sentralmerahputih.id | MAGETAN – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan jajaran Polsek Poncol bersama TNI, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan relawan. Mereka bersinergi mengevakuasi seorang wanita yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dari kawasan Puncak Jobolarangan, Dukuh Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Senin (2/11/2026).
Evakuasi tersebut melibatkan Kapolsek Poncol AKP Agus Rianto, S.H., beserta anggota, Danramil Poncol, Camat Poncol, Kepala Desa Genilangit, Perhutani, petugas Puskesmas Poncol, relawan Kelana Ranger, serta masyarakat setempat.
Keberadaan wanita tersebut pertama kali diketahui oleh sejumlah pendaki yang melintas melalui jalur Wonorejo, Tawangmangu. Pada Minggu (1/11/2026), para pendaki sempat berupaya membujuk wanita tersebut agar bersedia turun gunung bersama mereka. Namun, ajakan itu tidak mendapat respons sehingga informasi keberadaannya diteruskan kepada pengelola Base Camp Jobolarangan via Wonomulyo.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Forkopimca Poncol bersama berbagai unsur terkait segera berkoordinasi untuk melakukan evakuasi. Sekitar pukul 14.30 WIB, tim gabungan mulai bergerak menuju kawasan puncak untuk menjemput wanita tersebut.
Setelah melalui upaya bersama, sekitar pukul 16.00 WIB, wanita itu akhirnya berhasil dibawa turun dengan selamat menuju Base Camp Jobolarangan Wonomulyo.
Setibanya di base camp, petugas Puskesmas Poncol langsung melakukan pemeriksaan kesehatan awal guna memastikan kondisi fisik yang bersangkutan sebelum menjalani penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Poncol AKP Agus Rianto menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, wanita tersebut diduga naik melalui jalur Wonorejo, Tawangmangu. Pasalnya, jalur pendakian melalui Wonomulyo saat ini sedang ditutup.
“Setelah menerima laporan, kami bersama Koramil, Kecamatan Poncol, BPBD, Puskesmas, pemerintah Desa Genilangit, relawan, dan masyarakat bergerak bersama melakukan upaya evakuasi hingga yang bersangkutan berhasil dibawa turun dengan selamat,” ungkap AKP Agus Rianto.
Setelah proses evakuasi, petugas juga melakukan pemeriksaan biometrik di Kantor Kecamatan Poncol untuk mengetahui identitas wanita tersebut. Namun, upaya identifikasi belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan diketahui belum pernah melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP).
“Untuk penanganan lebih lanjut, yang bersangkutan selanjutnya kami bawa ke Dinas Sosial Kabupaten Magetan agar mendapatkan penanganan dan pendampingan sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi dan sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, serta masyarakat dalam merespons kondisi darurat di wilayah pegunungan.
Lebih dari sekadar proses evakuasi, langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama untuk memastikan keselamatan dan memberikan perlindungan kepada warga yang membutuhkan pertolongan.






