Kemendukbangga/BKKBN Jatim Konsolidasi dan Perkuat Sinergi Bersama OPD KB 38 Kabupaten/Kota

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | SURABAYA l Humas –Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Evaluasi Program Bangga Kencana Tahun 2025 dengan tema “Konsolidasi dan Penguatan Sinergi: Antara Perwakilan BKKBN Jawa Timur dengan OPD KB Kabupaten/Kota.” Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dan mengevaluasi capaian program kependudukan dan pembangunan keluarga di Jawa Timur.

Acara tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur sekaligus Plt. Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Dra. Maria Ernawati, M.M., Pj. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Sukamto, S.E., M.Si., Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Timur Ghana Renaldi Pasca Surya, S.H., M.Ak., beserta jajaran Ketua Tim Kerja. Turut hadir sebagai moderator Prof. Dr. Lutfi Agus Salim, S.K.M., M.Si., serta Kepala OPD KB dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan momen purna bakti Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., yang selama ini memimpin penguatan program Bangga Kencana di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Maria Ernawati menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan mengevaluasi capaian program sekaligus merumuskan langkah strategis tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa berbagai target program Bangga Kencana di Jawa Timur telah menunjukkan capaian yang menggembirakan.

“Keberhasilan ini bukan semata-mata karena BKKBN, tetapi karena sinergitas dan kolaborasi yang luar biasa antara perwakilan provinsi dan OPD KB kabupaten/kota. Dari sinilah lahir berbagai prestasi dalam pengelolaan program Bangga Kencana di Jawa Timur,” ujarnya Jumat,(27/2/2026).

Ia menjelaskan, terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian kementerian, yakni stabilitas demografi dan pembangunan keluarga berbasis siklus hidup. Stabilitas demografi di Jawa Timur dinilai telah tercapai, terbukti dengan Total Fertility Rate (TFR) yang berada di angka 1,96.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Pastikan Malam Pergantian Tahun Aman dan Kondusif

Sementara itu, pembangunan keluarga dilakukan melalui pendampingan berbasis siklus hidup, mulai dari balita, remaja, hingga lansia. Seluruh program tersebut, menurutnya, telah memenuhi target yang ditetapkan.

Dalam aspek percepatan penurunan stunting, Jawa Timur mencatatkan angka 14,7 persen, lebih baik dari rata-rata nasional sebesar 19,8 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung target nasional.

Maria juga menekankan pentingnya penguatan delapan fungsi keluarga, mulai dari fungsi keagamaan sebagai pondasi utama hingga fungsi lingkungan hidup. Ia mengungkapkan bahwa 60 persen sampah harian berasal dari rumah tangga, sehingga edukasi pengelolaan sampah berbasis keluarga menjadi isu strategis nasional yang perlu ditangani bersama.

“Jika pondasi keluarga kuat, terutama fungsi keagamaannya, maka akan lahir generasi berakhlak baik dan ketahanan keluarga yang kokoh. Dari keluarga yang kuat, kita menuju bangsa yang luar biasa,” tegasnya.

Selain itu, persoalan perkawinan anak turut menjadi perhatian serius. Berdasarkan data, tercatat sekitar 3.900 kasus perkawinan anak di Jawa Timur. Pernikahan di bawah usia 19 tahun dinilai berpotensi meningkatkan risiko stunting, perceraian, serta melemahnya ketahanan keluarga.

Untuk itu, BKKBN memperkuat berbagai intervensi melalui program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Bina Keluarga Remaja, serta pendampingan keluarga berisiko. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka perkawinan anak dan meningkatkan kesadaran orang tua serta remaja terkait pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga.

Melalui rapat evaluasi ini, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur bersama OPD KB 38 kabupaten/kota berkomitmen memperkuat konsolidasi dan menyelaraskan strategi agar Program Bangga Kencana tahun 2025 semakin efektif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.(*)

Berita Terkait

Polres Jember Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat di Bulan Ramadhan
Diduga Depresi dan Bawa Sajam, Polres Ngawi Respon Cepat Laporan 110 Amankan Seorang Pemuda
Korban Koperasi Unggul Makmur Mengadu ke LaNyalla, Minta Keadilan Peralihan Sertifikat Rumah Sepihak
Polres Blitar Kota Gelar Sahur Bersama Komunitas Ojol
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Polres Magetan Gelar Korve di Jalur Pendakian Gunung Lawu
Gerakan Indonesia Asri, Polres Probolinggo Bersih – bersih Lokasi Wisata Bromo
Ketua Komisi IV DPR Apresiasi Polri Kirim 22 Kontainer Bantuan Bencana ke Aceh, Sumut, dan Sumbar
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada 70 Tokoh Penggerak Gizi dan Ketahanan Pangan Nasional
Berita ini 2 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:57 WIB

Dibantu Satlantas Polres Tanjung Perak, Gabungan Media Online Bagikan Takjil ke Pengguna Jalan

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:32 WIB

Polres Ngawi Amankan Senja Ramadan, Masyarakat Nyaman Ngabuburit

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:19 WIB

Silaturahmi Ramadan, Polres Bojonegoro Gandeng Organisasi Mahasiswa Jaga Kondusivitas

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:30 WIB

Ramadhan Penuh Kebersamaan, Kapolres Magetan Bagi Takjil dan Buka Bersama Insan Media

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:05 WIB

Polresta Sidoarjo Sisir Tempat Hiburan dan Penginapan Cegah Kejahatan Perempuan dan Anak

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:04 WIB

Gerak Karomah Polres Kediri Kota: Diawali Yasinan, Perkuat Keimanan dan Integritas Personel di Bulan Ramadhan

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:48 WIB

Kantor Hukum Majapahit Bagikan 150 Paket Takjil dan Gelar Buka Bersama

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:36 WIB

Kapolres Terima Kunjungan Silaturahmi Dinas Pengadilan Agama Ngawi

Berita Terbaru