Draf Raperda Keolahragaan Jatim Picu Polemik, Posisi KONI Terancam Melemah

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | SURABAYA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur tengah mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kepemudaan dan Keolahragaan.

Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat dasar hukum sport development, pembinaan atlet usia dini, serta legalitas lembaga olahraga di daerah.

Raperda tersebut bertujuan menciptakan ekosistem olahraga yang adaptif, meningkatkan prestasi atlet, serta menyelaraskan kebijakan daerah dengan standar nasional.

Selain itu, pemerintah daerah menargetkan keberlanjutan pembinaan olahraga sekaligus peningkatan kebugaran masyarakat.

Namun, di balik tujuan tersebut, muncul sorotan terhadap sejumlah substansi dalam draf aturan.

Raperda ini dinilai berpotensi mengurangi bahkan “mematikan” peran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di tingkat provinsi.

Raperda ini dirancang sebagai pengganti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan yang dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Selain itu, regulasi tersebut juga disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang menggantikan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Ketua Bidang Humas dan Media KONI Jawa Timur, Lutfi Al Hakim, menilai terdapat perbedaan signifikan dalam Raperda baru dibandingkan dengan regulasi sebelumnya, terutama terkait pembatasan peran KONI di tingkat provinsi.

“Uraian tugas KONI provinsi sangat terbatas, bahkan cenderung seperti ‘petugas’ dari Dispora Jawa Timur. Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022, Pasal 37 ayat (4) huruf b, ditegaskan bahwa komite olahraga nasional memiliki tugas melaksanakan pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi di tingkat nasional dan daerah,” ujarnya.

Menurut Lutfi, yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur ini, seharusnya Dispora Jawa Timur sebagai inisiator Raperda konsisten dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Persiapan PON Bela Diri 2026 di Manado, KONI Jatim Panggil 8 Pimpinan Cabor Bela Diri Targetkan Lonjakan Prestasi

Ia menegaskan bahwa KONI provinsi merupakan bagian dari struktur organisasi KONI pusat yang memiliki kewenangan pembinaan olahraga prestasi di daerah.

“Jika KONI pusat memiliki tugas melaksanakan pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi di tingkat nasional dan daerah, maka secara mutatis mutandis KONI provinsi juga memiliki tugas serupa dalam lingkup wilayahnya, termasuk di Jawa Timur dan 38 kabupaten/kota,” jelas mantan Ketua Pengprov Ikasi Jawa Timur ini.

Kritik terhadap Raperda juga mengemuka setelah mencermati ketentuan Pasal 39 ayat (2). Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi dilakukan oleh pemerintah provinsi dan induk organisasi cabang olahraga tingkat provinsi, tanpa menyebutkan peran KONI.

Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, khususnya Pasal 38 ayat (1), ditegaskan bahwa pengelolaan olahraga di tingkat provinsi dilakukan oleh pemerintah daerah dengan dibantu komite olahraga nasional di provinsi.

Sejumlah pihak menilai ketidaksinkronan ini berpotensi menimbulkan konflik kewenangan serta melemahkan sistem pembinaan atlet yang telah berjalan.

Selama ini, KONI berperan penting dalam mengoordinasikan cabang olahraga, membina prestasi atlet, hingga mempersiapkan ajang multi-event seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Karena itu Lutfi berpendapat jika tidak direvisi, Raperda tersebut dikhawatirkan akan mengubah peta kelembagaan olahraga di Jawa Timur secara signifikan.

Selain berpotensi bertentangan dengan regulasi yang lebih tinggi, absennya peran KONI juga dinilai dapat berdampak pada efektivitas pembinaan atlet di daerah.

Menurut Lutfi, bila nanti sudah memasuki tahap pembahasan sebaiknya semua pihak sebaiknya memastikan raperda ini sesuai dengan undang-undang sebagai peraturan yang lebih tinggi di atasnya.(*)

Berita Terkait

Terpilih Kembali Sebagai Ketua Pengprov Muaythai Jatim, Baso Juherman Siapkan Langkah Besar Menuju PON 2028
Mudhazir Salam Raih Juara I Ju-Jitsu Surabaya Rising Champion 2026
Budo Festival 2026 di Unesa, Perkuat Kerjasama Olahraga Jepang-Jatim
KONI Jatim Matangkan Persiapan PON Pantai 2026
Wawali Malang Evaluasi Jalur Mandiri Popda, Hasilnya Dua Atlet Dipastikan Berangkat
DRAMA 120 MENIT! Sempat Tertinggal, Indonesia Akhirnya Tundukkan Thailand Lewat Adu Penalti dan Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Muaythai Surabaya Jadikan SRC Seri 3 Ajang Pembibitan Atlet Menuju Porprov 2027
Raih 10 Emas, FAJI Jatim Juarai Kejurnas Arung Jeram 2026 di Bali
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:32 WIB

Urai Konflik Agraria, BRAN Dorong Integrasi Satu Data Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Bappenas dan BRAN Bersinergi: Percepat Pemerataan dan Kesejahteraan Rakyat, 23 Ribu Hektare Tanah Siap Diredistribusi

Selasa, 3 November 2026 - 09:28 WIB

Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Senin, 2 November 2026 - 19:17 WIB

Giant Sea Wall Pantura Disiapkan, BRAN Kawal Kepastian Tanah dan Perlindungan Nelayan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kapolda Ungkap Alasan Brimob Gerebek Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo, Buru DPO Pembakaran Warung Mi Babi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal Rp 1 Triliun Bagi Daerah Pendukung Program MBG

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:15 WIB

BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BRAN Gandeng Akademisi, Matangkan Regulasi Reforma Agraria

Berita Terbaru