Surin Welangon : Menggambarkan Surealistik Figurativ Dalam Lukisannya

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id – Surin Welangon, lahir di Surabaya pada tahun 1975, adalah seorang seniman multitalenta dari Surabaya dengan memfokuskan diri saat ini menjadi seorang seniman individual yang aktif memposting mempromosikan karya karyanya di platform media sosial.

Sebelum dikenal sebagai seniman, Surin terlibat dalam Teater, Tari, sastra dan terkenal mrmbuat komunitas pemberdayaan Masyarakat perkampungan.

Ia berhasil secara swadaya membuat kampung sendiri yang bernama Kampung Komunitas di Kelurahan Tambak Osowilangun, sebuah kampung yang identik dengan swaka alam mangrove di pesisir Kota Surabaya.

Karya seni dan pendekatan Surin Welangon

Surin Welangon mulai aktif Kembali berkarya rupa pada pertengahan tahun 2025, setelah 16 tahun lebih aktiv di organisasi kemasyarakatan.

Pendekatan Surin welangon dalam berkarya ditandai dengan kebebasan tanpa terbebani.

Ia selalu menghadapi proses kreatif dengan pengalaman batin selama bergabung dengan Teater Tari Parmin Ras yang mempresentasikan kondisi sosial potik dan pengalaman bermediasi dengan alam secara terkonvensi.

Surin awalnya selalu bermedium dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan sering dianggap sepele, seperti alat alat nelayan serta bermain-main dengan elemen bahan bangunan bercampur dengan mengekplore dirinya sendiri, dan untuk saat ini lebih banyak berkarya dua dimensi

Sejarah Hidup

Surin Welangon lahir pada tahun 1975 di Suabaya, Indonesia. Ia mulai mengembangkan minatnya dalam seni sejak sekolah seni rupa di Surabaya (SMSR).

Baca Juga:  YAKES GO GREEN, Program Yakes Telkom Lakukan Langkah Kecil untuk Perubahan Besar

Dalam beberapa tahun pertama kariernya sebagai seniman, Surin menyaksikan perubahan besar yang terjadi di Indonesia, termasuk kebebasan berekspresi yang lebih besar dan pengaruh performance art, video arts serta estetika seni instalasi yang memungkinkan bereksperimen dalam dunia seni.

Ia menggabungkan sumber-sumber tradisional dan kontemporer, serta budaya Indonesia dan Barat, dalam praktik seninya serta menginterpretasikan seni gerak, untuk membahas peristiwa sejarah dan kehidupan sosial politik Indonesia saat ini.

Surin juga menggunakan figir hewan dan manusia , motif batik dalam karyanya.

Pengamatan dan keterlibatan sang seniman dengan masyarakat sekitarnya menjadi dasar utama dari karya-karyanya secara keseluruhan.

Ia sering berinteraksi dengan masyarakat setempat untuk mengamati dan mencerminkan budaya yang ada di sekitarnya.

Melalui pengamatan ini, surin menghasilkan gagasan-gagasan yang dituangkan dalam karyanya, yang mencerminkan kontradiksi budaya Indonesia.

Pendekatan yang sederhana dan mengakar ini menghasilkan karya-karya yang bisa membuat orang seperti membaca sebuah tragedi yang puitis, dan terkadang juga bingung dengan berbagai absurditas dan deformitas ala Surin.

Dengan karyanya yang menggabungkan, absurditas, figurative surealis dan pengamatan terhadap sosial politik sehari-hari, Surin welangon terus menginspirasi dan menarik perhatian public.

Ia mengkomunikasikan pengalamannya melalui seninya kepada audiens dari berbagai latar belakang, khususunya para pengusaha dan para aktivis politik dan pergerakan.(*)

Berita Terkait

Pimred Locusdelictinews Ucapkan Salamat Idul Fitri 1447 H, Saatnya Kembali ke Fitrah dan Rayakan Kemenangan
Jaga Keutuhan Bangsa di Era Moderen, Ulama dan Umarah Silaturahmi di Rumah Ustadz Anton Susanto
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes
Wakapolri Resmikan Kembali Operasional Pabrik Garmen Wonghang Bersaudara di Pemalang
Polres Gresik Bongkar Aplikasi Gomatel Data R4 Telat Bayar, Sebar 1,7 Juta Data Debitur
Polri Peringkat Pertama Nasional Monev KIP 2025, Kapolri: Ini Sebuah Apresiasi namun juga menjadi Sebuah Tantangan
Reformasi Birokrasi Polri Berbuah Penghargaan KIP 2025, Jadi Teladan Nasional
Optimalisasi Layanan 110, Jaminan Kesiapsiagaan Polri di Tengah Masyarakat
Berita ini 108 kali dibaca
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:03 WIB

Polri Imbau Masyarakat Waspadai Lonjakan Arus Balik dan Manfaatkan WFA Pasca Idul Fitri 1447 H

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:42 WIB

Polda Jatim Antisipasi 488 Lokasi Wisata di Libur Lebaran

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:15 WIB

Korlantas Polri Resmi Akhiri One Way Nasional Arus Mudik Lebaran, Fokus Pengamanan Idulfitri

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:13 WIB

Polri Siap Amankan Malam Takbiran Idulfitri 1447 H, 317 Ribu Personel Disiagakan

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:42 WIB

Polda Jatim Imbau Masyarakat Tak Lakukan Takbir Keliling di Jalan Raya

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:12 WIB

Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta Lancar, Polri Pastikan Pelayanan Optimal bagi Masyarakat

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:08 WIB

Puncak Mudik, Polres Pelabuhan Tanjungperak Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Suramadu

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:04 WIB

47 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, 1 Perwira Raih Bintang Tiga

Berita Terbaru

PERISTIWA

Polri: Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret 2026

Minggu, 22 Mar 2026 - 15:00 WIB