevaluasi aspek kelayakan teknis dan operasional kapal-kapal penyeberangan yang melayani jalur Ketapang – Gilimanuk,” lanjut Bang Yahya

Tragedi ini menyisakan luka. Tapi dari luka itu, seharusnya tumbuh kesadaran kolektif untuk memperbaiki sistem. Bukan hanya pada sisi teknis transportasi laut, tetapi juga pada manajemen risiko, standar keselamatan, dan kontrol yang lebih ketat dari otoritas terkait. Bang Yahya dan GRIB Jaya Banyuwangi memberikan contoh bagaimana seharusnya organisasi masyarakat bersikap dalam menghadapi bencana: tenang, empatik, dan mengedepankan kepentingan bersama.

“Doa dan solidaritas adalah hal terbaik yang bisa kita berikan saat ini. Untuk para korban, semoga semua dapat ditemukan dalam keadaan terbaik. Untuk keluarga mereka, semoga diberi kekuatan dan ketabahan. Dan untuk kita semua, semoga tragedi ini menjadi pelajaran yang mematangkan kedewasaan sosial dan moral kita dalam menyikapi bencana.”pungkas Bang Yahya.

Berita Terkait

Locusdelictinews Genap 2 Tahun: Abdul Munif Tegaskan Media Ini Tak Bisa Diintervensi Siapa Pun
Gebyar UMKM Kali Mati Bersinar Berjalan Sukses
Diklat Pratama Resmi Ditutup, Pemuda Pancasila Jatim Siapkan Kader Tangguh dan Berintegritas
KH Tamam Apresiasi Program Polisi Bersama Masyarakat
Jaga Kondisi Psikologis Warga Binaan, Rutan Kelas I Surabaya Sediakan Wartelsuspas
Perampokan Berdarah Toko Emas Murni Jember, Ibu dan Anak Dibacok, Dua Terduga Pelaku Diburu Polisi
Touring Religi Hari Santri Nasional 2026, PCNU Kota Kediri Napak Tilas Jejak Ulama dan Sejarah Islam
Bang Yahya Desak Banyuwangi Bentuk Crisis Center Anti-Bullying, Korban Jangan Dibungkam!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:01 WIB

Polres Lumajang Berangkatkan Personel dan Paket Sembako, Bantu Warga Terdampak Banjir Tempursari

Jumat, 6 November 2026 - 11:59 WIB

Polres Gresik Ungkap Peredaran Narkoba Sita 57,96 Gram Sabu dari Tangan Residivis

Jumat, 6 November 2026 - 11:58 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Kerja Bakti dan Penanaman Pohon, Dorong Green Policing

Jumat, 6 November 2026 - 07:42 WIB

Kapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan

Jumat, 6 November 2026 - 07:39 WIB

Kapolda Jatim Silaturahmi ke PWM Gandeng Ulama Perkuat Kamtibmas dan Berantas Narkoba

Kamis, 5 November 2026 - 18:49 WIB

12 Rumah Rusak Diterjang Angin, Polsek Temayang Bersama Koramil dan Instansi Terkait Bantu Warga

Kamis, 5 November 2026 - 17:17 WIB

Polsek Geneng Amankan Popda XV Jawa Timur 2026 Cabang Basket Di GOR Bung Hatta Ngawi

Kamis, 5 November 2026 - 15:44 WIB

Kapolda Jatim Silaturahmi ke PWNU, Perkuat Sinergi Kamtibmas dan Perlindungan Santri

Berita Terbaru