Bereskan Konflik Lahan, Kepala BRAN Gagas Sistem ‘One Data Agraria’

- Penulis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | JAKARTA — Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) langsung bergerak cepat memperkuat fondasi kelembagaannya. Langkah besar ini diambil demi menjawab jeritan masyarakat yang mendambakan kepastian hukum, keadilan, dan kesejahteraan di atas tanah mereka sendiri.

Strategi ini dimatangkan dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Kewenangan antara BRAN dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Rapat krusial ini dihadiri langsung oleh Kepala BRAN, Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Direktur Jenderal Penataan Agraria ATR/BPN. Forum ini menjadi ajang penting untuk menyamakan frekuensi kerja agar tidak ada lagi ego sektoral dalam mengurus masalah tanah rakyat.

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Dedi Prasetyo blak-blakan membahas rentetan konflik agraria yang selama ini dihadapi ATR/BPN. Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa batas kewenangan antarlembaga harus klir sejak awal.

Ia menegaskan, BRAN lahir bukan untuk menjadi “saingan” atau mengambil alih tugas kementerian yang sudah ada.
Justru, BRAN hadir sebagai jembatan yang mengorkestrasi penyelesaian kasus-kasus tanah super kompleks yang melibatkan banyak instansi.

Di sisi lain, ATR/BPN akan tetap fokus penuh pada fungsi administrasi pertanahan.

“Masyarakat itu butuh kepastian, dan negara wajib hadir. Rakyat tidak perlu pusing memikirkan rumitnya birokrasi atau pembagian wewenang antarinstansi. Yang mereka mau, begitu ada masalah tanah, negara langsung kasih solusi,” tegas Jenderal Dedi.

Mantan Wakapolri ini juga mengingatkan bahwa keberhasilan Reforma Agraria tidak boleh cuma dihitung di atas kertas. Menurut Jenderal Dedi suksesnya program ini bukan sekadar pamer angka luas lahan atau banyaknya dokumen yang ditandatangani.

Baca Juga:  Karhutla Bromo: Api Mengarah ke Ngadisari, Polres Probolinggo Gerak Cepat Padamkan Api di Blok Seruni

“Efeknya harus dirasakan langsung di dompet dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Melalui penataan aset, masyarakat memang mendapatkan kepastian hukum lewat sertifikat. Namun yang tidak kalah penting adalah penataan akses.

BRAN ingin memastikan tanah yang dimiliki rakyat bisa produktif. Caranya? Dengan menggandeng lintas sektor untuk memberikan modal usaha, teknologi, pendampingan, hingga akses ke pasar penampung hasil bumi.

Untuk memotong jalur birokrasi yang berbelit dan memberantas mafia tanah, BRAN bakal meluncurkan program One Data Agraria.
Sistem basis data tunggal yang terintegrasi ini akan memetakan status tanah secara transparan.

Dengan data yang akurat dan objektif, negara bisa mendeteksi akar konflik lebih cepat sekaligus mencegah munculnya sengketa baru di kemudian hari.

Sebagai gebrakan awal, BRAN saat ini sedang memprioritaskan finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) terkait Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), serta membentuk tim ad hoc untuk tancap gas di lapangan.

Pihak ATR/BPN pun menyambut baik kolaborasi ini. Dengan pembagian tugas yang jelas, setiap lembaga bisa bekerja lebih fokus dan saling menguatkan tanpa perlu berebut kewenangan.

“BRAN ini dibangun murni untuk kepentingan rakyat. Kita harus satu visi agar Reforma Agraria benar-benar menghadirkan keadilan dan kesejahteraan yang nyata,” tutup Jenderal Dedi. (*)

Berita Terkait

Kepala BRAN Temui Pimpinan Bank Tanah, Perkuat Sinergi Reforma Agraria
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA, Gibran Tetap Sah Jadi Wapres
Suyudi Ario Seto: Menjadi Polisi adalah Kehormatan, Memimpin Polri adalah Amanah
Awali Tugas, Kepala BRAN Temui Wamen ATR/BPN Perkuat Sinergi Reforma Agraria
18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ini Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet Merah Putih
Profil Komjen Pol Wahyu Hadiningrat, Akpol 1992 yang Kini Menjadi Wakapolri
Dari Reskrim hingga Kepala BNN, Jejak Panjang Komjen Suyudi Ario Seto Menuju Kursi Kapolri
Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Perhiasan Mewah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Sinergitas Ulama dan Umara, Kapolres Magetan Silaturahmi ke Sejumlah Ulama

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Polres Nganjuk Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Lima Tersangka Diamankan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Wakapolri: Polri Perkuat Kehadiran di Wilayah Rawan Konflik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Empat Tersangka Kasus KM Virgo Ditahan, Termasuk Tiga Pihak Perusahaan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Keluarga Besar Polda Jatim Lepas Irjen Pol. Pasma Royce Emban Amanah sebagai Kapolda Bali

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Kapolres Gresik Turun Tangan Respons Isak Tangis Warga Korban Pemerasan DC Pinjol

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Jember Gandeng Bulog Serap Hasil Panen Jagung Petani Puger

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polres Kediri Bongkar Dua Kasus Kematian Bayi, 4 Tersangka Diamankan

Berita Terbaru

BERITA POLRI

Polres Nganjuk Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Lima Tersangka Diamankan

Kamis, 8 Okt 2026 - 22:37 WIB

BERITA POLRI

Wakapolri: Polri Perkuat Kehadiran di Wilayah Rawan Konflik

Kamis, 8 Okt 2026 - 22:34 WIB