sentralmerahputih.id | Surabaya – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Loncat Indah Jawa Timur 2026 menjadi momentum penting dalam menjaring bibit atlet muda sekaligus mengukur perkembangan pembinaan di daerah pasca Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025.
Pelatih Tim Loncat Indah Jawa Timur, Ronaldy Herbintoro, dikonfirmasi Minggu (12/4/2026) mengatakan ajang ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi bagi pelatih dan daerah dalam melihat sejauh mana peningkatan prestasi atlet.
“Kejurprov ini adalah ajang pencarian bibit atlet dari daerah, sekaligus untuk melihat perkembangan loncat indah di masing-masing wilayah setelah Porprov Jatim 2025,” ujarnya.
Menurut Ronaldy, pihaknya berharap dari kejuaraan ini akan muncul atlet-atlet muda berbakat yang mampu menjadi pelapis bahkan pesaing atlet senior.
Hal ini penting untuk mengurangi kesenjangan kualitas antara atlet junior dan senior.
Ia menyoroti bahwa selama ini pembinaan, khususnya pada sektor putri, masih belum berkembang maksimal di beberapa daerah.
Karena itu, Kejurprov diharapkan mampu menjadi pemicu peningkatan kualitas pembinaan.
“Harapannya tidak ada lagi jarak kualitas antara atlet senior dan junior. Terutama di nomor putri, yang di beberapa daerah masih belum berkembang optimal,” katanya.
Lebih lanjut, Ronaldy menegaskan bahwa penyelenggaraan Kejurprov dan Porprov menjadi dua agenda penting yang saling berkaitan dalam mendorong kemajuan cabang olahraga loncat indah di Jawa Timur.
“Dengan adanya Kejurprov dan Porprov, kami berharap pembinaan atlet di daerah bisa lebih terpacu dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kejurprov Loncat Indah Jatim 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18–19 April 2026 di Kolam Renang Primalaras, Surabaya.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 10 daerah telah mendaftarkan diri dari target 15 daerah peserta.
Panitia memperkirakan jumlah peserta akan mencapai sekitar 70 hingga 80 atlet dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah menjelang penutupan pendaftaran.
Dalam kejuaraan ini, akan ada total 36 nomor lomba yang terbagi dalam beberapa kategori, yakni kelompok terbuka, kelompok umur (KU A, KU B, KU C, dan KU D), serta kelompok pemula.
Adapun pembagian kelompok umur meliputi kategori terbuka (semua usia), KU A usia 16–18 tahun, KU B usia 14–15 tahun, KU C usia 12–13 tahun, serta KU D usia hingga 11 tahun. Sementara untuk kelompok pemula A dan pemula B diperuntukkan bagi atlet dengan usia maksimal 15 tahun.
Untuk kategori terbuka dan kelompok umur, nomor yang dilombakan meliputi papan 1 meter, papan 3 meter, serta menara (platform) dengan ketinggian bervariasi mulai 5 meter, 7,5 meter hingga 10 meter.
Sementara pada kelompok pemula, nomor yang dilombakan antara lain loncatan dari tepi kolam, menara 0,5 meter, serta papan 1 meter, yang dirancang khusus untuk atlet pemula yang belum memiliki pengalaman di kejuaraan tingkat tinggi.
Seluruh nomor tersebut dilombakan baik untuk kategori putra maupun putri, sehingga memberikan kesempatan luas bagi atlet dari berbagai level untuk berkompetisi.
Melalui ajang ini, diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang dapat memperkuat kontingen Jawa Timur pada ajang nasional maupun internasional di masa mendatang.(*)












