sentralmerahputih.id | BOJONEGORO – Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, berhasil masuk dalam seleksi tahap II Bojonegoro Innovation Award (BIA) 2026 tingkat Kabupaten Bojonegoro.
Seleksi dan presentasi inovasi tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni 14–16 September 2026, bertempat di Griya Dharma Kusuma (GDK) Bojonegoro.
Ajang tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, perangkat desa/kelurahan, ASN, mahasiswa hingga unsur instansi. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono juga turut mengikuti kegiatan sebagai peserta.
Dalam ajang BIA 2026, Kelurahan Ngrowo mengusung inovasi “RIMBES” (Rimpang Istimewa Berkah Sehat). Inovasi tersebut dipresentasikan oleh Supraptini selaku inovator dengan didampingi sejumlah kader dan staf Kelurahan Ngrowo.
Program RIMBES menyasar beberapa kelompok masyarakat, yakni lanjut usia (lansia), balita stunting, dan remaja. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pola hidup sehat melalui pemanfaatan rimpang.
Lurah Ngrowo, Hj. Hetty Puspitowati, ST, mengaku bersyukur Kelurahan Ngrowo dapat kembali mengikuti tahapan seleksi dalam ajang inovasi tingkat Kabupaten Bojonegoro tersebut.
“Semoga Kelurahan Ngrowo bisa maju lagi sebagai finalis atau masuk 10 besar,” harapnya.
Menurutnya, persaingan dalam BIA 2026 cukup ketat. Kelurahan Ngrowo harus berhadapan dengan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dan sejumlah instansi.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis inovasi RIMBES yang dibawa Kelurahan Ngrowo mampu memberikan nilai tersendiri di hadapan tim penilai.
“Lawan Ngrowo rata-rata mahasiswa dan dari instansi. Namun kami tetap berusaha memberikan yang terbaik dalam presentasi dan memperkenalkan inovasi RIMBES,” ujarnya.
Keikutsertaan Kelurahan Ngrowo dalam BIA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan inovasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.(Bud)












