Kemendukbangga/BKKBN Jatim Tegaskan Penurunan Stunting Jadi Prioritas 2026

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | SURABAYA — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur menegaskan penurunan angka stunting sebagai prioritas kinerja tahun 2026.

Penegasan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Apel Senin bertajuk “ASN Peduli-Berbagi” di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Jatim, Senin (5/1/2026).

Apel perdana awal tahun 2026 itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran seluruh ASN dan kader dalam mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Khususnya untuk sasaran 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, baik di Jawa Timur maupun secara nasional,” kata Sukamto

Ia juga meminta adanya pembaruan.Data TPK (Tim Pendamping Keluarga) kader di lapangan agar upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di masing-masing kabupaten/kota dapat berjalan optimal.

“Jawa Timur saat ini masih berada di angka 14,7 persen. Kalau dibreakdown per kabupaten/kota, masih banyak daerah yang prevalensinya di atas 29 persen, bahkan ada yang mencapai 30 persen,” imbuhnya.

Karena itu, Sukamto mengajak seluruh jajaran Kemendukbangga/BKKBN untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan kementerian/lembaga lain demi mewujudkan visi Presiden menuju Indonesia Emas 2045.

Mengawali tahun 2026, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur juga melaksanakan program ASN Peduli-Berbagi dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga risiko stunting (KRS).

Baca Juga:  Ditjenpas Kembali Kirim 100 Napi Narkoba Asal Sumatera Utara Ke Nusakambangan

Sasaran bantuan meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga dengan balita non-PAUD.

“Ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan quick win. Di sekitar lingkungan kantor ini terdapat beberapa masyarakat yang masuk kategori keluarga risiko stunting dan membutuhkan bantuan,” ujar Sukamto.

Para penerima bantuan mendapatkan bingkisan berupa sembako serta kebutuhan penunjang pemenuhan gizi.

Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus berkontribusi dalam menekan angka stunting di Jawa Timur.

“Paling tidak bisa membantu meringankan beban mereka. Pemerintah harus hadir melalui program-program seperti ASN Peduli-Berbagi, meskipun nilainya tidak seberapa,” katanya.

Salah satu penerima bantuan, Maharani, ibu hamil yang masuk kategori keluarga risiko stunting, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Tadi saya diberikan sembako berupa beras, gula, dan mi goreng, pokoknya sembako,” ujarnya.

Maharani juga menceritakan kondisi kehamilannya saat ini yang merupakan kehamilan keempat, setelah sebelumnya mengalami dua kali keguguran dan satu anak yang meninggal dunia.

“Semoga kehamilan ini lancar. Saya berharap Kemendukbangga/BKKBN Jatim terus membantu masyarakat kecil, terutama yang tinggal di sekitar kantor BKKBN sini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, prevalensi stunting di Jawa Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 14,7 persen. Meski mengalami penurunan, masih terdapat sejumlah kabupaten/kota dengan angka stunting yang tergolong tinggi dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak.(*)

Berita Terkait

Istana Nilai Dugaan Penyadapan Presiden Mengarah ke Perbuatan Makar
Urai Konflik Agraria, BRAN Dorong Integrasi Satu Data Nasional
Bappenas dan BRAN Bersinergi: Percepat Pemerataan dan Kesejahteraan Rakyat, 23 Ribu Hektare Tanah Siap Diredistribusi
Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo
Giant Sea Wall Pantura Disiapkan, BRAN Kawal Kepastian Tanah dan Perlindungan Nelayan
Kapolda Ungkap Alasan Brimob Gerebek Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo, Buru DPO Pembakaran Warung Mi Babi
Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal Rp 1 Triliun Bagi Daerah Pendukung Program MBG
BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:44 WIB

Jumat Keliling di Surabaya, Wakapolda Jatim Ajak Warga Bersama Cegah Kenakalan Remaja

Jumat, 6 November 2026 - 19:43 WIB

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Almarhum Brigpol Ronald Enok di Puncak Jaya, Seorang Warga Turut Diamankan

Jumat, 6 November 2026 - 14:36 WIB

Sespimmen Angkatan 67 Gelar Baksos, Salurkan Paket Sembako dan Paket Perlengkapan Sekolah

Jumat, 6 November 2026 - 14:34 WIB

Polres Ponorogo Siagakan Ratusan Personel Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Jumat, 6 November 2026 - 12:01 WIB

Polres Lumajang Berangkatkan Personel dan Paket Sembako, Bantu Warga Terdampak Banjir Tempursari

Jumat, 6 November 2026 - 11:59 WIB

Polres Gresik Ungkap Peredaran Narkoba Sita 57,96 Gram Sabu dari Tangan Residivis

Jumat, 6 November 2026 - 11:58 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Kerja Bakti dan Penanaman Pohon, Dorong Green Policing

Jumat, 6 November 2026 - 07:42 WIB

Kapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan

Berita Terbaru