sentralmerahputih.id | MAGETAN – Mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu, Polsek Plaosan bersama tim gabungan memperkuat kesiapsiagaan di Posko Siaga Karhutla Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Senin (26/10/2026).
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan kebakaran di kawasan Gunung Lawu, khususnya wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu melibatkan sejumlah unsur, mulai dari personel Polsek Plaosan, Unit Pam Obvit Polsek Plaosan, Sat Samapta Polres Magetan, Koramil Plaosan, Perhutani, BPBD Kabupaten Magetan, hingga relawan Cemorosewu. Kapolsek Plaosan turut memimpin langsung kegiatan tersebut.
Berdasarkan laporan pemantauan delapan personel relawan yang menyisir kawasan puncak Gunung Lawu melalui jalur pendakian Cemorosewu dan Cemoro Kandang, kepulan asap masih terlihat di wilayah Ngargoyoso dan Gondosuli, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Sementara itu, asap di sekitar Pos 1 jalur Cemoro Kandang dilaporkan mulai mereda. Meski demikian, relawan tetap ditempatkan di kawasan tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Kondisi cuaca di sekitar Cemorosewu saat pemantauan berlangsung terpantau mendung dan berkabut, dengan arah angin menuju barat laut. Situasi tersebut menjadi salah satu aspek yang terus diperhatikan petugas dalam memantau perkembangan kebakaran dan potensi pergerakan asap.
Seluruh personel gabungan masih bersiaga di Posko Cemorosewu. Selain melakukan pemantauan kondisi lapangan, petugas juga terus berkoordinasi untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan karhutla di wilayah Karanganyar.
Kapolsek Plaosan, AKP Agus Witarno, mengatakan kesiapsiagaan bersama diperlukan untuk mengantisipasi dampak kebakaran sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian kawasan hutan Gunung Lawu.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI, kepolisian, instansi terkait, pengelola kawasan hutan, serta relawan yang membantu pemantauan di lapangan.
“Polri bersama TNI, instansi terkait, dan relawan terus bersinergi untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu. Kesiapsiagaan ini merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga keamanan lingkungan dan keselamatan masyarakat,” ujar AKP Agus Witarno.
Koordinasi antarpersonel dan pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi terkini. Keberadaan posko siaga di Cemorosewu diharapkan dapat mendukung respons cepat apabila ditemukan titik api baru atau terjadi perubahan kondisi yang berpotensi memperluas kebakaran.
Hingga pemantauan tersebut berlangsung, personel gabungan masih berada di posko untuk memonitor kondisi cuaca, arah angin, serta informasi mengenai titik api di kawasan Gunung Lawu dan sekitarnya.(Tyaz)






