sentralmerahputih.id | Surabaya – Bimskalabim Indonesia resmi merilis dua single terbarunya berjudul “Bimskalabim” dan “Surabaya Anti Narkoba” pada Selasa (7/4/2026).
Rilisan ini tidak sekadar menjadi karya musik biasa, melainkan representasi perjalanan hidup, perjuangan, serta suara hati yang lahir dari realitas yang mereka alami.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan proses produksi yang jauh dari kesan mewah, Bimskalabim Indonesia tetap menunjukkan konsistensi dalam berkarya.
Semangat tersebut menjadi fondasi lahirnya dua lagu yang sarat makna dan pesan sosial.
Single pertama, “Bimskalabim”, menggambarkan dinamika kehidupan yang penuh dengan jatuh bangun.
Lagu ini bercerita tentang fase keterpurukan yang dialami seseorang, hingga proses bangkit kembali dengan kekuatan dan harapan baru.
Melalui lagu ini, Bimskalabim Indonesia ingin menyampaikan semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Sementara itu, single kedua, “Surabaya Anti Narkoba”, hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial, khususnya maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Lagu ini terinspirasi dari pengalaman nyata, termasuk kehilangan teman akibat jerat narkotika.
Pesan yang ingin ditegaskan adalah pentingnya kesadaran bersama untuk menjauhi narkoba demi masa depan yang lebih baik.
Pentolan Bimskalabim Indonesia, Wahyudi Ariyanto, menegaskan bahwa kedua karya tersebut merupakan refleksi dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan.
“Ini bukan sekadar lagu, tapi suara dari apa yang kami alami. Kami berkarya dalam keterbatasan, tapi justru dari situ lahir kejujuran. Dua single ini adalah cerita tentang jatuh, bangkit, kehilangan, dan harapan,” ujar Wahyudi melalui rilis, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, proses produksi dilakukan dengan penuh kebersamaan antar personel dan tim pendukung.
Setiap individu memberikan kontribusi sesuai perannya, sehingga tercipta karya yang utuh dan bermakna.
Dalam proses kreatif tersebut, sejumlah nama turut ambil bagian, di antaranya Mas Andy yang tetap berdendang, Mas Yulli dengan permainan instrumennya, Mas Donat yang terus berkontribusi dalam berbagai kondisi, serta Cak Hur Prof yang memberikan dorongan moral.
Seluruh energi tersebut menjadi penguat bagi Wahyudi untuk terus melangkah dan tidak berhenti berkarya.
Selain itu, dari sisi teknis produksi, Bimskalabim Indonesia juga mendapat dukungan dari Sandy Gaman yang membantu dalam proses pengambilan vokal (take vocal), mixing, hingga mastering.
Dukungan ini membuat kedua single tersebut dapat hadir dengan kualitas yang maksimal meski diproduksi dalam keterbatasan.
Wahyudi menegaskan bahwa karya ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus komitmen untuk terus menyuarakan realitas kehidupan melalui musik.
“Kami ingin karya ini bisa sampai ke masyarakat, terutama anak muda. Ada pesan penting di dalamnya, tentang bagaimana kita harus kuat menghadapi hidup dan menjauhi hal-hal yang merusak seperti narkoba,” tuturnya.
Dengan dirilisnya dua single tersebut, Bimskalabim Indonesia berharap musik yang mereka hadirkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memberikan inspirasi, membangun kesadaran, serta membawa harapan akan masa depan yang lebih baik.(*/yl)












