Hasil Muktamar NU ke-35, KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketum PBNU 2026-2031

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | JOMBANG – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.

Sementara KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU untuk periode yang sama.

Penetapan tersebut menjadi puncak rangkaian proses pemilihan kepemimpinan PBNU dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam melalui musyawarah tertutup Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang terdiri dari sembilan ulama.

Keputusan tersebut diambil pada Minggu (30/8/2026) malam dan kemudian dibacakan oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, di hadapan peserta muktamar.

Dengan keputusan tersebut, KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026–2031.

AHWA juga menitipkan pesan agar Rais Aam terpilih mampu merangkul seluruh potensi yang ada di tubuh NU serta mengajak seluruh elemen organisasi bersama-sama merawat dan mengurus NU.

Gus Kikin Terpilih Secara Mufakat

Sementara itu, posisi Ketua Umum PBNU ditetapkan melalui mekanisme yang juga melibatkan AHWA.

Sebelum keputusan final, muktamirin melakukan penjaringan calon Ketua Umum PBNU.

Dari proses tersebut muncul lima nama dengan perolehan suara tertinggi yang kemudian diajukan untuk mendapatkan persetujuan Rais Aam terpilih dan selanjutnya dimusyawarahkan oleh AHWA.

Kelima calon tersebut adalah: KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) meraih 472 suara, KH. Zulfa Mustofa meraih 262 suara, KH. Abdussalam Sochib meraih 261 suara, KH. Yahya Cholis Staquf (Gus Yahya) meraih 258 suara, dan KH. Abdul Ghaffar Rozin meraih 155 suara.

Data tersebut merupakan hasil penjaringan, bukan hasil akhir pemilihan Ketua Umum. Kelima nama kemudian masuk ke tahapan musyawarah AHWA.

Baca Juga:  Polsek Banjar Agung Tangkap Pelaku Penggelapan Dalam Jabatan, AKP Taufiq: Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Dalam proses tersebut, Gus Kikin menjadi kandidat dengan dukungan terbanyak, unggul cukup jauh dari empat calon lainnya dengan memperoleh 472 suara dari total suara yang masuk dalam penjaringan.

Namun, perolehan suara tersebut belum otomatis menjadikan Gus Kikin sebagai Ketua Umum. Sesuai mekanisme yang digunakan dalam Muktamar ke-35, kelima nama kemudian dibawa ke forum AHWA untuk dimusyawarahkan.

AHWA Mufakat Pilih Gus Kikin

Pada Senin (31/8/2026) pagi, sembilan anggota AHWA bersama Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar menggelar musyawarah untuk menentukan Ketua Umum PBNU.

Musyawarah berlangsung sekitar 40 menit, mulai pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB.

Hasilnya, AHWA secara mufakat menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031. Keputusan tersebut kemudian dibacakan KH Anwar Iskandar dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU.

Dengan demikian, kepemimpinan PBNU periode lima tahun ke depan akan dipimpin oleh duet KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aambdan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum.

Gus Kikin dan Harapan Kebersamaan NU

Sebelum ditetapkan secara resmi oleh AHWA, Gus Kikin menyatakan rasa syukur atas hasil penjaringan yang menempatkannya di posisi teratas.

Namun, ia menyadari bahwa perolehan 472 suara tersebut belum menjadi keputusan final karena masih harus melalui tahapan persetujuan Rais Aam dan musyawarah AHWA.

Setelah mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum, tantangan berikutnya adalah menjaga kebersamaan di tubuh organisasi.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan penting yang muncul dalam proses pemilihan kepemimpinan NU kali ini. AHWA secara khusus meminta Rais Aam terpilih untuk merangkul seluruh potensi NU dan membangun organisasi secara bersama-sama.(her)

Berita Terkait

BBHAR PDI Perjuangan Kota Surabaya Hadiri Pelantikan Anas Karno Gantikan Almarhum Adi Sutarwiyono
Warga Surabaya Antusias Hadiri Acara Public Lecture Yang Dihadiri Rocky Gerung di Balai Pemuda Besok
Budi Leksono Siap Kawal 31 PKL di Kawasan Kepanjen Mendapatkan Fasilitas Air Bersih
Jalani Tes di BNNK Surabaya, Adi Sutarwijono Dinyatakan Negatif Narkoba
Dituduh Terlibat Narkoba, Adi Sutarwijono : Itu Fitnah Saya Siap Jalani Tes Narkoba
PDI Perjuangan Surabaya Doakan Sekjen Hasto dan Hakim
OTT Oknum Aktivis di Surabaya, Sugiharto : Ini Bukan Perjuangan Tapi Pemerasan
Bahas Pledoi Hasto, Pakar Hukum Pemuda di Surabaya Ingatkan Bahaya Kriminalisasi Hukum Bisa Menyasar Siapa Saja
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:58 WIB

Kapolri: Kompolnas Awards Motivasi Polri Berikan Pelayanan Terbaik

Sabtu, 19 September 2026 - 14:57 WIB

Polresta Malang Kota Raih Kompolnas Awards 2026, Terbaik Nasional Kategori Polres Kelompok C

Sabtu, 19 September 2026 - 14:55 WIB

DVI Polda Jatim Terima 76 Data Ante Mortem Korban KM Virgo Transport 8

Sabtu, 19 September 2026 - 13:37 WIB

Komjen Pol. (P) Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, Dorong Penguatan Ilmu Kepolisian Bidang Lingkungan di Universitas Riau

Sabtu, 19 September 2026 - 13:35 WIB

Polres Blitar dan Tim Gabungan Dirikan Posko Darurat Tangani Karhutla Gunung Butak

Sabtu, 19 September 2026 - 10:51 WIB

Kapolres Yenni Sapa Penonton, Konser NdX Aka di Bojonegoro Aman hingga Usai

Jumat, 18 September 2026 - 19:37 WIB

Wakapolri: Pusat Studi Unri-Polda Riau Tambah Jejaring 100 Pusat Studi Kepolisian

Jumat, 18 September 2026 - 19:35 WIB

Wakapolri: Green Policing Hadir Saat Karhutla dan Kejahatan Lingkungan Makin Kompleks

Berita Terbaru

BERITA POLRI

Kapolri: Kompolnas Awards Motivasi Polri Berikan Pelayanan Terbaik

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:58 WIB