Gol Yuran Fernandes Antar Persebaya ke Final Piala Presiden 2026

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | GIANYAR – Persebaya Surabaya memastikan satu tempat di partai puncak Piala Presiden 2026 setelah menundukkan rival abadinya, Arema FC, dengan skor tipis 1-0 pada laga semifinal yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) malam.

Satu-satunya gol kemenangan Bajul Ijo lahir menjelang turun minum melalui sundulan bek asal Tanjung Verde, Yuran Fernandes, pada menit 45+7.

Gol tersebut tercipta memanfaatkan skema tendangan sudut oleh Francisco Rivera yang gagal diantisipasi lini pertahanan Arema FC.

Hasil tersebut membawa Persebaya melaju ke final untuk menghadapi Persib Bandung, yang sebelumnya lebih dulu memastikan tiket ke partai puncak usai menyingkirkan Persija Jakarta dengan skor 2-1.

Unggul Efektif di Babak Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Sebagai laga bertajuk derbi Jawa Timur, duel berlangsung keras dengan intensitas tinggi di lini tengah.

Persebaya berupaya menguasai permainan melalui penguasaan bola, sementara Arema lebih mengandalkan transisi cepat dan serangan balik yang beberapa kali merepotkan lini belakang Bajul Ijo.

Meski mampu menciptakan sejumlah peluang, penyelesaian akhir kedua tim belum maksimal hingga penghujung babak pertama.

Kebuntuan akhirnya pecah pada masa tambahan waktu.

Berawal dari sepak pojok oleh Francisco Rivera, Yuran Fernandes berhasil memenangkan duel udara dan menanduk bola ke dalam gawang Arema FC sehingga mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Persebaya.

Gol tersebut menjadi pembeda hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.

Unggul Jumlah Pemain, Persebaya Gagal Menambah Gol

Memasuki babak kedua, situasi semakin menguntungkan Persebaya setelah pemain Arema FC, Diego Landis harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat menerima kartu merah setelah melanggar Miguel Pereira pada menit 66 babak kedua.

Dengan keunggulan jumlah pemain, Persebaya diperkirakan mampu mendominasi pertandingan dan memperbesar keunggulan. Namun kenyataan di lapangan justru berbeda.

Bajul Ijo memang lebih banyak menguasai bola dan menekan pertahanan lawan, tetapi serangan yang dibangun kurang efektif.

Sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol akibat penyelesaian akhir yang kurang tenang serta rapatnya pertahanan Arema yang tetap mampu bertahan meski bermain dengan 10 pemain.

Sebaliknya, Arema FC masih beberapa kali berusaha mengancam melalui serangan balik cepat, namun tidak mampu menyamakan kedudukan.

Baca Juga:  Mahasiswa Unesa Kritik Permenpora 14 Tahun 2024, Dianggap Berpotensi Ganggu Pembinaan Olahraga Prestasi di Indonesia

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Persebaya.

Lolos ke Final, Masih Ada Evaluasi

Meski sukses mengamankan tiket final, performa Persebaya dinilai belum sepenuhnya meyakinkan.

Keunggulan jumlah pemain sepanjang sebagian besar babak kedua seharusnya menjadi peluang bagi Persebaya untuk mengontrol pertandingan sekaligus menambah margin kemenangan.

Namun efektivitas serangan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi laga final.

Selain penyelesaian akhir yang belum maksimal, koordinasi saat membangun serangan juga terlihat belum konsisten sehingga beberapa peluang terbuang percuma.

Di sisi lain, lini pertahanan Persebaya kembali menunjukkan soliditasnya.

Kehadiran Yuran Fernandes tidak hanya menjadi penentu kemenangan lewat gol sundulan, tetapi juga tampil disiplin dalam menjaga pertahanan hingga gawang Persebaya tetap tidak kebobolan.

Tantangan Berat Menanti di Final

Kemenangan atas Arema FC mengantarkan Persebaya bertemu Persib Bandung pada partai final Piala Presiden 2026.

Persib datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 di semifinal.

Pertemuan dua tim besar tersebut diprediksi menghadirkan laga yang berlangsung sengit mengingat keduanya sama-sama memiliki materi pemain berkualitas dan sedang berada dalam tren positif.

Review Pertandingan

Secara keseluruhan, kemenangan Persebaya lebih ditentukan oleh efektivitas memanfaatkan bola mati dibanding dominasi permainan terbuka.

Gol sundulan Yuran Fernandes dari situasi sepak pojok menjadi pembeda di laga yang berlangsung ketat.

Namun, performa Bajul Ijo masih menyisakan sejumlah catatan.

Keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah yang diterima Diego Landis di menit 66 babak kedua tidak mampu dimanfaatkan secara optimal untuk memperbesar keunggulan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian akhir dan kreativitas membongkar pertahanan lawan masih perlu ditingkatkan.

Sebaliknya, Arema FC layak mendapat apresiasi atas semangat juang yang tetap terjaga meski harus bermain dengan 10 pemain.

Tim Singo Edan mampu menjaga organisasi permainan hingga akhir pertandingan dan memaksa Persebaya bekerja keras mempertahankan keunggulan tipis.

Bagi Persebaya, kemenangan ini menjadi modal berharga menuju final.

Namun apabila ingin mengangkat trofi Piala Presiden 2026 saat menghadapi Persib Bandung, Bajul Ijo dituntut tampil lebih efektif, lebih tajam dalam penyelesaian akhir, serta mampu memanfaatkan setiap peluang yang tercipta.(her)

Berita Terkait

Terpilih Kembali Sebagai Ketua Pengprov Muaythai Jatim, Baso Juherman Siapkan Langkah Besar Menuju PON 2028
Mudhazir Salam Raih Juara I Ju-Jitsu Surabaya Rising Champion 2026
Budo Festival 2026 di Unesa, Perkuat Kerjasama Olahraga Jepang-Jatim
KONI Jatim Matangkan Persiapan PON Pantai 2026
Wawali Malang Evaluasi Jalur Mandiri Popda, Hasilnya Dua Atlet Dipastikan Berangkat
DRAMA 120 MENIT! Sempat Tertinggal, Indonesia Akhirnya Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti dan Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Muaythai Surabaya Jadikan SRC Seri 3 Ajang Pembibitan Atlet Menuju Porprov 2027
Raih 10 Emas, FAJI Jatim Juarai Kejurnas Arung Jeram 2026 di Bali
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:32 WIB

Urai Konflik Agraria, BRAN Dorong Integrasi Satu Data Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Bappenas dan BRAN Bersinergi: Percepat Pemerataan dan Kesejahteraan Rakyat, 23 Ribu Hektare Tanah Siap Diredistribusi

Selasa, 3 November 2026 - 09:28 WIB

Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Senin, 2 November 2026 - 19:17 WIB

Giant Sea Wall Pantura Disiapkan, BRAN Kawal Kepastian Tanah dan Perlindungan Nelayan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kapolda Ungkap Alasan Brimob Gerebek Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo, Buru DPO Pembakaran Warung Mi Babi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal Rp 1 Triliun Bagi Daerah Pendukung Program MBG

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:15 WIB

BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BRAN Gandeng Akademisi, Matangkan Regulasi Reforma Agraria

Berita Terbaru