sentralmerahputih.id | Surabaya – Regenerasi kepemimpinan di tingkat sektor menjadi salah satu fokus dalam mutasi jabatan yang dilakukan Polda Jawa Timur.
Selain merotasi pejabat utama dan kepala satuan, Kapolda Jawa Timur juga melakukan penyegaran terhadap puluhan jabatan Kapolsek serta menempatkan sejumlah perwira pertama (Pama), termasuk lulusan S1 STIK-PTIK Angkatan ke-83 Tahun Anggaran 2026, untuk mengisi posisi strategis di berbagai wilayah hukum.
Seluruh mutasi tersebut tertuang dalam keputusan Kapolda Jawa Timur tertanggal 31 Juli 2026.
Di wilayah Polres Gresik, regenerasi kepemimpinan terlihat cukup signifikan.
AKP Suhari dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolsek Dukun menggantikan Kompol Slamet Priyono, yang mendapat penugasan baru sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang SDM Polres Gresik.
Sementara jabatan Kapolsek Bungah kini dipercayakan kepada Iptu Masdar Auzan, lulusan S1 STIK-PTIK Angkatan ke-83 Tahun 2026.
Sedangkan Iptu Muhammad Syahrir Husain, yang juga merupakan lulusan angkatan yang sama, dipercaya memimpin Polsek Gresik Kota.
Selain itu, tiga perwira dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, yakni Ipda Muhammad Khalifah Nasif, Iptu Adi Atmaja Mahardika, dan Iptu Gavra Pedra Gianyar, dimutasi sebagai Pama Polres Gresik untuk memperkuat jajaran personel.
Di Polres Batu, jabatan Kapolsek Ngantang mengalami pergantian.
AKP Eka Yuliandri Aska dimutasi sebagai Pama Polres Batu, sementara posisi tersebut kini diisi Iptu M. Iqbal Herian sebagai Pejabat Sementara (Ps) Kapolsek Ngantang.
Rotasi serupa juga berlangsung di wilayah Polres Pasuruan.
AKP Sugiyanto meninggalkan jabatan Kapolsek Wonorejo untuk mengisi posisi Kasubbag Renprogar Bagren Polres Pasuruan.
Sebagai penggantinya, Iptu Muhamad Mahdi Noviansyah dipercaya sebagai Ps Kapolsek Wonorejo.
Sementara AKP Sugiardi Prianto memperoleh amanah baru sebagai Kanit Samapta Polsek Pandaan.
Di Polres Lamongan, AKP Sudibyo mendapat penugasan baru sebagai Kasubbag Kerma Bagops Polres Lamongan, sehingga jabatan Kapolsek Kedungpring kini diisi Iptu Muhammad Aldwi Ashary sebagai pejabat sementara.
Pergantian juga terjadi di Polsek Candipuro, Polres Lumajang, di mana AKP Lugito dimutasi ke fungsi SDM, sedangkan Iptu Giosian Yohanes Sinaga dipercaya sebagai Ps Kapolsek Candipuro.
Penyegaran kepemimpinan tingkat sektor juga menyentuh Polres Jombang.
Iptu I Kadek Yogi Wiranatha Nugraha ditunjuk sebagai Kapolsek Bareng menggantikan AKP Mustoib, yang memperoleh promosi sebagai Kasubbag Dalpers Bag SDM Polres Jombang.
Selain itu, AKP Irwan Rizki Prakoso dipercaya menjadi Kapolsek Ngoro, sedangkan Iptu Susila mendapat amanah baru sebagai Ps Kasi Humas Polres Jombang.
Di wilayah Polres Mojokerto, jabatan Kapolsek Mojoanyar kini dipercayakan kepada Iptu Iman Pramesti Jalu Sukmoro Dhira Brata, menggantikan AKP Rizal Arisman yang dimutasi ke Ditsamapta Polda Jatim.
Sementara di wilayah Polres Mojokerto, Kompol Suwiji meninggalkan jabatan Kapolsek Trowulan untuk mengemban tugas sebagai Kapolsek Purworejo Polres Pasuruan Kota.
Posisinya digantikan Kompol I Gusti N.K. Swastama A.L., yang sebelumnya bertugas di Rorena Polda Jatim.
Di Polresta Malang Kota, penyegaran organisasi dilakukan melalui pergantian Kapolsek Klojen dan Kapolsek Sukun.
Kompol Riyan Wahyuningtiyas dipercaya memimpin Polsek Klojen menggantikan Kompol Moch. Budiarto, yang dipromosikan sebagai Kabaglog Polresta Malang Kota. Sementara jabatan Ps Kapolsek Sukun kini diemban AKP Alamsyah Nugraha.
Pergantian juga terjadi di wilayah Polresta Banyuwangi.
Kompol Hariyanto dimutasi sebagai Pamen Polresta Banyuwangi, sehingga jabatan Kapolsek Bangorejo selanjutnya dipercayakan kepada Iptu Wahid Hasyim Basri sebagai pejabat sementara.
Selain itu, mutasi turut menyentuh sejumlah jabatan Kapolsek dan perwira di wilayah Magetan, Pacitan, Situbondo, Probolinggo, Bojonegoro, serta sejumlah Polres lainnya.
Beberapa personel dimutasi menjadi Pama sambil menunggu penugasan berikutnya, sedangkan sebagian lainnya mendapat promosi untuk mengisi jabatan operasional maupun fungsi pembinaan di tingkat polres.
Penempatan lulusan STIK-PTIK Angkatan ke-83 dalam sejumlah jabatan Kapolsek menjadi salah satu indikator regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri.
Dengan bekal pendidikan kepemimpinan dan manajemen kepolisian, mereka diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum masing-masing.
Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari sistem pembinaan sumber daya manusia Polri yang dilakukan secara berkala.
Selain memberikan kesempatan pengembangan karier, penyegaran organisasi juga diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.(her)






