SENTRALMERAHPUTIH.ID | SIDOARJO — Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika terus digencarkan oleh Garda Semeru Nusantara (GSN).
Kali ini, edukasi melalui kegiatan Sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) menyasar langsung masyarakat di RT 04 RW 03, Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RT 04 Achmad Jidin dan Ketua Karang Taruna Danang Lukito, bersama warga setempat.
Kehadiran GSN di tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat edukasi dan pencegahan narkotika hingga ke tingkat lingkungan terkecil.
Pendekatan langsung kepada masyarakat dinilai penting karena persoalan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan seluruh elemen masyarakat.
Ketua RT 04, Achmad Jidin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Garda Semeru Nusantara yang telah hadir memberikan pemahaman kepada warga mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Garda Semeru Nusantara atas waktu dan kepeduliannya memberikan sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba kepada warga kami. Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin memahami ancaman narkotika dan dapat melakukan pencegahan sejak dini,” katanya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi secara langsung sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan.
Sementara itu, Ketua Umum Garda Semeru Nusantara, Dadang Buana, S.H., mengapresiasi antusiasme warga RT 04 RW 03 Desa Tanggul yang mengikuti kegiatan sosialisasi P4GN.
Menurut Dadang, selaku Ketua Umum GSN, pencegahan yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat merupakan langkah penting karena lingkungan RT dan RW merupakan salah satu lapisan terdekat dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga RT 04 RW 03 Desa Tanggul. Sosialisasi seperti ini sangat penting karena kami dapat berdialog dan berhadapan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput, yaitu lingkungan RT dan RW,” katanya.
Dadang menegaskan, persoalan narkotika tidak mengenal batas sosial, ekonomi, pekerjaan maupun usia. Karena itu, kewaspadaan dan edukasi harus dibangun secara menyeluruh.
“Bahaya narkotika tidak mengenal strata sosial. Tidak melihat seseorang kaya atau miskin, apa pekerjaannya, apa profesinya, maupun dari lingkungan mana dia berasal. Ancaman ini dapat menyentuh berbagai kelompok usia. Karena itu, pencegahan tidak boleh hanya dilakukan ketika persoalan sudah terjadi,” ujarnya.
Dadang menilai bahwa perang terhadap narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penindakan.
Penguatan edukasi, ketahanan keluarga dan kepedulian lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
“Jangan menunggu sampai narkotika masuk dan merusak lingkungan kita. Pencegahan harus dimulai sekarang, dari keluarga, kemudian lingkungan RT dan RW. Masyarakat harus menjadi bagian dari benteng pertama dalam menyelamatkan generasi bangsa,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
Kepedulian masyarakat, menurutnya, merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.
“Kita tidak sedang berbicara tentang satu atau dua orang. Kita sedang berbicara tentang masa depan generasi bangsa. Karena itu, kepedulian terhadap bahaya narkotika harus menjadi gerakan bersama,” terangnya.
Kegiatan sosialisasi P4GN di Desa Tanggul diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pencegahan penyalahgunaan narkotika secara berkelanjutan.
Garda Semeru Nusantara berkomitmen untuk terus mendorong edukasi P4GN melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat, termasuk di lingkungan desa, kelurahan, RT/RW, sekolah, komunitas, maupun berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dari lingkungan terkecil, kesadaran dibangun. Dari kepedulian masyarakat, generasi bangsa diselamatkan.(*)












