Lima Pendaki Asal Cianjur dan Bandung Jalani Ekspedisi “Triple S”: Menyusuri Gunung Slamet, Sindoro, dan Sumbing

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sentralmerahputih.id, Wonosobo, 8 April 2025 — Lima pendaki asal Cianjur dan Bandung tengah menjalankan sebuah ekspedisi ambisius bertajuk Triple S, yaitu misi pendakian tiga gunung besar di Jawa Tengah: Slamet, Sindoro, dan Sumbing. Misi ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap kekayaan alam dan semangat eksplorasi yang membara.

Tim pendaki terdiri dari Asep Supriana Nugraha dan Willy Herman dari Cianjur, serta Diarly Agli, Ariaska, dan Sopiyanti dari Bandung. Mereka memulai petualangan dengan menaklukkan Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah, sebagai langkah awal dari rangkaian misi.

Setelah sukses mendaki Gunung Slamet, tantangan selanjutnya adalah Gunung Sindoro. Pada tanggal 7 hingga 8 April 2025, tim ini berhasil mencapai puncak Sindoro, sebuah prestasi yang patut diapresiasi mengingat medan yang cukup terjal dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Keberhasilan ini menjadi titik penting dalam misi mereka. Gunung Sindoro, dengan ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut, menawarkan jalur yang cukup menguras tenaga dengan kombinasi tanjakan panjang dan jalur berbatu. Namun, kerja sama tim yang solid dan semangat pantang menyerah membawa mereka hingga ke puncak dengan selamat.

“Mencapai puncak Sindoro adalah momen yang sangat emosional bagi kami. Di atas sana, kami merasa semua usaha dan lelah selama perjalanan benar-benar terbayar lunas oleh pemandangan yang luar biasa,” ujar Asep Supriana Nugraha.

Baca Juga:  Rapat Kepengurusan Organisasi Persatuan Wartawan Duta-Pena Indonesia (PWDPI) Kabupaten Purwakarta

Dari puncak Sindoro, para pendaki disuguhi panorama alam yang luar biasa: hamparan awan, siluet Gunung Sumbing di kejauhan, serta langit fajar yang perlahan memerah. Momen tersebut tak hanya memperkuat semangat tim, tetapi juga memperkuat tekad mereka untuk melanjutkan misi.

Namun, rencana awal untuk melanjutkan pendakian ke Gunung Sumbing harus mengalami perubahan. Kondisi cuaca yang tidak stabil, disertai prediksi hujan dan angin kencang, membuat tim memutuskan untuk menunda pendakian demi keselamatan.

“Keselamatan selalu menjadi prioritas kami. Kami tetap ingin menyelesaikan misi Triple S, namun harus menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan,” lanjut Asep.

Sebagai alternatif, mereka memilih menjelajahi Gunung Prau dan Gunung Bismo yang tidak kalah menarik dan lebih memungkinkan untuk didaki dalam kondisi cuaca saat ini. Kedua gunung tersebut dikenal dengan pemandangan matahari terbit yang memesona dan jalur pendakian yang relatif bersahabat.

Meski mengalami perubahan rencana, semangat para pendaki tidak surut. Mereka tetap menganggap setiap pendakian sebagai pengalaman berharga dan bagian penting dari ekspedisi mereka. Pendakian ke Gunung Sumbing direncanakan akan dilanjutkan saat cuaca lebih bersahabat.

Ekspedisi Triple S menjadi cerminan ketekunan, semangat, dan penghormatan terhadap alam. Tak hanya sekadar menaklukkan gunung, para pendaki ini juga menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi tantangan dan fleksibilitas dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian.

Berita Terkait

FWJ Soroti Statemen Kapolres Mojokerto Terkait UKW dan Dewan Pers
Enam Pendaki dari Empat Daerah Sukses Taklukkan Jalur Ekstrem Ajisaka di Gunung Salak
Tiga Pendaki Jawa Barat Sukses Taklukkan Sindoro, Prau, dan Bismo dalam Tiga Hari
‎Pendaki Asal Cianjur, Asep Supriana Nugraha, Berhasil Taklukkan Puncak Gunung Slamet 3.428 MDPL
Polda Jatim Gelar Kejurprov Bola Voli U-19 di Jember*
Dukung Target Swasembada Pangan Nasional. SSDM Siapkan Calon Polisi Dengan … SKIL dan Program Pertanian yang Melibatkan Masyarakat
Pak Bhabin Polres Jember dan Tiga Pilar Desa Pontang Raih Anugerah Patriot Jawi Wetan II*
SMA Negeri 1 Mojosari Telah Meminta Sumbangan Kepada Walimurit Sebesar Rp 200.000
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:50 WIB

Tinjau Stasiun Surabaya Gubeng, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Maksimal ke Pemudik

Minggu, 15 Maret 2026 - 07:30 WIB

Wakapolri Tekankan Antisipasi Rekayasa Lalu Lintas dan Optimalisasi Layanan Mudik

Minggu, 15 Maret 2026 - 07:28 WIB

Hadiri Pembukaan Posko Angkutan Lebaran 2026, Kakorlantas Pastikan Hiruk-pikuk Operasi Ketupat Berjalan Lancar

Minggu, 15 Maret 2026 - 06:46 WIB

Safari Ramadan di Jatim, Kapolri Ajak Seluruh Elemen Bersatu Jaga Kamtibmas-Dukung Program Presiden

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:17 WIB

Polri Siapkan Strategi Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Kakorlantas: Negara Harus Hadir Jaga Momentum Ramadan dan Idul Fitri

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:30 WIB

Polda Jatim Dirikan 238 Pos Operasi Ketupat Semeru 2026 untuk Layani Pemudik

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:28 WIB

Rekor Tertinggi Stok Beras Nasional Sejak Merdeka, Bulog dan Polri Jamin Stabilitas Pangan Hingga Akhir 2026

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:26 WIB

Polri Selidiki Dugaan Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras

Berita Terbaru