sentralmerahputih.id | Surabaya – Kontingen Muaythai Jatim menargetkan tampil maksimal pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang akan berlangsung di Bekasi pada 5–10 Agustus 2026.
Tidak sekadar mengejar medali, ajang nasional tersebut dipandang sebagai momentum strategis untuk mengukur kekuatan atlet sebelum menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun depan.
Sebanyak 87 atlet diterjunkan dalam kejuaraan tersebut.
Mereka akan bertanding di tiga kategori, yakni elite, remaja, dan youth, yang mencerminkan keseriusan Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur dalam membangun prestasi sekaligus menjaga kesinambungan regenerasi atlet.
Ketua Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur, Baso Juherman, mengatakan jumlah atlet yang diberangkatkan merupakan hasil dari pembinaan berjenjang yang selama ini dijalankan bersama pengurus kabupaten dan kota.
Menurutnya, Kejurnas bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga bagian dari proses pembinaan jangka panjang agar atlet-atlet muda memperoleh pengalaman bertanding di level nasional.
“Kami sengaja membawa atlet Puslatda maupun atlet-atlet muda dari daerah agar mereka mendapatkan jam terbang, pengalaman bertanding, sekaligus mengukur kemampuan menghadapi lawan dari berbagai provinsi,” ujar Baso, di Kantor KONI Jatim, Senin (3/8/2026).
Lebih lanjut, Baso menjelaskan bahwa keikutsertaan atlet dari daerah juga berkaitan dengan kebijakan pembinaan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Salah satu syarat bagi atlet yang akan tampil di Porprov adalah memiliki pengalaman mengikuti kompetisi resmi.
Karena itu, pihaknya memberikan stimulus kepada seluruh pengurus kabupaten dan kota untuk aktif mengirimkan atlet ke Kejurnas IMC.
“Kami memberikan stimulus kepada kabupaten dan kota bahwa memang ada prasyarat menuju Porprov. Atlet harus mengikuti liga sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Dengan mengikuti Kejurnas ini, keikutsertaan mereka sudah dihitung sebagai bagian dari persyaratan tersebut. Itu yang mendorong daerah mengirimkan atletnya,” jelasnya.
Meski membawa atlet dari berbagai kelompok usia, Baso menegaskan fokus utama Jawa Timur tetap berada pada kategori elite dan U-23.
Kedua kategori tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung kontingen Jawa Timur pada agenda nasional, termasuk PON mendatang.
Target yang dipasang pun tidak main-main, yakni merebut gelar juara umum di dua kategori tersebut.
“Fokus utama kami memang di sektor elite dan U-23. Insya Allah kami mengejar juara umum di kategori itu karena nomor-nomor tersebut merupakan proyeksi menuju PON. Sementara kategori youth lebih kami arahkan sebagai bagian dari pembinaan atlet muda,” katanya.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan.
Baso menilai atlet-atlet yang dibawa ke Bekasi memiliki kualitas yang telah teruji melalui berbagai kejuaraan, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Ia berharap capaian di IMC 2026 mampu menjadi indikator kesiapan Muaythai Jawa Timur menghadapi persaingan yang lebih ketat pada Babak Kualifikasi PON.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil, menyambut positif keputusan MI Jatim memberangkatkan kontingen dalam jumlah besar.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen serius dalam menjaga regenerasi atlet sehingga prestasi Muaythai Jawa Timur tidak hanya bertumpu pada atlet senior, tetapi juga ditopang munculnya bibit-bibit baru.
“Saya senang melihat banyak atlet yang diberangkatkan. Ini menunjukkan proses regenerasi berjalan dengan baik. Regenerasi merupakan faktor penting agar prestasi Muaythai Jawa Timur dapat terus berkelanjutan,” ujar Nabil.
Berkaca pada pencapaian atlet Muaythai Jawa Timur di berbagai kejuaraan, termasuk pada Pekan Olahraga Nasional sebelumnya, Nabil optimistis kontingen Jawa Timur mampu kembali bersaing di papan atas.
“Insya Allah bisa menjadi juara umum. Tolok ukurnya, saat PON Aceh kemarin atlet-atlet kita sudah menunjukkan prestasi yang sangat baik. Mudah-mudahan di Kejurnas kali ini mereka bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” tuturnya.
Keikutsertaan 87 atlet dalam Indonesia Muaythai Championship 2026 sekaligus memperlihatkan arah pembinaan olahraga bela diri di Jawa Timur yang tidak hanya berorientasi pada prestasi jangka pendek, tetapi juga menyiapkan regenerasi atlet secara berkelanjutan.
Dengan komposisi atlet senior dan atlet muda yang seimbang, Kejurnas IMC 2026 diharapkan menjadi pijakan penting bagi Muaythai Jawa Timur untuk mempertahankan dominasinya di tingkat nasional sekaligus mematangkan persiapan menuju PON berikutnya.(her)






