Kematian ASN Bangkalan di Parkiran Juanda Diduga Tak Wajar, Kuasa Hukum Minta Pelaku Segera Ditangkap

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | SURABAYA – Hasil pemeriksaan luar dan otopsi terhadap jenazah RJS (50), aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, mulai mengungkap sejumlah temuan yang mengarah pada dugaan kematian tidak wajar.

Korban diketahui merupakan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan.

Jenazahnya ditemukan di dalam mobil Toyota Innova berpelat merah nomor polisi M 1090 GP yang terparkir di kawasan bandara pada Rabu (24/6/2026).

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan hasil pemeriksaan sementara dari tim forensik menunjukkan sejumlah temuan yang lazim ditemukan pada kasus kematian akibat asfiksia atau kekurangan oksigen karena saluran pernapasan terhambat.

“Walaupun kami masih menunggu hasil uji toksikologi, dari hasil pemeriksaan luar dan otopsi sementara ini sudah dapat diindikasikan bahwa kematian korban tidak wajar,” kata Risang, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, dalam hasil pemeriksaan ditemukan pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, kebiruan pada selaput lendir bibir bagian atas dan bawah, serta tanda merah kehitaman pada lidah, epiglotis, dan saluran napas utama.

“Temuan-temuan tersebut lazim ditemukan pada kematian yang dipicu mati lemas atau asfiksia,” ujarnya.

Risang menjelaskan, asfiksia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kekurangan oksigen akibat terhambatnya saluran pernapasan.

“Asfiksia bisa disebabkan karena cekikan, tercekik, atau dibekap. Kami memang bukan ahli forensik, tetapi melihat adanya pembesaran pembuluh darah pada bibir atas dan bawah, ada kemungkinan korban mengalami hambatan pada saluran napasnya,” katanya.

Selain indikasi mati lemas, tim forensik juga menemukan luka robek pada area cuping telinga kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul.

“Luka pada cuping telinga kiri itu juga menjadi perhatian. Bisa saja ada kekerasan yang terjadi sebelum korban meninggal dunia. Ini tentu menjadi bagian yang harus didalami oleh penyidik,” ujar Risang.

Temuan Otopsi

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang diterima keluarga korban, ditemukan sejumlah temuan forensik, antara lain:

* Luka robek pada area cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul.
* Pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata.
* Kebiruan pada selaput lendir bibir bagian atas dan bawah.
* Tanda merah kehitaman pada lidah, epiglotis, dan saluran napas utama.
* Dinding lambung berwarna merah kehitaman pada pemeriksaan bagian dalam.
* Tanda pembusukan ditemukan pada seluruh organ tubuh.
* Uji kosmalin pada otot tangan kanan menunjukkan warna merah pucat.
* Hasil swab vagina tidak ditemukan sperma.
* Korban tidak dalam kondisi mengandung.
* Waktu kematian diperkirakan telah berlangsung lebih dari dua kali 24 jam atau sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.

Baca Juga:  Peduli Kaum Rentan Polrestabes Surabaya Amankan Tersangka KDRT yang Sempat Viral di Medsos

Sementara itu, sampel untuk pemeriksaan toksikologi telah dikirim ke Laboratorium Forensik Surabaya.

Hasilnya diperkirakan baru akan keluar dalam beberapa waktu ke depan dan diharapkan dapat memperjelas penyebab kematian korban.

Polisi Diminta Segera Ungkap Pelaku

Risang juga mengungkapkan bahwa sejak awal penyelidikan, pihak keluarga telah mendapatkan dukungan dari pengelola bandara yang menyerahkan rekaman CCTV serta berbagai petunjuk yang kemudian dianalisis oleh penyidik.

Menurutnya, sejumlah petunjuk yang ditemukan mengarah pada dugaan keterlibatan orang lain dalam kasus tersebut.

“Dari petunjuk-petunjuk yang ditemukan, termasuk hasil penelusuran CCTV dan temuan di dalam kendaraan korban, ada indikasi bahwa terdapat seorang pria yang membawa atau menempatkan jenazah korban ke lokasi ditemukannya mobil tersebut,” kata Risang.

Atas dasar itu, pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian korban.

“Kami berharap pelaku segera ditangkap agar keluarga korban memperoleh kepastian mengenai apa motif di balik peristiwa ini dan siapa yang sebenarnya melakukan tindakan tersebut,” ujarnya.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian.

Sementara hasil uji toksikologi yang masih menunggu proses laboratorium diharapkan menjadi salah satu kunci penting untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian ASN Pemkab Bangkalan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena selain melibatkan seorang pejabat ASN, sejumlah temuan forensik awal juga mengindikasikan adanya kemungkinan unsur kekerasan sebelum korban ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan dinasnya.(*/hr)

Berita Terkait

Polres Lamongan Ungkap Jaringan Ganjal ATM Lintas Daerah, 5 Tersangka Residivis Diamankan
Polres Nganjuk Amankan Dua Tersangka Pengedar Narkoba Lintas Daerah dan 210,03 gram Sabu
Dua Pengedar Pil Double L Dibekuk, Polres Magetan Tegaskan Perang terhadap Peredaran Narkoba dan Obat Keras Berbahaya
Polda Jatim Ungkap 3.157 Kasus Narkoba Semester I Tahun 2026, Selamatkan 2,79 Juta Jiwa dari Bahaya Narkotika
Polres Lumajang Amankan Dua Tersangka Pengedar Okerbaya, Sita Puluhan Ribu Butir Pil Logo Y
Polda Jatim Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 3 Tersangka Diamankan
Polres Pelabuhan Tanjungperak Bongkar Jaringan Narkoba Amankan Dua Tersangka dan 292,93 Gram Sabu
Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional
Berita ini 22 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:14 WIB

Kapolres Jombang Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Sejumlah Kapolsek Jajaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:10 WIB

Polres Bondowoso Tetapkan Oknum ASN Jadi Tersangka Kasus Pemukulan Perawat RSUD

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:09 WIB

Polres Pelabuhan Tanjungperak Bongkar Sindikat Pencuri Belasan Unit AC, Empat Tersangka Diamankan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:29 WIB

Hari Bhayangkara ke-80: Polres Probolinggo Turun ke Pelosok Desa Salurkan Bansos Bedah Rumah

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:28 WIB

Polres Malang Bongkar Modus Penipuan Berkedok Program UMKM Dua Tersangka Diamankan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:27 WIB

Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, M.Si.: Peran Polri dalam Ketahanan Pangan Melampaui Fungsi Keamanan Konvensional

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:58 WIB

Olahraga Satukan Persaudaraan, Turnamen Bola Voli Kapolres Cup 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:36 WIB

Subuh Berjamaah di Pitu, Polisi Ngawi Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas Bersama Warga

Berita Terbaru