Jalan Sekolah Jadi Lintasan Lumpur, Tambang Galian C di Sumberejo Kentong Bahayakan Keselamatan

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sentralmerahputih.id | BOJONEGORO – Aktivitas tambang galian C di Desa Sumberejo, Kecamatan Trucuk, kembali menuai kecaman warga. Jalan utama yang menjadi akses pelajar SMPN 1 Trucuk, sekolah lanjutan, serta perkantoran kecamatan berubah menjadi lintasan lumpur licin dan berbahaya, Sabtu (17/1/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan, tanah basah yang tercecer dari truk pengangkut galian C menutupi badan jalan cukup panjang, bahkan hingga ke arah Kentong. Kondisi ini membuat pengendara, terutama pelajar, harus ekstra hati-hati. Beberapa siswa terlihat terpaksa menuntun sepeda motor karena takut tergelincir.

Ironisnya, dari dokumentasi di lapangan, penyiraman air hanya dilakukan di area dekat pintu keluar-masuk truk tambang. Sementara jalan umum yang setiap hari dipakai masyarakat, pelajar, dan pegawai justru dibiarkan kotor, licin, dan berbahaya.

Fakta ini menguatkan dugaan warga bahwa upaya pengelola tambang hanya bersifat formalitas, sekedar agar area tambang terlihat “diurus”, bukan benar-benar menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Ini disiramnya cuma di dekat tambang. Jalannya ya tetap kotor dan licin. Yang lewat kan orang umum, anak-anak sekolah,” keluh seorang warga.

Sebelumnya, warga juga sempat terlihat menyapu lumpur secara manual di tengah jalan. Sementara itu, truk tambang tetap lalu-lalang tanpa terlihat adanya sistem pembersihan ban kendaraan atau petugas khusus untuk membersihkan jalan.

Baca Juga:  Korlantas Polri Laksanakan Penegakan Hukum Pembatasan Operasional Angkutan Barang di Jalur Pantura

Keluhan juga datang dari para pelajar.

“Jalane lunyu, ati-ati. Takut jatuh,” ujar seorang siswa SMPN 1 Trucuk.

Menurut keterangan warga, tambang galian C tersebut disebut-sebut dikelola oleh seseorang warga Parengan, Tuban.

“Gadahane tiang Parengan tambang niku, mas,” ujar warga setempat.

Masyarakat menilai kondisi ini sudah bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan publik, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

“Kalau sampai ada yang jatuh atau kecelakaan, siapa yang tanggung jawab?” tegas warga lainnya.

Warga mendesak Pemerintah Desa, pihak Kecamatan, dinas terkait, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menertibkan aktivitas tambang tersebut dan memaksa pengelola bertanggung jawab penuh, bukan sekadar melakukan langkah-langkah kosmetik.

Kasus ini kembali memperlihatkan pola klasik persoalan tambang bermasalah: aktivitas produksi terus berjalan, keuntungan mengalir, tetapi keselamatan publik dikesampingkan dan pengawasan terkesan longgar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang maupun instansi terkait.(Bud)

Berita Terkait

Polres Bojonegoro Salurkan 22 Sapi dan 40 Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Pengampon Turut Panen Jagung Bersama Petani
Polri Hadir di Tengah Petani, Percepatan Tanam di Kaliombo Perkuat Ketahanan Pangan
Idul Adha 1447 H, Polres Magetan Tebar Kepedulian dengan Qurban Sapi dan Kambing
Panen Jagung, Polresta Malang Kota Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Petani Kedungkandang
Idul Adha 2026, Polres Ngawi Serahkan dan Salurkan 8 Ekor Sapi dan 30 Ekor Kambing untuk Masyarakat
Polres Magetan Siaga Penuh Kawal Malam Takbir dan Pawai Lampion Idul Adha 1447 H
Maknai Idul Adha 2026, BRI Branch Office Ngawi Salurkan Hewan Qurban
Berita ini 14 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:32 WIB

Waka BGN Perkuat Koordinasi dengan Polri, Pastikan Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG Ditindak Tegas

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:24 WIB

Kompolnas Dukung Langkah Polda Metro Jaya Tekan Kejahatan Jalanan di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:23 WIB

Polisi Pastikan Tak Ada ‘Pocong Begal’ di Malang, Warga Diminta Tak Terpancing Hoaks

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:21 WIB

Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi PMJ Ungkap 127 Kasus Kejahatan Jalanan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:55 WIB

Buka Rakernis Korlantas 2026, Wakapolri Tekankan Smart Policing dan Pelayanan Humanis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:54 WIB

Jawab Rekomendasi KPRP, Polri Perkuat Digitalisasi Pelayanan Publik Lewat Inovasi Korlantas

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:53 WIB

Wakapolri Tekankan Digitalisasi Layanan dan Inovasi Tilang Elektronik pada Rakernis Fungsi Lantas 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:38 WIB

Bareskrim Polri Musnahkan Ribuan Kilogram Bawang Impor Ilegal dari Jalur Tikus Perbatasan Malaysia

Berita Terbaru