Menteri PKP Dan Menteri Imipas Bahas Rencana “Sulap” Lapas Jadi Perumahan Rakyat

- Penulis

Kamis, 8 Mei 2025 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto melakukan diskusi terkait rencana potensi pembangunan rumah bagi masyarakat di atas lahan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di sejumlah lokasi di Jakarta.

Lokasi lahan Lapas yang berada di kawasan perkotaan dan strategis nantinya diharapkan bisa dipindahkan ke luar pulau.

Sementara, lahan yang ada dimanfaatkan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat.

“Saat ini banyak Lapas yang lokasinya strategis di kawasan perkotaan. Padahal banyak warga perkotaan yang juga membutuhkan rumah layak sehingga potensi Lapas untuk dijadikan lokasi pembangunan rumah masyarakat sangat besar,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait saat melakukan diskusi di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Menurut Menteri Ara, konsep pembangunan Lapas menjadi hunian ini adalah bagaimana rumah warga bisa dekat dengan tempat kerja.

Selain itu, juga ingin agar Lapas yang saat ini daya tampungnya sudah melebihi kapasitas bisa dipindahkan ke lokasi lain jauh dari kawasan perkotaan.

Kata Ara, adanya pemanfaatan Lapas menjadi lokasi pembangunan rumah masyarakat, merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat bisa memiliki hunian layak di kawasan perkotaan.

Jadi, pembangunan hunian tersebut bisa menyelesaikan beberapa hal sekaligus. Satu, penjara yang layak. Kedua, juga bisa buat perumahan.

Dengan demikian, nanti perumahannya dikombinasi antara masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah, supaya bisa ada subsidi silang dan semua pihak bisa bekerja dengan cepat.

“Terus terang kami semua disini melaksanakan pikiran cerdas dari Presiden Prabowo. Coba bayangkan bagaimana pikirannya ini menjawab bukan saja soal perumahan. Penjara itu rata-rata ada di kota besar dan di pusat kota. Dan beberapa dibangun di zaman Belanda. Kebanyakan sudah overcrowded. Ini penyelesaian juga supaya para narapidana bisa dapat tempat yang layak, yang manusiawi. Sebaliknya lahan bekas Lapas bisa digunakan buat perumahan,” katanya.

Baca Juga:  LaNyalla Ingatkan Semua Pegiat Konstitusi untuk Fokus ke Gerakan Kembali ke UUD 45

Ara merasa tidak sendirian dalam menjalankan arahan presiden untuk membangun dan merenovasi tiga juta rumah.

Kata dia, Kementerian PKP mendapatkan dukungan yang luar biasa dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto untuk langsung menyiapkan tim Satgas dari lintas Kementerian yang bekerja untuk pemanfaatan lahan Lapas sebagai lokasi perumahan.

Lebih lanjut Menteri Ara juga menyampaikan bahwa Kepala BPKP dan Kejaksaan serta BPS sudah langsung mengawal proses pembangunan sejak awal.

“Apalagi kami juga mengalokasikan sekitar lima ribu rumah subsidi untuk pegawai Lapas agar mereka juga bisa memiliki hunian layak. Dari BPKP, Kejaksaan dan BPS juga ikut mengawal kegiatan ini. BPS juga akan mendata langsung pegawai Lapas yang bisa berat mendapatkan sesuai aturan rumah subsidi. Jadi ini kolaborasi yang luar biasa,” katanya.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah untuk memindahkan Lapas dari kawasan perkotaan ke daerah.

Terlebih, penjara saat ini melebihi kapasitas sehingga dibutuhkan Lapas baru.

“Kami juga berterima kasih atas dukungan Kementerian PKP yang akan menyediakan kuota rumah subsidi bagi pegawai Lapas. Saat ini jumlah pegawai Lapas ada sekitar 65.000 banyak yang belum memiliki rumah sehingga KPR FLPP kesempatan mereka lebih besar memiliki rumah subsidi,” kata Agus Andrianto.(*)

Berita Terkait

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA, Gibran Tetap Sah Jadi Wapres
Suyudi Ario Seto: Menjadi Polisi adalah Kehormatan, Memimpin Polri adalah Amanah
Awali Tugas, Kepala BRAN Temui Wamen ATR/BPN Perkuat Sinergi Reforma Agraria
18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ini Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet Merah Putih
Profil Komjen Pol Wahyu Hadiningrat, Akpol 1992 yang Kini Menjadi Wakapolri
Dari Reskrim hingga Kepala BNN, Jejak Panjang Komjen Suyudi Ario Seto Menuju Kursi Kapolri
Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Perhiasan Mewah
Tindak Lanjut Aduan Tanah Rawa Badak, Bang Azran Bertemu BPN DKI dan Segera Kumpulkan Pihak Terkait
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Polisi Ngawi Bantu Padamkan Kebakaran Rumah di Paron

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Polisi Ngawi Aktifkan Pos Satkamling, Warga Kendal Diajak Perkuat Keamanan Lingkungan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Aksi Ecology Policing Polres Trenggalek Selamatkan Sumber Mata Air Atasi Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Imbau Sopir Truk Manfaatkan Buffer Area untuk Antre Penyeberangan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Harkamtibmas, Belum Sepekan Menjabat Kapolres, AKBP Bagas Langsung “Kulo Nuwun” ke Tokoh Perguruan Silat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Awali Tugas, Kapolres Jombang Sowan Kiai Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Cegah 3 C, Patroli Perintis Presisi Polres Ngawi Sasar Perbankan dan Minimarket

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Kapolres Kediri Kota Silaturahmi ke Pengadilan Negeri, Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum

Berita Terbaru

BERITA POLRI

Polisi Ngawi Bantu Padamkan Kebakaran Rumah di Paron

Rabu, 7 Okt 2026 - 11:16 WIB